Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    DPRD Batam Mau Bangun Pagar Gedung, Total Anggaran Rp6 Miliar
    12 jam lalu
    Ratusan Pengajuan UWT Warga Puskopkar Batuaji Tertahan di BP Batam
    13 jam lalu
    Lakalantas Tunggal di Batam Tewaskan Seorang Pengendara Sepeda Motor
    1 hari lalu
    Polda Kepri Kembali Amankan Ribuan Liquid Vape Mengandung Zat Etomidate
    2 hari lalu
    Aksi Bersih Lingkungan Tandai Peringatan Hari Buruh di Kota Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
    10 jam lalu
    Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama
    12 jam lalu
    Waspada Penyakit Malaria di Tanjungpinang
    12 jam lalu
    Perluas Akses Pendidikan, SMP Negeri 65 Batam Resmi Berdiri
    2 hari lalu
    Marselino Ferdinan Dipanggil ke Timnas Lagi
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    8 jam lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    12 jam lalu
    Pulau Pecong, Batam
    1 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Madi, Pengrajin Sampan Teluk Lengung

Editor Redaksi 5 tahun lalu 3.7k disimak

MADI, pria paruh baya warga Kampung Tua Teluk Lengung, Kel. Kabil Kota Batam, memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai nelayan tradisional ditempat ia tinggal bersama keluarganya.

Selain mengais rejeki sebagai nelayan, Madi juga punya keahlian tambahan yakni sebagai pengrajin (pembuat) Sampan, sejenis perahu kecil yang terbuat dari papan kayu.

Madi dalam proses penyelesaian Sampan buatanya. Poto: @Gowest.id

Perahu jenis Sampan ini biasanya dipakai oleh warga sekitaran pantai sebagai sarana moda tranportasi angkutan orang ataupun barang.

Atau bisa juga digunakan oleh para nelayan, khususnya nelayan tradisional untuk melaut mencari ikan.

Kepada GoWest Indonesia yang menemuinya pada Sabtu (12/6) lalu, Madi bercerita, kemampuanya membuat Sampan bermula dari coba-coba, sekitar 3 tahun yang lalu.

Awalnya, ia yang juga punya keahlian dasar dibidang perkayuan (tukang kayu), hanya mampu memperbaiki Sampan yang sudah rusak, belum bisa membuat secara utuh.

Kru GoWest.id saat menemui Madi dilokasi pembuatan Sampanya di Kampung Tua Teluk Lengung. Poto: @GoWest.id

Lama-lama kebiasaanya memperbaiki sampan, mendorong ia untuk membuat secara utuh untuk dipake sendiri.

“Awalnya saya cuma bisa perbaiki saja. Lama-lama saya mencoba buat Sampan untuk dipake sendiri” tutur Madi.

Kemampuan Madi untuk membuat Sampan kayu, akhirnya tersebar juga ke masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Hingga pada akhirnya iapun kerap menerima orderan dari para nelayan Teluk Lengung.

“Lumayan pak buat nambah-nambah uang dapur. Apalagi kalau pas musim tak bisa melaut” kata Madi ketika ditanya penghasilanya dari membuat sampan.

Menurut Madi, proses membuat Sampan ukuran kecil (kapasitas 3 orang penumpang) membutuhkan waktu hampir setengah bulan (15 hari) pengerjaan.

Dibutuhkan waktu 15 hari untuk membuat Sampan sejenis ini. Poto: @GoWest.id

Mulai dari menghaluskan papan dinding sampan, batang kayu penopang, hingga tahapan finishing, ngecat dan lain-lain.

Dengan menggunakan alat-alat yang ia miliki, Madi mengerjakan pekerjaanya mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 setiap harinya.

Terkait bahan baku, Madi menjelaskan untuk membuat sampan ia biasanya menggunakan bahan dari kayu meranti dan kayu lekam yang ia beli dari para pengumpul kayu dari pulau sekitarnya.

“Kalau bahan bakunya kami dapat dari pulau sekitar sini pak. Bisa kayu meranti, kalau yang mau bagus. Bisa juga pakai kayu kelam untuk yang biasa” jelasnya.

“Perbedaanya, kalau kayu meranti lebih tahan lama dari rayap. Harganya pun lebih mahal. Kalau kayu kelam, 6 bulan sekali harus melakukan perawatan dan harganya bisa lebih murah” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, lebih mudah membuat sampan dari bahan kayu meranti dibandingkan kayu kelam.

“Kayu kelam mudah retak atau belah saat proses membuat sampan. Kalau meranti lebih kuat dan lebih mudah membentuknya” ujar Madi.

Disinggung mengenai harga jual sampan yang ia produksi, menurut Madi, harganya bervariasi tergantung dari bahan kayu dan ukuran yang diorder.

Untuk ukuran yang kecil (kapasitas 3 penumpang) dengan bahan kayu lekam, harganya berksiar Rp 3 juta. Kalau ukuran besar dan bahanya beda, harganyapun berbeda.

Dari harga jual tersebut, Madi mendapatkan keuntungan bersih rata-rata 1 sampai 1,5 juta rupiah.

*(zhr/GoWest)

Kaitan kota, Pengrajin Sampan, Teluk lengung, top
Redaksi 19 Juni 2021 19 Juni 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya BP Batam Bangun Container Yard di Atas Lahan Seluas Enam Hektar
Artikel Selanjutnya Mengapa Hard Disk Utama Komputer Selalu Huruf “C”?

APA YANG BARU?

Data Kemiskinan di Batam Terbaru
Statistik 8 jam lalu 106 disimak
“Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
Histori 10 jam lalu 144 disimak
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama
Catatan Netizen 12 jam lalu 121 disimak
Waspada Penyakit Malaria di Tanjungpinang
Lingkungan 12 jam lalu 137 disimak
Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
Statistik 12 jam lalu 110 disimak

POPULER PEKAN INI

Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkoba di Tanjungbalai Karimun
Artikel 6 hari lalu 426 disimak
Pemko Batam Berikan Perlindungan Jamsos Naker Kepada RT/ RW
Artikel 6 hari lalu 416 disimak
Uni Eropa Berikan Sanksi ke Terminal Minyak di Karimun
Artikel 6 hari lalu 407 disimak
Pencurian Listrik untuk Penambangan Bitcoin di Tanjungpinang: Denda Dibebankan ke Pemilik Ruko
Artikel 4 hari lalu 391 disimak
Pemerintah Ringankan Iuran BPU: Perluas Perlindungan JKK dan JKM
Artikel 4 hari lalu 383 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?