Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
    12 jam lalu
    Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
    13 jam lalu
    Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
    17 jam lalu
    Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
    20 jam lalu
    Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
    23 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
    11 jam lalu
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    2 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    5 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    5 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Menelusuri Jejak Chairil Anwar di Ibu Kota

Editor Admin 3 tahun lalu 829 disimak

LAHIR dan besar di Medan, Sumatra Utara, penyair legendaris Chairil Anwar punya ikatan kuat dengan Kota Jakarta. Di kota inilah, ia memulai perjalanan abadi menjadi penyair, yang mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Pada 2022 ini, karya-karyanya kembali digaungkan di mana-mana sebagai peringatan seratus tahun kelahirannya.

Chairil Anwar lahir pada 26 Juli 1922. Pada usia 19 tahun, ia datang ke Jakarta, yang kala itu masih Bernama Batavia. Di Jakarta, Chairil menumpang di rumah pamannya, Sutan Sjahrir, di di Jalan Dambrink, kini Jalan Latuharhary nomor 19.

Chairil tak perlu waktu lama untuk menyesuaikan diri dan menemukan tempatnya di antara teman-teman baru, terutama ketika bicara soal kesenian. Chairil sering berkunjung ke Pasar Senen yang mana kala itu adalah tempat berkumpul dan berdiskusinya para seniman, antara lain Ajip Rosidi dan Misbach Yusa Biran. Nama Chairil Anwar masih hidup di daerah ini.

“Wah buku tentang Chairil yang “Aku” ini masih jadi salah satu buku paling laku dan dicari saat ini. Semua mau beli ini, mulai dari mahasiswa sampai pekerja,” kata Binsar (68) salah satu penjual buku bekas di Terminal Senen ketika ditemui Historia.id belum lama ini.

Binsar juga juga mengkisahkan, dirinya masih sering mendengar orang bercerita soal Chairil di Pasar Senen. Menurut Binsar, Chairil dikenal sebagai orang yang mudah bergaul dengan siapa saja.

“Walau aku enggak pernah ketemu dia, tapi cerita dia banyak beredar disini. Dia itu dulu sering nongkrong di deket gelanggang sampai pagi. Preman sini juga menghargai dia. Itulah hebatnya seniman, bisa bergaul sama siapa saja. Mungkin itu kenapa sajaknya itu seperti dekat dengan kami, selalu membangkitkan semangat kelas bawah untuk berjuang di kehidupan,” terang pria yang sudah berdagang di Pasar Senen sejak tahun 1982 ini.

Chairil juga meninggalkan jejak di Pasar Baru. Kawasan pasar yang dibangun pada 1820 ini menjadi inspirasi Chairil, yang dituangkan dalam puisi “Cerita”. “Cerita” menggambarkan para pengunjung Pasar Baru, yang bergaya tetapi menyimpan keresahan.

Chairil dikenal dengan penampilan yang urakan dan mulut yang ceplas-ceplos khas seniman. Walau begitu, Chairil ini memiliki karisma yang membuatnya memiliki penggemar, tentu saja termasuk penggemar dari kaum perempuan. Chairil pun punya kisah asmara dengan salah satu penggemarnya, yang bernama Sumirat. Mereka bertemu di Pantai Cilincing pada 1943, yang kala itu dikenal sebagai tempat rekreasi banyak orang.

“Sumirat sangat tertarik pada kemauan keras Chairil yang tidak mengenal lelah. Chairil juga membuat sajak di mana pun tempatnya. Kertas-kertas penuh dengan tulisan tangannya. Selain itu Sumirat suka dengan sikap masa bodoh Chairil ketika berada di tengah keramaian seperti Pantai Cilincing,” tulis Purnawan Tjondronagoro dalam artikel “Chairil Anwar Meminang Calon Istri Setelah Ketemu di Cilincing.”

Dalam perjalanannya, Chairil yang semakin mengenal Batavia mulai memasukan berbagai unsur kota ini ke dalam sajak-sajaknya. Salah satunya adalah trem. Sarana transportasi umum itu muncul dalam sajak berjudul “Aku Berkisar Antara Mereka.”

Kini setelah puluhan tahun terkubur jalur trem satu persatu muncul kembali seiring dengan pembangunan proyek MRT Jakarta. Terakhir jalur trem ditemukan di kawasan Gajah Mada Jakarta Pusat beberapa hari lalu. Sebuah artefak masa lampau yang hadir kembali seakan ingin ikut merayakan peringatan seratus tahun kelahiran Chairil Anwar.

Lalu ada pula kejadian di Gedung Kesenian Jakarta. Gedung yang sedang direnovasi ini jadi saksi bagaimana renggangnya persahabatan Chairil dengan sastrawan legendaris HB Jassin. Pada 1949, HB Jassin sedang bersiap diri di belakang panggung untuk memainkan naskah teater berjudul “Api” karya Usmar Ismail. Saat ia sedang berkonsentrasi, tiba-tiba munculah tubuh kurus Chairil Anwar dan tanpa basa-basi mencibir Jassin yang mengulas puisinya “Krawang-Bekasi” di majalah Mimbar Indonesia. Karena kesal dicibir soal ulasannya, Jassin langsung melayangkan bogem mentah dan Chairil pun jatuh terpelanting.

Setelah kejadian itu, terdengar kabar bahwa Chairil semakin sering mengunjungi pelukis Affandi di Taman Siswa Kemayoran. Namun bukan untuk belajar melukis tapi lebih berlatih angkat besi, untuk memperkuat tubuh supaya bisa membalas dendam kepada Jassin. Pada akhirnya, Jassin justru menjadi orang yang paling menghargai karya-karya Chairil selepas dia meninggal. Banyak peninggalan Chairil baik berupa naskah sajak, foto hingga dokumen penting lainya masih tersimpan dalam pusat sastra yang didirikan oleh Jassin di Taman Ismail Marzuki (TIM). Bahkan di ruangannya, yang baru selesai direnovasi, masih terpampang lukisan sang sahabat dengan ukuran besar.

Di TIM jugalah Historia.id bertemu dengan sosok Edy Susanto (45). Pria yang berprofesi sebagai dosen seni ini berhasil meraih juara kedua pada lomba cipta puisi dan esai satu abad Chairil Anwar pada bulan Juli lalu. Esainya yang berjudul Karya dan Sosok Chairil Anwar Menjulang Tinggi di Tengah Problem dan Kontroversi mengupas eksistensi nama besar sosok penyair Chairil Anwar yang berawal dari berbagai kondisi dan situasi yang dipenuhi masalah dan mengundang kontroversial. “Yah karena dari saya muda, saya sudah tertarik dengan sosok Chairil ya. Bahasa dalam sajaknya itu luar biasa kuat pengertiannya. Terlepas dari dia itu punya sifat semaunya tapi tidak bisa disangkal bahwa sumbangan dia bagi seni dan sastra bangsa ini sangat besar serta tentu saja meraih piala ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya pribadi.” tutur Edy.

Usai bercerai dengan Hapsah sekitar pada 1948, Chairil mengalami penurunan kesehatan. Menurut penulis buku biografi Chairil Anwar, Hasan Aspahani, dalam tubuh sang penyair itu sudah berdiam beragam penyakit sejak lama, mulai dari tifus, sakit paru-paru, hingga infeksi usus. Setelah dirawat selama tujuh hari di Centrale Burgerlijke Zienkenhuis (CBZ), yang sekarang bernama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, tubuh Chairil menyerah. Si Binatang Jalang pun meninggal pada Kamis 28 April 1949.

Esoknya dia dikuburkan di TPU Karet Bivak. Bentuk nisannya menjulang seperti pena dan pada batangnya terukir bait “Aku ini binatang jalang. Dari kumpulannya terbuang.”

Ada istilah Seniman Pergi Meninggalkan Karyanya, namun untuk Chairil bukan hanya karya yang ditinggalkan tapi juga semangat perjuangan dalam dunia sastra yang kemudian menjadi sebuah pembaruan dalam dunia syair dan bahasa. Itulah kenapa hingga saat ini puisinya tetap bergema di mana-mana; Bukunya masih dicari siapa saja; Ia juga diabadikan dalam bentuk patung di Monas. Dan, hari kelahirannya selalu menjadi perhentian banyak orang untuk menengok kembali lembaran-lembaran perenungan Si Binatang Jalang.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan 100tahunchairilanwar, batavia, Chairil Anwar, jakarta, sastrawan, seniman, Si Binatang Jalang
Admin 21 November 2022 21 November 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ansar Minta IMI Ikut Dorong Sport Tourism di Kepri
Artikel Selanjutnya Disapu Angin Kencang, Satu Rumah di Tanjungpinang Roboh

APA YANG BARU?

Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
Budaya 11 jam lalu 105 disimak
Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
Artikel 12 jam lalu 93 disimak
Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
Artikel 13 jam lalu 93 disimak
Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
Artikel 17 jam lalu 88 disimak
Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
Artikel 20 jam lalu 85 disimak

POPULER PEKAN INI

Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 1 hari lalu 274 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 4 hari lalu 272 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 5 hari lalu 254 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 5 hari lalu 245 disimak
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Catatan Netizen 5 hari lalu 245 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?