Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔮 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Potensi Hujan Sedang di Sejumlah Wilayah Kepulauan Riau, Selasa (23/6/2026)
    2 jam lalu
    Siklon Tropis Mekkhala Picu Hujan di Bintan
    3 jam lalu
    Balita Hanyut Terseret Arus Parit di Tanjung Sengkuang
    3 jam lalu
    Produksi Ikan Air Tawar Batam Tembus 2.841 Ton hingga Mei 2026
    3 jam lalu
    Jalan Gajah Mada di Sekitar Hotel Vista Kembali Rusak
    3 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kunang-Kunang Kian Sulit Ditemui: Bioindikator Lingkungan yang Terancam
    22 jam lalu
    “Dua Bapak dengan Balita Mereka”
    2 hari lalu
    Liga Takraw Season 2 2026 Tuntas, Tim Juara Terima Piala dan Uang Pembinaan
    5 hari lalu
    Puluhan Ribu Calon Murid Baru SMA dan SMK di Kepri Bersaing Ketat Masuk Sekolah Negeri
    5 hari lalu
    Pelatih Iran Nilai Timnya Paling “Tertindas” di Piala Dunia 2026
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Bakau Api Api
    1 hari lalu
    Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
    1 hari lalu
    Pulau Benan, Lingga
    6 hari lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    7 hari lalu
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 hari lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    6 hari lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔮 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

FTZ dan KEK di Batam; Upaya Pemerintah dan Perspektif Pengamat

Editor Admin 2 tahun lalu 3.2k disimak
Ilustrasi, pelabuhan Batu Ampar di Batam. © F. Ham/GoWest.ID

BATAM, dengan lokasinya yang strategis di jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai hub ekonomi regional. Penerapan FTZ dan KEK di kota pulau ini, dinilai bisa menjadi katalisator untuk mendorong Investasi dan pertumbuhan ekonomi Batam. Tapi, bagaimana perspektif para pengamat?

Daftar Isi
Kawasan Bebas BatamKawasan Ekonomi Khusus (KEK) BatamPerbedaan Utama Antara FTZ dan KEKManfaat Penetapan KEKKEK dan FTZ di Mata Pengamat Ekonomi

MENURUT Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, pemerintah telah membentuk dua kawasan berfasilitas di Batam, yaitu Kawasan Bebas (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai menurutnya, turut memberikan insentif fiskal dan prosedural untuk dua kawasan berfasilitas tersebut.

Selain untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing industri, pemberian insentif fiskal dan prosedural juga merupakan komitmen Bea Cukai terhadap pelaksanaan fungsi trade facilitator dan industrial assistance.

“Insentif tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan investasi, serta mendorong geliat dunia usaha, yang secara lebih luas mampu menggerakkan faktor pertumbuhan ekonomi, untuk mencapai cita-cita pemerintah dalam mewujudkan stabilitas perekonomian nasional,” ujar dia kepada wartawan, Rabu (26/6/2024).

GoWest.ID merangkum beberapa pemaparan yang disampaikan Nirwala Dwi Heryanto dalam press Tour Kemenkeu yang digelar pada Rabu (26/6/2024) dalam beberapa poin fakta tentang Batam:

Kawasan Bebas Batam

  • Didirikan pada tahun 2007 melalui PP No. 46/2007.
  • Mencakup Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Setokok, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru.
  • Fokus pada industri manufaktur, elektronik, galangan kapal, pariwisata, dan logistik.
  • Menawarkan insentif fiskal seperti pembebasan bea masuk dan PPN, serta kemudahan investasi dan perizinan berusaha.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam

  • Terdiri dari 3 KEK:
    • KEK Batam Aero Technic (2021): fokus pada produksi & pengolahan, logistik, riset, ekonomi digital, dll.
    • KEK Nongsa (2021): fokus pada riset, ekonomi digital, pariwisata, pendidikan, industri kreatif, dll.
    • KEK Tanjung Sauh (2024): fokus pada produksi & pengolahan.
    • Menawarkan insentif fiskal yang lebih luas, termasuk pembebasan bea masuk dan PDRI, penangguhan bea masuk dan PDRI, tax holiday, dan tax allowance.Memberikan kemudahan perizinan berusaha, pengaturan larangan pembatasan, kemudahan imigrasi, dan ketenagakerjaan.

Perbedaan Utama Antara FTZ dan KEK

  • Status: FTZ terpisah dari daerah pabean, sedangkan KEK bagian dari daerah pabean.
  • Wilayah: FTZ dapat bersifat whole island (Batam) atau enclave (Bintan), sedangkan KEK bersifat enclave.
  • Fasilitas: Fasilitas fiskal FTZ lebih umum, sedangkan KEK lebih lengkap dan fleksibel.

Manfaat Penetapan KEK

  • Meningkatkan daya saing industri dan menarik investasi.
  • Mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
  • Mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas.
  • Memperkuat peran Batam sebagai hub ekonomi regional.

Menurut Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, sejauh ini pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik investasi di Batam.

Dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan di FTZ dan KEK, Batam diharapkan dapat menjadi destinasi investasi yang semakin menarik bagi investor domestik dan internasional. Hal ini pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Batam.

KEK dan FTZ di Mata Pengamat Ekonomi

PENERAPAN Kawasan Bebas (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, sejauh ini telah menuai berbagai respon dan evaluasi dari para pakar dan pengamat ekonomi Indonesia. Di luar topik Press Tour Kemenkeu pada Rabu (26/6/2024) Tim GoWest.ID mencoba merangkum beberapa pandangan para pengamat tentang penerapan KEK dan FTZ sejauh ini di kota Batam. Kami menyarikan dalam perspektif positif dan negatif.

Pandangan Positif:

Meningkatkan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi:

  • Ekonom Universitas Indonesia, Eugenia Mardjono, mengemukakan bahwa FTZ dan KEK Batam telah berhasil menarik investasi, terutama di sektor industri manufaktur dan logistik. Hal ini berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di Batam. https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/jim/article/download/679/441
  • Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Eddy Sopian, SE, MS, menilai bahwa KEK Batam memiliki potensi besar untuk menjadi hub ekonomi maritim dan logistik di kawasan Asia Tenggara. https://bpbatam.go.id/en/batam-dan-investasi/

Menciptakan Lapangan Kerja:

  • Peneliti dari Center for Economic and Policy Studies (CEPOS), Dr. rer. pol. Mulia Nasution, M.Sc., mengungkapkan bahwa FTZ dan KEK Batam telah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. https://bpbatam.go.id/en/batam-dan-investasi/

Mempermudah Regulasi dan Perizinan:

  • Pakar Ekonomi Maritim Universitas Maritim Raja Ali, Prof. Dr. Ir. A. Muchtar Azis, DEA., menilai bahwa kemudahan regulasi dan perizinan di KEK Batam menjadi daya tarik bagi investor. https://bpbatam.go.id/en/batam-dan-investasi/

Pandangan Negatif:

Ketimpangan Ekonomi:

  • Ekonom Universitas Andalas, Dr. Phil. Syafrizal, M.Si., mengkhawatirkan ketimpangan ekonomi yang dapat terjadi akibat FTZ dan KEK Batam. Ia mendorong agar pemerintah fokus pada pengembangan ekonomi masyarakat lokal. https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/jim/article/download/679/441

Ketergantungan pada Investor Asing:

  • Peneliti dari Indonesian Institute for Social and Economic Research (Indies), Dr. Inggrid H. Atmoko, M.Si., M.Phil., mempertanyakan keberlanjutan KEK Batam jika terlalu bergantung pada investor asing. Ia mendorong agar pemerintah memperkuat peran pengusaha lokal. https://bpbatam.go.id/en/batam-dan-investasi/

Dampak Lingkungan:

  • Aktivis lingkungan dari Greenpeace Indonesia, Riki Raden, mengingatkan agar pembangunan di FTZ dan KEK Batam tidak mengabaikan kelestarian lingkungan. Ia mendorong agar pemerintah menerapkan standar lingkungan yang ketat dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan. https://p2m.polibatam.ac.id/wp-content/uploads/2012/12/Microsoft-Word-Full-Paper-Dampak-pemberlakukan-KEK-terhadap-kinerja-perusahaan-Seminar-AIABI_Benks.pdf

(ham)

Kaitan batam, ftz, kek
Admin 26 Juni 2024 26 Juni 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Wujdukan Batam Bersih dan Sehat Melalui Pelatihan Pengelolaan Pilah Sampah
Artikel Selanjutnya Bupati Bintan Kukuhkan Masa Perpanjangan Jabatan 34 Kepala Desa

APA YANG BARU?

Potensi Hujan Sedang di Sejumlah Wilayah Kepulauan Riau, Selasa (23/6/2026)
Artikel 2 jam lalu 107 disimak
Siklon Tropis Mekkhala Picu Hujan di Bintan
Artikel 3 jam lalu 105 disimak
Balita Hanyut Terseret Arus Parit di Tanjung Sengkuang
Artikel 3 jam lalu 102 disimak
Produksi Ikan Air Tawar Batam Tembus 2.841 Ton hingga Mei 2026
Artikel 3 jam lalu 98 disimak
Jalan Gajah Mada di Sekitar Hotel Vista Kembali Rusak
Artikel 3 jam lalu 101 disimak

POPULER PEKAN INI

#ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
Documentary 6 hari lalu 728 disimak
Siswa SMA Keluarga Mampu Bisa Tidak Lagi Jadi Prioritas Penerima MBG
Artikel 6 hari lalu 681 disimak
Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
Catatan Netizen 6 hari lalu 670 disimak
Disdik Batam Terbitkan Surat Edaran Pengawasan Gadget Siswa
Pendidikan 6 hari lalu 661 disimak
Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
Catatan Netizen 6 hari lalu 635 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?