Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Lakalantas Tunggal di Batam Tewaskan Seorang Pegendara Sepeda Motor
    10 jam lalu
    Polda Kepri Kembali Amankan Ribuan Liquid Vape Mengandung Zat Etomidate
    1 hari lalu
    Aksi Bersih Lingkungan Tandai Peringatan Hari Buruh di Kota Batam
    1 hari lalu
    Petugas Gabungan Tertibkan Puluhan Papan Reklame Bermasalah di Kab. Bintan
    1 hari lalu
    Pelaku Curat di Kijang Berhasil Diringkus Reskrim Polsek Bintan Timur
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Perluas Akses Pendidikan, SMP Negeri 65 Batam Resmi Berdiri
    2 hari lalu
    Marselino Ferdinan Dipanggil ke Timnas Lagi
    2 hari lalu
    Semifinal Leg 1 Liga Champions Eropa, Atletico Madrid Ditahan Imbang Arsenal
    3 hari lalu
    Edukasi Tertib Berlalulintas Sejak Dini untuk Guru PAUD dan SD di Batam
    4 hari lalu
    Kemdiktisaintek Siapkan Penutupan Prodi yang Tak Relevan dengan 8 Industri Strategis
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Pecong, Batam
    1 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Di Balik Musibah : Kerusakan DAS Indonesia

Editor Redaksi 10 tahun lalu 1.7k disimak
Foto : © trp.or.id

HUMAS Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo mengatakan, saat ini kerusakan DAS di Indonesia sudah sangat luar biasa.

Dari 450 DAS di Indonesia, 118 DAS dalam kondisi kritis. Banjir dan longsor yang terjadi selama ini tidak lepas dari imbas kerusakan DAS. Kerusakan bisa ditimbulkan oleh makin banyaknya perumahan, pertanian dan perkebunan yang makin banyak menggunakan area DAS.

Menurut Sutopo di laman BNPB.go.id, 30 tahun lalu, hanya 22 DAS di Indonesia yang kondisinya kritis dan super kritis. Pada tahun 1992 , jumlah DAS yang rusak meningkat menjadi 29 DAS.

Dua tahun kemudian jumlahnya menjadi 39 DAS. Lalu pada 1998 menjadi 42 DAS. Tahun 2000 menjadi 58 DAS, tahun 2002 menjadi 60 DAS, dan tahun 2007 sekitar 80 DAS yang rusak dan kritis.

Kondisinya makin rusak akibat intervensi manusia yang makin masif merusak DAS. Akibat kerusakan DAS membuat lingkungan makin sensitif.

“Saat hujan mudah banjir dan longsor, namun sebaliknya ketika kemarau demikian mudahnya terjadi kekeringan,” ujar Sutopo seperti ditulis BNPB.go.id.


Rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk menyebabkan banjir bandang di Garut, Jawa Barat pekan lalu.


Data yang dihimpun, hingga akhir pekan kemarin, banjir itu mengakibatkan 27 orang tewas, 22 orang hilang, dan korban luka 32 orang. Selain itu, 433 orang terpaksa mengungsi dan ratusan rumah rusak berat.

Foto : Antara
Foto : Antara

Untuk DAS Cimanuk sudah kritis sejak 1984. Sutopo menerangkan buruknya DAS ini bisa diukur dengan nilai Koefisien Regim Sungai (KRS). KRS adalah perbandingan antara nilai debit air maksimum alias saat banjir, dengan nilai debit air minimum alias saat kering pada suatu DAS.

Jika suatu DAS dikategorikan baik jika KRS nilainya kurang dari 40 , sedang (40 hingga 80), dan buruk lebih dari 80. “KRS Cimanuk itu 713,” ujar Sutopo seperti dikutip dari Kompas.com. Angka itu adalah DAS paling rendah di pulau Jawa.

Sungai-sungai di Jawa lain nilai KRS-nya juga buruk. Sungai Bengawan Solo , Jawa Tengah (541), . Sungai Ciujung, Banten (189,5), Sungai Cisadane, Tangerang, Banten (143), Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat (92) Sungai Citanduy, Tasikmalaya, Jawa barat (111) , Sungai Serayu, Wonosobo, Jawa Tengah (165), dan sungai Brantas, Malang, Jawa Timur (205).


Keberadaan DAS fungsinya antara lain untuk menahan air hujan dan melepaskannya secara bertahap.


“Untuk menyelamatkan masyarakat indonesia dari ancaman banjir dan longsor yang terus meningkat, perlu mengembalikan fungsi ekosistem di area DAS,” ujar Sutopo.

Sebenarnya, pemerintah sejak tahun 1969 telah menangani masalah DAS ini dengan Proyek Penghijauan Departemen Pertanian 001. Pengelolaan DAS terpadu ini pernah dilaksanakan di beberapa DAS di Pulau Jawa, yaitu di DAS Brantas, Cimanuk, Bengawan Solo dan Citanduy.

Namun teknologi pengelolaan DAS yang masih diterapkan hingga sekarang ini mengandalkan aspek fisik dan mahal, khususnya dengan membangun terasering yang padat tenaga kerja dan mahal.

Masalahnya, menurut Sutopo, tidak adanya pemeliharaannya setelah proyek berakhir. Begitu masa pemberian subsidi dan modal usaha tani habis, maka petani di sekitar DAS tidak mampu lagi menerapkan teknologi konservasi yang mahal. Akibatnya proyek tersebut tidak berkelanjutan dan akhirnya kurang efektif. ***

Kaitan banjir bandang, bnbp, daerah aliran sungai, DAS, garut, musibah, sumedang, sungai
Redaksi 26 September 2016 26 September 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Wajib Pajak dan Batas Akhir Periode Pertama
Artikel Selanjutnya WNI Kaya, Harta di Singapura Capai Rp336,39 triliun

APA YANG BARU?

Lakalantas Tunggal di Batam Tewaskan Seorang Pegendara Sepeda Motor
Artikel 10 jam lalu 97 disimak
Polda Kepri Kembali Amankan Ribuan Liquid Vape Mengandung Zat Etomidate
Artikel 1 hari lalu 130 disimak
Aksi Bersih Lingkungan Tandai Peringatan Hari Buruh di Kota Batam
Artikel 1 hari lalu 143 disimak
Petugas Gabungan Tertibkan Puluhan Papan Reklame Bermasalah di Kab. Bintan
Artikel 1 hari lalu 160 disimak
Pelaku Curat di Kijang Berhasil Diringkus Reskrim Polsek Bintan Timur
Artikel 2 hari lalu 161 disimak

POPULER PEKAN INI

Italia Menolak Mentah-mentah Gagasan Pengganti Iran di Piala Dunia 2026
Sports 6 hari lalu 562 disimak
Kebutuhan Hewan Kurban di Batam Diperkirakan Alami Peningkatan
Artikel 7 hari lalu 501 disimak
Bantuan Bioflok 2026: 96 Unit untuk 24 Kelompok Pembudidaya di Batam
Artikel 6 hari lalu 472 disimak
Harga Emas Antam Menguat Tajam di Akhir Pekan
Artikel 6 hari lalu 464 disimak
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjungpinang
Artikel 6 hari lalu 449 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?