Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Investasi Digital Batam Terganjal Pasokan Energi Listrik
    18 jam lalu
    Perkiraan Cuaca Minggu (27/09): Seharian Berawan, Siang-Malam Diguyur Hujan
    21 jam lalu
    Kabut Asap Kiriman Kalimantan Selimuti Batam, Jarak Pandang Hanya 2.000 Meter
    1 hari lalu
    Acungkan Parang ke Jukir, Oknum Sekuriti di Batam Ditangkap Polisi
    2 hari lalu
    Kabar Duka: Putra Bungsu Presiden Soekarno, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya
    16 jam lalu
    Ratusan Pelari Meramaikan Tropical Night Run 2026 di Bintan Industrial Estate
    16 jam lalu
    Ancaman Karhutla vs. Banjir Yang Mengintai; Puncak Musim Hujan Kepri pada Januari 2027
    16 jam lalu
    Asian Games 2026, Rahmat Erwin Sumbangkan Emas Kedua Untuk Indonesia
    23 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang 2-0 atas Singapura Timnas Garuda Buka Peluang
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    7 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    1 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Gordon Tobing dan Gitarnya

Editor Admin 4 tahun lalu 673 disimak

PENYANYI lagi-lagu Batak, Gordon Tobing memang tak diragukan lagi kareirnya sebagai seorang musisi. Penyanyi kelahiran 25 Agustus 1925 ini merasa kepiawaiannya bermusik adalah anugerah yang diturunkan dari keluarganya.

“Bagi kami, menyanyi dapat dikatakan suatu gave. Suatu bakat khas yang turun-temurun,” kata Gordon seperti dikutip Mingguan Djaja, 13 Juli 1963.

Ayahnya, R.L. Tobing merupakan juara keroncong Sumatra Utara berturut-turut sejak 1925 hingga 1938. Bahkan, Gordon mengaku tak pernah lebih baik dari ayahnya dalam menyanyi.

Gordon belajar menyanyi sejak kanak-kanak. Ia mendapat pelajaran musik di Sekolah Minggu Methodist di Palembang. Ketika pindah ke Jakarta, ia belajar dari penyanyi soprano German, Nyonya Botterweg.

Di Jakarta, Gordon mulai unjuk gigi melalui RRI menyanyikan lagu-lagu seriosa diiringi piano oleh komponis terkemuka, Sudharnoto. Sejak 1951, ketika belum ada pemilihan bintang radio, Gordon telah menjadi langganan RRI untuk menyanyikan gubahan komponis-komponis seperti Ismail Marzuki, Iskandar, hingga Syaiful Bahri.

“Di tahun itu juga ia membentuk paduan suara yang dinamakannya Sinondang Tapianauli dan khusus membawakan lagu-lagu daerah itu,” tulis Mingguan Djaja.

Gordon Tobing turut dalam delegasi Indonesia ke Festival Pemuda ke-4 di Bukares, Rumania pada 1953. Delegasi ini diikuti oleh musisi ternama Indonesia seperti Sudharnoto, Subronto K. Atmodjo, dan penyanyi seriosa Rose Pandanwangi.

Saat itu, Gordon yang biasanya diandalkan harus mundur dari salah satu kompetisi karena tak memenuhi persyaratan, terutama harus bisa membawakan lagu klasik. Gordon kemudian digantikan Rose Pandanwangi yang akhirnya meraih juara ketiga.

Gordon tak kecewa karena harus digantikan Rose. Ia mendukung Rose dan tak mempermasalahkan mengapa persyaratan tak ditanyakan di awal oleh pemimpin rombongan Indonesia.

“Sikap Gordon Tobing itu membuat dia menjadi teman baik Rose, dan mereka beberapa kali bekerja sama di bidang seni suara,” tulis Sori Siregar dalam Kisah Mawar Pandanwangi.

Namun, dalam festival itu, Gordon tetap berkesempatan tampil tunggal bersama gitarnya. Ia membawakan lagu daerah Tapianauli yang telah diolahnya kembali berjudul A Sing Sing So.

“Applaus spontan yang gemuruh menunjukkan betapa hangat sambutan para hadirin,” tulis Mingguan Djaja.

Pada 1959, Gordon dan paduan suara Sinondang Tapianauli melawat ke Republik Demokrasi Rakyat Korea (Korea Utara) dan Republik Demokrasi Vietnam. Lawatan kali itu disponsori oleh Lembaga Persahabatan Indonesia-RRT.

Selain negara-negara sahabat di Asia, sepanjang karir setidaknya Gordon telah melakukan tur ke berbagai negara di Eropa Timur seperti Polandia, Hungaria, Cekoslovakia, dan Rusia.

“Di tiap negeri itu Gordon dan kawan-kawannya diminta membawakan lagu-lagunya di muka corong radio. Sambutannya selalu hangat sekali,” tulis Mingguan Djaja.

Dalam setiap lawatan, gitar adalah alat musik yang tak bisa dipisahkan dari Gordon.

“Gitar adalah kawan hidup saya,” katanya. “Dengan gitar telah saya menembusi setengah dunia.”

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Batak, Gordon Tobing, musik
Admin 20 September 2022 20 September 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Rudi: Peran RT/RW Sangat Penting Sukseskan Pembangunan Batam
Artikel Selanjutnya Pemenang Tour de Bintan Akan Berlaga di Kejuaraan Dunia Balap Sepeda di Glasgow Inggris

APA YANG BARU?

Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya
Catatan Netizen 16 jam lalu 204 disimak
Ratusan Pelari Meramaikan Tropical Night Run 2026 di Bintan Industrial Estate
Sports 16 jam lalu 122 disimak
Ancaman Karhutla vs. Banjir Yang Mengintai; Puncak Musim Hujan Kepri pada Januari 2027
Lingkungan 16 jam lalu 252 disimak
Investasi Digital Batam Terganjal Pasokan Energi Listrik
Artikel 18 jam lalu 259 disimak
Perkiraan Cuaca Minggu (27/09): Seharian Berawan, Siang-Malam Diguyur Hujan
Artikel 21 jam lalu 222 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 6 hari lalu 686 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 3 hari lalu 551 disimak
Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 2 hari lalu 540 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 2 hari lalu 483 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 5 hari lalu 468 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?