Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
    10 jam lalu
    Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
    1 hari lalu
    Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
    1 hari lalu
    Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
    1 hari lalu
    MTQH 2026 Kepri, Kota Batam Kembali Raih Juara Umum
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
    14 jam lalu
    Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
    2 hari lalu
    8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
    3 hari lalu
    Argentina Jaga Asa Pertahankan Gelar, Kalahkan Mesir di 16 Besar
    4 hari lalu
    Skor Akhir 1-4, Setan Merah Belgia Sikat Tuan Rumah Amerika Serikat
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    6 hari lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Tokoh

Sri Soedarsono (Sri Redjeki Chasanah)

Editor Admin 2 tahun lalu 2.1k disimak
Sri Soedarsono (Sri Redjeki Chasanah). © Disediakan oleh GoWest.ID
  • Nama : Sri Redjeki Chasanah
  • Tempat/Lahir : Pare Pare, 8 Oktober 1938
  • Saudara : Baharuddin Jusuf Habibie (Abang)
  • Suami : Mayjend (Purn.) Soedarsono DarmoSoewito
  • Pendidikan : Sekolah Asisten Apoteker (SAA) di Bandung.

Sri Soedarsono dan Pentingnya Sebuah Pendidikan

SRI Soedarsono dilahirkan pada tanggal 8 Oktober 1938 di Pare – Pare, Sulawesi Selatan. Oleh orang tuanya diberikan nama Sri Redjeki Chasanah.

Daftar Isi
Sri Soedarsono dan Pentingnya Sebuah PendidikanMasa Kecil, Kemandirian dan Pentingnya Sebuah PendidikanMenikah dan Hidup Bersama SuamiAktif Dalam Kegiatan Sosial

Dalam bahasa Jawa, ‘Sri’ selalu digambarkan sebagai gadis muda yang cantik, ‘Redjeki’ adalah berkah yang diberikan Tuhan. Sedangkan ‘Chasanah’ dalam bahasa Arab berarti kebaikan. ‘Sri Redjeki Chasanah’, sebuah nama yang sarat arti ; seorang gadis muda yang cantik dan diharapkan membawa banyak berkah dan memberikan kebaikan.

Sebuah nama yang diberikan pasangan suami isteri – orang tua Sri Soedarsono – yang merupakan perpaduan nama Jawa dan Islami. Ini karena asal usul kedua orang tuanya. Ibunya adalah seorang asal Jawa, sedangkan sang ayah seorang lelaki muslim asal Sulawesi yang sarat dengan nuansa Islami. Oleh karena itu, tak heran jika kedua pasangan suami isteri itu memberikan nama untuk anaknya yang merupakan perpaduan antara bahasa Jawa dan nuansa Islami.

Sri memiliki delapan bersaudara dan beliau merupakan anak ke enam. Mereka terdiri dari Titi Sri Sulaksmi Mathofani, Sutoto Moh Duhri, Alwini Karsum, Baharuddin Jusuf, Junus Efendi, Sri Redjeki, Sri Rahayu, dan Suyatin Abd. Rahman.

Masa Kecil, Kemandirian dan Pentingnya Sebuah Pendidikan

KEHIDUPAN bahagia Sri bersama ayah dan ibu yang mencintai dan dicintainya tiba-tiba terengut pada 3 September 1950. Ayah Sri meninggal ketika Ibunya baru berumur 36 tahun dan sedang mengandung adiknya yang berumur tujuh bulan. Sedangkan saat itu, Sri sendiri baru 12 tahun.

Ia mengaku kurang merasakan peran dari ayah. Tapi ayahnya telah mendidik dalam kejujuran, kesempatan untuk belajar, menjalankan agama yang bagus, dan harus sekolah.

Setelah sang ayah meninggal, Sri dan saudara-saudara yang lain ditempa ibunya. Ibunya yang memegang kendali. Pendidikan ibunya begitu kuat. 

“Anak-anaknya diajarkan untuk hidup mandiri, semua anaknya dididik untuk bekerja dan bisa melakukan segala hal” kenangnya.

Meski tidak gampang menanggung delapan orang anak, tetapi tekad ibunya, untuk mandiri dan begitu besar dalam mendidik anak-anaknya. 

”Dia bekerja untuk membesarkan anak-anaknya,” lanjutnya mengenang sang ibu.

Sepeninggal ayahandanya, otomatis ibundanyalah yang menghidupi dan membesarkan kedelapan anak-anaknya. Dia telah bertekad untuk membesarkan anak-anaknya dan mewujudkan cita-cita almarhum suaminya untuk memajukan pendidikan bagi anak-anaknya.

Sebagai seorang yang telah ditinggal suami, tidaklah mudah. Bukan saja harus memikirkan biaya hidup sehari-hari, tetapi juga memikirkan masa depan dan pendidikan anak-anaknya. Masalah pendidikan inilah yang paling diutamakan. Menurutnya, pendidikan adalah warisan yang tak bisa ditawar-tawar lagi untuk masa depan anak-anaknya.

Ia sangat menyadari bahwa pendidikan adalah modal utama untuk membangun masa depan anak-anak yang lebih baik. Hal itu terutama ditujukan untuk anak laki-lakinya. Karena itu, tidak heran jika ibunya begitu sungguh-sungguh memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Ibunya sangat yakin, jika pendidikan anak-anaknya baik, maka kelak masa depannya akan lebih baik.

Pada tahun 1950, keluarga besar Sri pindah ke Bandung, sebuah kota yang pada akhirnya akan memberi pelajaran panjang dan turut menentukan sejarah dalam kehidupannya kelak.

Sri yang masih muda, tampaknya tidak saja ditempa menjadi perempuan mandiri di Bandung, melainkan selalu peduli memikirkan orang lain. Benih-benih jiwa sosial dan peduli dengan lingkungannya mulai berkembang dalam dirinya.

Seusai menyelesaikan pendidikan di SMP Ursula, dia melanjutkan ke Sekolah Asisten Apoteker (SAA) di Bandung. Dirinya memilih sekolah kejuruan di SAA lantaran ibunya tidak mampu menyekolahkannya ke perguruan tinggi. Karena itulah ibunya menyarankan untuk melanjutkan pendidikan ke kejuruan agar mudah bekerja.

Sang Ibu memang lebih memprioritaskan anak laki-lakinya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Sedangkan anak-anak perempuan di arahkan ke sekolah kejuruan.

Menikah dan Hidup Bersama Suami

SETELAH menyelesaikan pendidikan SAA, tak lama kemudian ia dilamar oleh seorang laki-laki bernama Soedarsono Darmosoewito (kelak, menjadi tokoh penting dalam merintis Batam menjadi daerah industri, pen).

Ketika itu, Soedarsono yang bekerja sebagai tentara menjadi ajudan Jenderal A. Haris Nasution atau biasa dipanggil Pak Nas. Sri Redjeki menerima lamaran Soedarsono, apalagi ibunya sudah menyetujui hubungan mereka.

Pernikahan tersebut dilangsungkan pada tanggal 18 Januari 1958 di rumah kediamannya di Bandung. Sejak itu resmilah Sri Redjeki Chasanah menjadi istri Soedarsono. Sejak itu pula namanya lebih dikenal sebagai Ny. Sri Soedarsono Darmosoewito.

Bahkan kemudian ia lebih akrab dipanggil Ibu Dar. Dari hasil pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 4 orang anak yaitu tiga laki-laki dan si bungsu perempuan. Keempat anaknya itu yaitu Masmaryanto BA, DR. Ir. Ade Avianto Msc, Ir. Harry Rudiono, dan Drg. Sri Utami dan telah dianugerahi 13 cucu dan 2 cicit.

Sri Soedarsono tiba di Batam tahun 1978, hal tersebut terkait dengan tugas sang suami Mayjen TNI (Purn) Soedarsono Darmosoewito yang mengemban tugas sebagai Ketua Badan Pelaksana (Kabalak) Operasi Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (OPDIPB) yang kemudian menjadi Otorita Batam. Sang suami dipercaya Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang saat itu menjadi Ketua Otorita Batam sekaligus juga kakak iparnya, untuk membangun Batam sebagai kawasan sentra industri.

Sri Soedarsono sudah menyadari kondisi Batam yang masih perlu penanganan serius. Ketika suaminya diminta BJ Habibie untuk memegang Pulau Batam, ia sudah diberitahu tentang kondisi Batam. Akan tetapi sebagai seorang istri yang taat terhadap suami, ia selau siap mendampingi kemana saja sang suami berpindah tempat.

Aktif Dalam Kegiatan Sosial

SRI Soedarsono sudah aktif menjadi relawan sosial sejak tahun 1968. Pada saat sang suami masih menjadi seorang tentara, ia pernah menjadi Ketua Persit. Selain itu Sri Soedarsono juga pernah menjadi salah satu Ketua DNIKS.

Bu dar “sapaan akrabnya” selalu memunculkan hal-hal yang inovatif, khususnya dalam bidang kerelawanan sosial dan pendidikan serta kesehatan, pada tahun 1985 an, ia pernah melatih    + 400 relawan di Batam.

Dalam kegiatan sosial, ia selalu mengembangkan sayapnya, hal ini ditandai di bidang kesehatan di tahun 1984. Berawal dari pemikiran bu Dar, untuk membantu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak di pulau Batam.

Kemudian dengan dukungan Dr.Soemarno, selaku Ketua Perhimpunan Budi Kemuliaan Jakarta, maka niat mulia itupun terwujud, dengan berdirinya Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Budi Kemuliaan Batam yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 8 Oktober 1984.

Balai Pengobatan dan rumah bersalin itu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua lapisan masyarakat, termasuk di antaranya kelompok sosial masyarakat tertinggal (suku laut) dan masyarakat dari daerah yang sulit dijangkau; kelompok sosial resiko tinggi (penghuni kompleks WTS, pekerja kasar, buruh Industri). Bahkan saat ini pada lokasi-lokasi tertentu telah didirikan Balai Pengobatan Pembantu.

Sesuai dengan perkembangan dan tantangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik, maka pada tanggal 8 Oktober 1993, betepatan dengan hari jadinya yang ke-IX, Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan mengembangkan diri menjadi Rumah Sakit Budi Kemuliaan – Batam.

RS. Budi Kemuliaan Batam tetap berpedoman pada tujuan awal serta selalu berusaha meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan kesehatan bangsa melalui pelayanan dan penyiapan sumber daya manusia potensial dalam bidang kesehatan. RS. Budi Kemuliaan juga menyelenggarakan Pusat Penelitian dan upaya pencegahan penyakit menular seperti HIV/AIDS dan Hepatitis B bekerja sama dengan berbagai instansi terkait dalam dan luar negeri.

Selain di bidang Kesehatan, dalam bidang pendidikan, pada tahun 2008, suatu gagasan yang luar biasa juga telah muncul. Hal ini dengan didirikannya Sekolah Luar Biasa atau SLB Agro Industri yang mengajarkan anak berkebutuhan khusus dengan keterampilan di bidang industri pertanian. Sekolah itu dioperasikan di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Sekolah SLB Agro Industri akan menjadi percontohan di tingkat nasional karena baru sekolah ini yang mengajarkan pertanian bagi anak berkebutuhan khusus. Yayasan Penyantun Wiyata Guna Sri Soedarsono adalah yang mendirikannya.

Bu Dar menyampaikan bahwa SLB itu nantinya menjadi sekolah berbasis inklusif yang menampung siswa berkebutuhan khusus dan siswa yang tidak mampu. Semua siswa akan diberikan keterampilan pertanian, seperti pertanian jamur dan sayuran serta pemeliharaan ayam, sapi, dan ikan.

Dalam bidang pendidikan di Batam, ia juga begitu konsen. Di sini, ia bersama beberapa teman seperjuangan mendirikan Ikatan Keluarga Batam (IKB) yang selanjutnya berubah menjadi Yayasan keluarga Batam (YKB). Lembaga ini yang merintis sekolah-sekolah Kartini hingga terus berkembang seperti sekarang, seiring perkembangan Batam dari pulau sepi menjadi sebuah kota industri.

(sus/dha)

Kaitan bj habibie, Soedarsono DarmoSoewito, Sri Soedarsono
Admin 6 Juli 2024 6 Juli 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kesepakatan Paska Ketegangan Supir Taksi Online Vs Konvensional di Bandara Hang Nadim
Artikel Selanjutnya Kode Pos Kecamatan Batam Kota dan Nongsa, Batam

APA YANG BARU?

RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
Artikel 10 jam lalu 63 disimak
Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 14 jam lalu 104 disimak
Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Menadata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
Artikel 1 hari lalu 88 disimak
Empat Orang Terlibat Curanmor Diamankan Petugas Polsek Nongsa
Artikel 1 hari lalu 101 disimak
Demi Menjaga Iklim Investasi, Amsakar Meminta Aturan Khusus Adminduk di Batam
Artikel 1 hari lalu 115 disimak

POPULER PEKAN INI

Serindit Food Center di Tepi Laut untuk Dongkrak Ekonomi UMKM
Artikel 6 hari lalu 431 disimak
Perjuangan Kanada Terhenti, Singa Atlas Maroko Melangkah ke Perempat Final
Sports 7 hari lalu 308 disimak
Tekan Kemiskinan di Pesisir, Batam Jadi Kota Pertama Peluncuran SiTaskin Pesisir
Artikel 4 hari lalu 304 disimak
8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
Sports 3 hari lalu 303 disimak
Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
Statistik 6 hari lalu 294 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?