Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Amsakar Bareng Li Claudia Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Domestik Sekupang
    4 jam lalu
    12 Unit Bangunan Rumah Terbakar di Pantai Stres Batu Ampar Batam
    5 jam lalu
    Tiga Pelaku Calo Tiket Roro Telaga Punggur Diringkus Polisi
    6 jam lalu
    Tinjau Arus Mudik di Batu Ampar, Gubernur Kepri Pastikan Kenyamanan Pemudik
    1 hari lalu
    Sambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemko Batam Gelar Pawai Takbir Keliling
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    1 hari lalu
    Aktifitas Kelompok Budidaya Laut Biru di Bintan
    1 hari lalu
    Bassist God Bless, Donny Fattah Gagola Meninggal Dunia
    1 minggu lalu
    Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 16 Tahun
    1 minggu lalu
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    3 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 hari lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 minggu lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    1 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    1 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Khabar Duka, Tokoh Muhammadiyah Malik Fadjar Meninggal

Editor Redaksi 6 tahun lalu 934 disimak

KHABAR duka kembali tersiar di tanah air. Mantan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama, Abdul Malik Fadjar meninggal dunia.

Almarhum meninggal pada usia 81 tahun pada Senin (7/9) pukul 19.00 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta.

Semasa hidup, almarhum pernah mengabdikan diri sebagai Menteri Pendidikan Nasional Kabinet Gotong Royong, Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

Terakhir, oleh Presiden Joko Widodo, Almarhum ditunjuk sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengenang almarhum Abdul Malik Fadjar sebagai sosok yang banyak memberikan inspirasi dan pembelajaran.

“Beliau adalah sosok yang memberikan banyak inspirasi dan pembelajaran bagi kita semua, termasuk tentang pendekatan humanis, demokratis, dan memberikan kebebasan hak asasi manusia dalam pendidikan. Selamat jalan pahlawan dan guru bangsa,” kata Nadiem dikutip dalam keterangan pers, Selasa (8/9).

“Mewakili keluarga besar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saya menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Bapak Prof Abdul Malik Fajar. Insya Allah amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT,” kata Nadiem.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya Profesor Abdul Malik Fajar. Menurut Khofifah, almarhum adalah sosok yang tekun dan gigih dalam memperjuangkan yang diyakininya benar khususnya dalam bidang pendidikan.

“Tak heran kemudian, jika almarhum sukses membawa Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu kampus terkemuka di Indonesia,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (8/9).

Khofifah menyebut, almarhum merupakan salah satu tokoh Muhammadiyah yang berkontribusi besar di tiga sendi kehidupan bangsa. Yakni pendidikan, agama, dan pemerintahan.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum, husnul khotimah, seluruh amal dan ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Begitu juga dengan keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kelapangan dan ketabahan hati dalam menerima cobaan ini,” ujar Khofifah.

Di mata Ketua Umum PP Muhammadiyah, M. Din Syamsuddin, Abdul Malik adalah pejuang Muhammadiyah.

Pasalnya, sebagian besar hidup Abdul Malik diabdikan dalam Persyarikatan Muhammadiyah, mulai dari bawah hingga menjadi salah seorang Ketua PP Muhammadiyah.

Menurut Din, Abdul Malik adalah salah seorang kader/tokoh terbaik Muhammadiyah, sehingga dapat “mewakili Muhammadiyah”.

Selama di PP Muhammadiyah, almarhum sangat aktif. Din mengatakan, pikiran-pikirannya banyak mewarnai langkah-langkah Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan.

“Kepergiannya ke hadirat Sang Pencipta adalah kehilangan besar bagi Muhammadiyah, dan tentu bagi umat Islam dan Bangsa Indonesia. Semoga segala kiprah dan perannya menjadi amal jariah bagi Almarhum,” kata Din Syamsuddin, dalam keterangan yang diterima Republika.co.id.

Selain itu, Din juga menyebut sosok Abdul Malik sebagai pribadi yang akrab. Walaupun usianya di atas rata-rata anggota pimpinan yang lain, namun beliau menaruh takzim kepada yang lain, termasuk cukup menyantuni para aktifis muda.

Din menambahkan, Abdul Malik mewakili Muhammadiyah dalam banyak jabatan politik kenegaraan.

Hal itu mulai dari menjadi Menteri Agama, Mendiknas, Menko Kesra, dan terakhir sebagai Anggota Wantimpres.

Kepala Humas dan Protokoler UMM, Sugeng Winarno, membuktikan kekuatan seorang pendidik dari sosok Malik Fadjar. Karakter tersebut telah muncul sejak almarhum menjadi guru agama di daerah terpencil di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1959, yaitu Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang.

“Selanjutnya, perjalanan hidupnya tak pernah lepas dari dunia pengajaran dan pendidikan,” kata Sugeng melalui pesan resmi, Senin (7/9).

Selepas dari SRN Taliwang, Malik berturut-turut mengajar di Sekolah Guru Bantu (SGB) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Sumbawa Besar NTB pada rentang 1960-1963.

Kemudian menjadi dosen Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang pada 1972, dosen dan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM hingga 1983.

Almarhum juga pernah menjadi rektor di dua kampus, yaitu di UMM pada 1983-2000 dan Universitas MuammadSurakarta (UMS) pada 1994-1995.

Selama puluhan tahun menjadi guru di Muhammadiyah, Malik Fadjar tak sekadar menjadi seorang pendidik. Dia juga berkontribusi besar membangun sekolah-sekolah Muhhamdiyah dan perpustakaan desa di Yogyakarta dan Magelang.

Kesuksesannya dalam mengembangkan pendidikan, terutama pendidikan Islam, membuat namanya kian disegani dalam dunia pendidikan Indonesia.

Terlebih, ia mampu membawa UMM yang semula tak begitu dipandang menjadi kampus yang amat disegani dalam konteks nasional bahkan internasional. Hal itu membuatnya dipercaya sebagai Menteti Pendidikan di era Presiden BJ Habibie pada 1998-1999 dan Menteri Pendidikan Nasional di era kepemimpinan Megawati Soekarnoputri 2001-2004.

Malik Fadjar juga sempat menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ad-interim menggantikan Jusuf Kalla yang ketika itu mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pemilu 2004.

“Di samping itu, Malik juga aktif di Ikatan Cendekiwan Muslim Indonesia (ICMI) dan Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS),” ucapnya.

Tidak hanya jati diri sebagai seorang pendidik, karakter kepemimpinan Malik yang memiliki pengaruh demikian besar tidak terjadi begitu saja.

Dari riwayat pendidikannya, dia memang memiliki minat yang amat besar untuk menjadi seorang guru.

Malik memulai pendidikannya di SRN Pangenan Kertoyudan, Magelang, Jawa Tengah pada 1947. Selanjutnya, bersekolah di Pendidikan Guru Agama Pertama Negeri (PGAPN) Magelang pada 1953 dan Pendidikan Guru Agama Atas Negeri (PGAAN) Yogyakarta pada 1957. Kemudian kuliah di IAIN Sunan Ampel Malang pada 1963 dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Kemasyarakatan Islam pada 1972.

Tujuh tahun setelahnya, Malik melanjutkan studinya di Florida State University, Amerika Serikat. Di kampus ini, dia meraih gelar Master of Science di bidang pengembangan pendidikan pada 1981.

Kepakarannya di bidang pendidikan kian lengkap setelah Malik dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel pada 1995.

Kemudian pada 2001, Malik mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa di bidang kependidikan Islam dari Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sugeng menilai, kiprah Malik Fadjar untuk Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi. Mulai dari praktisi pendidikan paling dasar, birokrat pendidikan, hingga cendekiawan Muslim, Malik senantiasa berpikir soal kemajuan bangsanya.

Ibarat pena, kata Sugeng, Malik Fadjar adalah tinta yang tak pernah habis.

“Guru adalah jiwanya. Penghayatan terhadap filosofi guru menjadikannya seorang guru yang sebenar-benarnya guru, hingga menjadi Menteri para Guru (Mendiknas),” ungkapnya.

*(Zhr/GoWestId)

Sumber : Tempo.co

Kaitan Malik Fadjar, Meninggal Dunia, muhammadiyah, top
Redaksi 9 September 2020 9 September 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Banyak Yang Protes, Program Sertifikasi Penceramah Jalan Terus
Artikel Selanjutnya 10 Penyiar TVRI Yang Populer di Era 80-an

APA YANG BARU?

HONOR Luncurkan HONOR X7d dan HONOR X6c Terbaru, Smartphone Tangguh Berbasis AI
Gadget 4 jam lalu 82 disimak
Amsakar Bareng Li Claudia Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Domestik Sekupang
Artikel 4 jam lalu 77 disimak
12 Unit Bangunan Rumah Terbakar di Pantai Stres Batu Ampar Batam
Artikel 5 jam lalu 83 disimak
Tiga Pelaku Calo Tiket Roro Telaga Punggur Diringkus Polisi
Artikel 6 jam lalu 94 disimak
Tinjau Arus Mudik di Batu Ampar, Gubernur Kepri Pastikan Kenyamanan Pemudik
Artikel 1 hari lalu 120 disimak

POPULER PEKAN INI

Baznas Batam Salurkan Bantuan Kepada 1.870 Penerima dan 300 Penyandang Disabilitas
Artikel 6 hari lalu 255 disimak
Kebijakan Pembebasan PBB-P2 bagi Veteran dan Pensiunan di Batam
Artikel 3 hari lalu 201 disimak
Sambut Idul Fitri 1447 H, Dispar Karimun Gelar Festival Lampu Hias Eid Mubarak
Artikel 6 hari lalu 195 disimak
Wamendag RI Bersama Walikota Batam Tinjau Stok Bahan Pokok Jelang Hari Raya
Artikel 6 hari lalu 183 disimak
Lonjakan Harga Tiket Pesawat Domestik Jelang Lebaran 2026
Artikel 3 hari lalu 178 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?