CHINA dan Indonesia memiliki hubungan yang cukup rumit untuk ditelaah. Apalagi, China merupakan salah satu investor yang dananya membanjiri Indonesia, sehingga jadi mitra penting perekonomian Tanah Air.
Ini menunjukkan jika China sangat berperan penting tentang kemajuan perekonomian di Indonesia.
Ini karena China secara sepihak mengklaim jika sebagian wilayah Laut Natuna Utara masuk ke dalam teritorial Nine Dash Line Beijing. Padahal Laut Natuna Utara yang diklaim masuk ke dalam teritorial Nine Dash Line China ini secara sah merupakan milik Indonesia.
Oleh sebab itu, Indonesia tak akan tinggal diam dengan apa yang diklaimkan secara sepihak oleh China. Apalagi Mahkamah Internasional telah memutus jika klaim sepihak China dengan Nine Dash Line tidak sah dan tak mendasar.
Karenanya, ini dengan jelas menunjukkan jika Laut Natuna Utara yang diklaim China merupakan milik Indonesia.
Dikutip dari The Interpreter menyebutkan jika per Juni 2021 lalu pihak Indonesia telah memulai untuk melakukan pengeboran di Blok Tuna Laut Natuna Utara.
Dan anehnya China mengajukan protes akan adanya kegiatan pengeboran yang dilakukan Indonesia di Laut Natuna Utara ini.
“Juni lalu, Indonesia sudah mulai mengebor di blok Tuna ketika menerima surat protes dari China.” terang The Interpreter.
Reuters juga membenarkan akan adanya protes yang dilayangkan China terhadap Indonesia. China disebut meminta Indonesia untuk menghentikan kegiatan pengeboran minyak dan gas yang dilakukan Jakarta.
Pasalnya, China menganggap jika lokasi pengeboran minyak dan gas yang di Blok Tuna Laut Natuna Utara merupakan teritorial Beijing.
Satu surat dari diplomat China kepada kementerian luar negeri Indonesia dengan jelas mengatakan kepada Indonesia untuk menghentikan pengeboran di rig lepas pantai sementara karena itu terjadi di wilayah China,” terang Reuters.
Muhammad Farhan, seorang anggota parlemen Indonesia di komite keamanan nasional parlemen, yang diberi pengarahan tentang surat itu turut memberikan tanggapannya.
Dia mengatakan dengan tegas bahwa Indonesia menolak klaim sepihak China dan permintaan Beijing tersebut.
“Jawaban kami sangat tegas, bahwa kami tidak akan menghentikan pengeboran karena itu adalah hak kedaulatan kami,” kata Farhan kepada Reuters.
Seorang juru bicara kementerian luar negeri Indonesia turut memberikan keterangannya. Dikatakannya jika komunikasi antara China dan Indonesia bersifat rahasia, sehingga tak bisa dibagikan ke publik.
“Setiap komunikasi diplomatik antar negara bersifat pribadi dan isinya tidak dapat dibagikan.” Dia menolak berkomentar lebih lanjut.
Kedutaan China di ibu kota Indonesia Jakarta tidak menanggapi permintaan komentar.
China adalah mitra dagang terbesar Indonesia dan sumber investasi terbesar kedua, menjadikannya bagian penting dari ambisi Indonesia untuk menjadi ekonomi papan atas.
Para pemimpin Indonesia tetap diam tentang masalah ini untuk menghindari konflik atau pertengkaran diplomatik dengan China,” kata Farhan dan dua orang lainnya yang berbicara kepada Reuters.
(*)
sumber: ZONAJAKARTA.com


