Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    DPRD Batam Mau Bangun Pagar Gedung, Total Anggaran Rp6 Miliar
    2 jam lalu
    Ratusan Pengajuan UWT Warga Puskopkar Batuaji Tertahan di BP Batam
    3 jam lalu
    Lakalantas Tunggal di Batam Tewaskan Seorang Pengendara Sepeda Motor
    19 jam lalu
    Polda Kepri Kembali Amankan Ribuan Liquid Vape Mengandung Zat Etomidate
    2 hari lalu
    Aksi Bersih Lingkungan Tandai Peringatan Hari Buruh di Kota Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama
    1 jam lalu
    Waspada Penyakit Malaria di Tanjungpinang
    2 jam lalu
    Perluas Akses Pendidikan, SMP Negeri 65 Batam Resmi Berdiri
    2 hari lalu
    Marselino Ferdinan Dipanggil ke Timnas Lagi
    3 hari lalu
    Semifinal Leg 1 Liga Champions Eropa, Atletico Madrid Ditahan Imbang Arsenal
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    2 jam lalu
    Pulau Pecong, Batam
    1 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Kisah Raja Yang Jadi Tukang Kebun dan Montir

Editor Admin 10 tahun lalu 3k disimak
Foto : huffingtonpost.ca

NAMA pria ini Eric Manu. Eric pindah ke British Columbia pada 2012, setelah menikahi seorang perempuan Kanada yang ditemuinya di Ghana. Di negeri orang, pemuda yang kini berusia 32 tahun itu bekerja menata taman atau kebun.

Tapi, nasib berkata lain. Pamannya yang menjabat sebagai kepala suku meninggal dunia dua tahun lalu.  Pada musim panas 2015, panggilan telepon dari kampung halaman mengubah hidupnya. Para tetua adat memintanya menjadi pewaris takhta. Eric dinobatkan sebagai raja.

Awalnya, Manu menolak.

“Aku terlalu muda untuk itu,” kata dia kepada Global News. Namun, warga adatnya yakin bahwa sudah takdirnya menjadi pemimpin.

Foto : independent.co.uk
Foto : independent.co.uk

Setelah pikir-pikir, Manu kemudian melapor ke bosnya, Susan Watson. Ia bahkan mengundang perempuan itu di acara penobatannya.

Akhirnya, Manu pun kemudian dimahkotai sebagai pemimpin Suku Akan di Desa Adansi Aboabo Nomor 2 di Ghana selatan tahun lalu.

Hanya sebentar duduk di singgasana, Manu kembali ke Kanada. Ia juga meneruskan pekerjaannya sebagai seorang tukang kebun.

Sehari-hari, ia mengayunkan cangkul, menyingkirkan gulma, serta menanam dan menata tumbuhan.

“Terkadang, saat aku menjalankan tugas, orang-orang bertanya, ‘Anda kan seorang kepala suku. Aku melihatmu di TV, Mengapa Anda jadi tukang kebun?'” kata Manu kepada CTVNews, seperti dikutip oleh gowest.id, Kamis (22/9/2016).

“Ini adalah wujud dari keinginanku untuk tetap rendah hati. Kapan pun berada di Kanada, aku bangga bisa bekerja untuk bosku.”

Manu rela menyingkirkan egonya sebagai pemimpin demi mengumpulkan uang untuk memperbaiki layanan kesehatan bagi rakyatnya di Ghana yang berjumlah 6 ribu.

Manu dan bosnya, Susan Watson, kemudian mendirikan Yayasan To the Moon and Back Foundation.

Mereka mengirimkan kontainer berisi obat-obatan, alat-alat sekolah, dan pakaian yang tiba di Ghana musim semi ini. Yayasan tersebut terus mengumpulkan uang dan donasi, berharap bisa mengirimkan kontainer kedua berisi peralatan untuk meningkatkan kualitas klinik lokal.

“Desanya sungguh miskin. Klinik di sana hanya punya satu bidan, sejumlah perawat, tapi sama sekali tak ada dokter,” kata Watson.

Manu bertekad melakukan segala macam cara untuk menyejahterakan rakyatnya.

“Aku ingin rumahku, desaku, menjadi ‘Kanada kedua’.”

Montir Yang Jadi Raja

raja-bansah
Foto : Raja Bansah atau Togbe Ngoryifia Céphas Kosi Bansah

Raja Bansah atau Togbe Ngoryifia Céphas Kosi Bansah memerintah wilayah tradisional Gbi di Hohoe, Ghana.

Rakyatnya hanya terdiri atas 200 ribu orang. Namun, pria itu juga menjadi tetua dan pemimpin spiritual masyarakat Ewe. Itu berarti, ia menjadi panutan sekitar 2 juta orang di Togo.

Namun, sang raja tak tinggal di Ghana atau Togo. Ia menetap di Ludwigshafen, Jerman. Di negeri orang tersebut, ia menjalani kehidupan ganda.

Apa kehidupan keduanya?

Sebagai mekanik di bengkel.

Pada 1970, Céphas Bansah–demikian ia akrab dipanggil–dikirim ke Jerman oleh kakeknya yang menjabat sebagai raja di Hohoe. Di Bundes republik Deutschland ia belajar menjadi mekanik.

Saat studinya berakhir, Bansah telanjur betah. Ia memutuskan untuk tinggal. Di Jerman, ia akhirnya membuka bengkel, menikah dengan gadis setempat, menjalani kehidupan yang tenang dan bahagia.

Suatu hari, pada tahun 1987, lembaran faks dari Ghana mengubah hidupnya.

Tertera dalam kertas itu, sang kakek mangkat. Ayah dan kakak tertuanya tak berhak mewarisi takhta. Alasannya, keduanya kidal–yang dianggap “tak suci” oleh masyarakat Ewe.

Mau tak mau, Bansah harus menjadi raja. Pria yang kini berusia 67 tahun itu menerimanya dengan alasan ingin berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan rakyatnya. Namun, pria itu tak mau pulang.

Maka setiap harinya, ia bekerja dari pukul 09.00-17.00 di bengkel, sebagai mekanik yang memperbaiki mobil. Sementara, ia menjalankan roda kerajaannya lewat telepon, e-mail, dan belakangan Skype.

Seperti dikutip dari Vice, Raja Bansah pergi ke Ghana beberapa kali dalam setahun. Seringkali, kepulangannya yang sementara disertai istrinya yang berasal dari Jerman, Gabriele.

Perjalanan jauh ditempuh agar ia bisa menampung aspirasi rakyatnya.

Meski Ghana menganut sistem pemerintahan yang demokratis sejak 1992, para raja tradisional tetap memiliki peran penting sebagai mediator dan pengurus banyak hal.

Raja Bansah membangun sejumlah sekolah, jembatan, dan sumur. Ia juga mendonasikan pompa air dan kendaraan bagi rakyatnya.

Untuk mengumpulkan dana, ia tak canggung menjadi penyanyi, tampil di televisi, dan acara-acara publik di Jerman.

Bansah juga menjual bir produksinya sendiri, Akosombo– meski ia tak pernah menenggak alkohol dalam hidupnya. ***

Kaitan eric manu, ghana, montir, montir raja, raja bansah, suku akan, tukang kebun
Admin 10 Oktober 2016 10 Oktober 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Darth Vader”, Si Pembersih Sampah
Artikel Selanjutnya Populasi Kritis Badak Sumatera

APA YANG BARU?

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama
Catatan Netizen 1 jam lalu 75 disimak
Waspada Penyakit Malaria di Tanjungpinang
Lingkungan 2 jam lalu 91 disimak
Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
Statistik 2 jam lalu 64 disimak
DPRD Batam Mau Bangun Pagar Gedung, Total Anggaran Rp6 Miliar
Artikel 2 jam lalu 99 disimak
Ratusan Pengajuan UWT Warga Puskopkar Batuaji Tertahan di BP Batam
Artikel 3 jam lalu 81 disimak

POPULER PEKAN INI

Italia Menolak Mentah-mentah Gagasan Pengganti Iran di Piala Dunia 2026
Sports 6 hari lalu 570 disimak
Bantuan Bioflok 2026: 96 Unit untuk 24 Kelompok Pembudidaya di Batam
Artikel 6 hari lalu 474 disimak
Harga Emas Antam Menguat Tajam di Akhir Pekan
Artikel 6 hari lalu 472 disimak
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjungpinang
Artikel 6 hari lalu 451 disimak
Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkoba di Tanjungbalai Karimun
Artikel 6 hari lalu 419 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?