GUNA memenuhi kebutuhan masyarakat, Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Cabang Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mengajukan permintaan sebanyak 18.840 liter minyak goreng kemasan merek MinyaKita ke Bulog pusat.
“Stok MinyaKita di Budang Bulog saat ini kosong. Jadi, MinyaKita sedang langka, makanya kita minta 18.840 liter ke pusat, dan diprediksi cukup sampai hari Raya Idulfitri 1444 H,” kata Asisten Manager Supply Chain Pelayanan Publik Bulog Cabang Tanjungpinang, Halim Lubis, dikutip dari Antara, Jumat (10/2/2023).
Halim menjelaskan bahwa pengadaan minyak goreng sebenarnya bukan penugasan pokok Bulog, melainkan untuk keperluan operasi pasar dalam rangka menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
Apalagi, kata dia, harga MinyaKita dijual senilai Rp 12.200 per kemasan atau lebih murah dibandingkan harga minyak goreng kemasan lainnya.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, pasokan MinyaKita sudah masuk ke Gudang Bulog Tanjungpinang,” harapnya.
Sementara itu, Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu, memastikan kelangkaan MinyaKita di ibu kota Provinsi Kepri itu disebabkan keterlambatan pengiriman produk dari produsen.
Hal itu ia sampaikan setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah distributor minyak goreng di Tanjungpinang, Kamis (9/2/2023) kemarin. “Kami juga pastikan tak ada penimbunan minyak goreng di distributor,” ujarnya.
Lanjut Kapolresta, ia menyebutkan dari empat gudang milik distributor bahan kebutuhan pokok yang diperiksa, diketahui persediaan MinyaKita hanya terdapat di satu distributor PT. Prima Bintan Muliatama di kompleks pergudangan Kilometer 6, Tanjungpinang. Distributor yang pada Januari 2023 melakukan pemesanan 60 ton ini, masih memiliki persediaan MinyaKita.
“Kebutuhan untuk Februari juga telah dipesan, dan saat ini masih dalam proses pengiriman. Kalau stok minyak goreng secara umum aman, kecuali MinyaKita memang langka,” katanya menanbahkan.
(*/pir)


