Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Tanjungpinang Tembus 6 Besar Kota Termaju di Sumatera
    20 jam lalu
    Aksi Pencurian Berulang di Indomaret RSBP Batam Berakhir Damai melalui Mediasi
    21 jam lalu
    Pemko Batam Bantah Koperasi Merah Putih P. Buluh Mangkrak
    21 jam lalu
    Batam Tak Masuk 10 Kota Maju di Sumatra
    21 jam lalu
    Gubernur BI Mendadak Mundur, Prabowo Siapkan Kepres Pemberhentian
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Volume Sampah di Batam Melonjak 35 Persen
    21 jam lalu
    Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
    2 hari lalu
    Bungkam China 22-9, Belanda Juara FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026
    4 hari lalu
    Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental
    5 hari lalu
    31 Tim Basket 3×3 Internasional Mulai Berlaga di Batam Hari ini
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    3 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    4 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Menelusuri Jejak Chairil Anwar di Ibu Kota

Editor Admin 4 tahun lalu 923 disimak

LAHIR dan besar di Medan, Sumatra Utara, penyair legendaris Chairil Anwar punya ikatan kuat dengan Kota Jakarta. Di kota inilah, ia memulai perjalanan abadi menjadi penyair, yang mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Pada 2022 ini, karya-karyanya kembali digaungkan di mana-mana sebagai peringatan seratus tahun kelahirannya.

Chairil Anwar lahir pada 26 Juli 1922. Pada usia 19 tahun, ia datang ke Jakarta, yang kala itu masih Bernama Batavia. Di Jakarta, Chairil menumpang di rumah pamannya, Sutan Sjahrir, di di Jalan Dambrink, kini Jalan Latuharhary nomor 19.

Chairil tak perlu waktu lama untuk menyesuaikan diri dan menemukan tempatnya di antara teman-teman baru, terutama ketika bicara soal kesenian. Chairil sering berkunjung ke Pasar Senen yang mana kala itu adalah tempat berkumpul dan berdiskusinya para seniman, antara lain Ajip Rosidi dan Misbach Yusa Biran. Nama Chairil Anwar masih hidup di daerah ini.

“Wah buku tentang Chairil yang “Aku” ini masih jadi salah satu buku paling laku dan dicari saat ini. Semua mau beli ini, mulai dari mahasiswa sampai pekerja,” kata Binsar (68) salah satu penjual buku bekas di Terminal Senen ketika ditemui Historia.id belum lama ini.

Binsar juga juga mengkisahkan, dirinya masih sering mendengar orang bercerita soal Chairil di Pasar Senen. Menurut Binsar, Chairil dikenal sebagai orang yang mudah bergaul dengan siapa saja.

“Walau aku enggak pernah ketemu dia, tapi cerita dia banyak beredar disini. Dia itu dulu sering nongkrong di deket gelanggang sampai pagi. Preman sini juga menghargai dia. Itulah hebatnya seniman, bisa bergaul sama siapa saja. Mungkin itu kenapa sajaknya itu seperti dekat dengan kami, selalu membangkitkan semangat kelas bawah untuk berjuang di kehidupan,” terang pria yang sudah berdagang di Pasar Senen sejak tahun 1982 ini.

Chairil juga meninggalkan jejak di Pasar Baru. Kawasan pasar yang dibangun pada 1820 ini menjadi inspirasi Chairil, yang dituangkan dalam puisi “Cerita”. “Cerita” menggambarkan para pengunjung Pasar Baru, yang bergaya tetapi menyimpan keresahan.

Chairil dikenal dengan penampilan yang urakan dan mulut yang ceplas-ceplos khas seniman. Walau begitu, Chairil ini memiliki karisma yang membuatnya memiliki penggemar, tentu saja termasuk penggemar dari kaum perempuan. Chairil pun punya kisah asmara dengan salah satu penggemarnya, yang bernama Sumirat. Mereka bertemu di Pantai Cilincing pada 1943, yang kala itu dikenal sebagai tempat rekreasi banyak orang.

“Sumirat sangat tertarik pada kemauan keras Chairil yang tidak mengenal lelah. Chairil juga membuat sajak di mana pun tempatnya. Kertas-kertas penuh dengan tulisan tangannya. Selain itu Sumirat suka dengan sikap masa bodoh Chairil ketika berada di tengah keramaian seperti Pantai Cilincing,” tulis Purnawan Tjondronagoro dalam artikel “Chairil Anwar Meminang Calon Istri Setelah Ketemu di Cilincing.”

Dalam perjalanannya, Chairil yang semakin mengenal Batavia mulai memasukan berbagai unsur kota ini ke dalam sajak-sajaknya. Salah satunya adalah trem. Sarana transportasi umum itu muncul dalam sajak berjudul “Aku Berkisar Antara Mereka.”

Kini setelah puluhan tahun terkubur jalur trem satu persatu muncul kembali seiring dengan pembangunan proyek MRT Jakarta. Terakhir jalur trem ditemukan di kawasan Gajah Mada Jakarta Pusat beberapa hari lalu. Sebuah artefak masa lampau yang hadir kembali seakan ingin ikut merayakan peringatan seratus tahun kelahiran Chairil Anwar.

Lalu ada pula kejadian di Gedung Kesenian Jakarta. Gedung yang sedang direnovasi ini jadi saksi bagaimana renggangnya persahabatan Chairil dengan sastrawan legendaris HB Jassin. Pada 1949, HB Jassin sedang bersiap diri di belakang panggung untuk memainkan naskah teater berjudul “Api” karya Usmar Ismail. Saat ia sedang berkonsentrasi, tiba-tiba munculah tubuh kurus Chairil Anwar dan tanpa basa-basi mencibir Jassin yang mengulas puisinya “Krawang-Bekasi” di majalah Mimbar Indonesia. Karena kesal dicibir soal ulasannya, Jassin langsung melayangkan bogem mentah dan Chairil pun jatuh terpelanting.

Setelah kejadian itu, terdengar kabar bahwa Chairil semakin sering mengunjungi pelukis Affandi di Taman Siswa Kemayoran. Namun bukan untuk belajar melukis tapi lebih berlatih angkat besi, untuk memperkuat tubuh supaya bisa membalas dendam kepada Jassin. Pada akhirnya, Jassin justru menjadi orang yang paling menghargai karya-karya Chairil selepas dia meninggal. Banyak peninggalan Chairil baik berupa naskah sajak, foto hingga dokumen penting lainya masih tersimpan dalam pusat sastra yang didirikan oleh Jassin di Taman Ismail Marzuki (TIM). Bahkan di ruangannya, yang baru selesai direnovasi, masih terpampang lukisan sang sahabat dengan ukuran besar.

Di TIM jugalah Historia.id bertemu dengan sosok Edy Susanto (45). Pria yang berprofesi sebagai dosen seni ini berhasil meraih juara kedua pada lomba cipta puisi dan esai satu abad Chairil Anwar pada bulan Juli lalu. Esainya yang berjudul Karya dan Sosok Chairil Anwar Menjulang Tinggi di Tengah Problem dan Kontroversi mengupas eksistensi nama besar sosok penyair Chairil Anwar yang berawal dari berbagai kondisi dan situasi yang dipenuhi masalah dan mengundang kontroversial. “Yah karena dari saya muda, saya sudah tertarik dengan sosok Chairil ya. Bahasa dalam sajaknya itu luar biasa kuat pengertiannya. Terlepas dari dia itu punya sifat semaunya tapi tidak bisa disangkal bahwa sumbangan dia bagi seni dan sastra bangsa ini sangat besar serta tentu saja meraih piala ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya pribadi.” tutur Edy.

Usai bercerai dengan Hapsah sekitar pada 1948, Chairil mengalami penurunan kesehatan. Menurut penulis buku biografi Chairil Anwar, Hasan Aspahani, dalam tubuh sang penyair itu sudah berdiam beragam penyakit sejak lama, mulai dari tifus, sakit paru-paru, hingga infeksi usus. Setelah dirawat selama tujuh hari di Centrale Burgerlijke Zienkenhuis (CBZ), yang sekarang bernama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, tubuh Chairil menyerah. Si Binatang Jalang pun meninggal pada Kamis 28 April 1949.

Esoknya dia dikuburkan di TPU Karet Bivak. Bentuk nisannya menjulang seperti pena dan pada batangnya terukir bait “Aku ini binatang jalang. Dari kumpulannya terbuang.”

Ada istilah Seniman Pergi Meninggalkan Karyanya, namun untuk Chairil bukan hanya karya yang ditinggalkan tapi juga semangat perjuangan dalam dunia sastra yang kemudian menjadi sebuah pembaruan dalam dunia syair dan bahasa. Itulah kenapa hingga saat ini puisinya tetap bergema di mana-mana; Bukunya masih dicari siapa saja; Ia juga diabadikan dalam bentuk patung di Monas. Dan, hari kelahirannya selalu menjadi perhentian banyak orang untuk menengok kembali lembaran-lembaran perenungan Si Binatang Jalang.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan 100tahunchairilanwar, batavia, Chairil Anwar, jakarta, sastrawan, seniman, Si Binatang Jalang
Admin 21 November 2022 21 November 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ansar Minta IMI Ikut Dorong Sport Tourism di Kepri
Artikel Selanjutnya Disapu Angin Kencang, Satu Rumah di Tanjungpinang Roboh

APA YANG BARU?

Tanjungpinang Tembus 6 Besar Kota Termaju di Sumatera
Artikel 20 jam lalu 190 disimak
Aksi Pencurian Berulang di Indomaret RSBP Batam Berakhir Damai melalui Mediasi
Artikel 21 jam lalu 166 disimak
Pemko Batam Bantah Koperasi Merah Putih P. Buluh Mangkrak
Artikel 21 jam lalu 130 disimak
Volume Sampah di Batam Melonjak 35 Persen
Lingkungan 21 jam lalu 185 disimak
Batam Tak Masuk 10 Kota Maju di Sumatra
Artikel 21 jam lalu 169 disimak

POPULER PEKAN INI

KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
Pendidikan 7 hari lalu 385 disimak
Urusan Paspor di Imigrasi Batam? Jangan Lupa Bawa Dokumen Asli
Artikel 4 hari lalu 350 disimak
BP Batam Rekonstruksi Total Jalan Gajah Mada Mulai 25 Juli, Arus Dialihkan
Artikel 4 hari lalu 328 disimak
Diduga Puting Beliung Sapu Kawasan PT VME Batu Ampar, Sejumlah Bangunan Rusak
Artikel 7 hari lalu 317 disimak
Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
Artikel 5 hari lalu 307 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?