PEMERINTAH Kabupaten Bintan sedang merumuskan kebijakan strategis demi mendukung kelangsungan pembelajaran anak yang aman dan efektif. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan konsep medikalisasi belajar dan penerapan jam malam bagi pelajar.
Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, menjelaskan bahwa medikalisasi belajar merupakan usaha kolaboratif yang melibatkan lembaga pendidikan, keluarga, dan instansi terkait, termasuk PGRI. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan proses belajar anak melalui pendekatan persuasif dan dukungan psikososial.
“Pembelajaran dari rumah harus menjadi aspek penting, dengan pendampingan yang lebih baik di malam hari,” ujar Ronny Kartika.
Ronny menambahkan, strategi ini bertujuan untuk mengurangi masalah yang muncul di malam hari, seperti kecemasan atau gangguan terhadap anak, serta memastikan bahwa proses belajar tetap berlangsung dengan optimal.
Sementara Ketua PGRI Kabupaten Bintan, Oky Silfebri, menyambut positif rencana ini. Ia menekankan pentingnya mencegah pengaruh sosial negatif terhadap anak di luar jam sekolah dan mendukung pendekatan yang memastikan anak beraktivitas dalam hal-hal konstruktif.
“Kami mendukung kebijakan jam malam untuk melindungi mereka dari pengaruh-pengaruh buruk di masyarakat,” kata Oky.
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan, keamanan, dan aspek psikologis anak.
(nes)