PENCARIAN marathon selama tujuh hari terhadap korban kecelakaan laut di perairan utara Bintan akhirnya membuahkan hasil, meski diwarnai kabar duka. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Dinar (51), Anak Buah Kapal (ABK) KM Kawal Jaya 9 yang sempat hilang akibat insiden tubrukan dengan kapal kargo berbendera Singapura.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan mengapung di sekitar perairan Pulau Nikoi, Desa Teluk Bakau, Bintan, pada Kamis pagi pukul 08.35 WIB.
“Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju Puskesmas Kawal guna proses lebih lanjut,” terang Fazzli di Tanjungpinang, Kamis siang kemarin.
Atas nama seluruh unsur tim gabungan, Fazzli menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berjuang tanpa lelah selama sepekan terakhir. Keberhasilan penyisiran hingga hari ketujuh ini disebutnya sebagai buah dari sinergitas kuat antara TNI-Polri, instansi maritim, hingga masyarakat nelayan setempat.
Dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, misi kemanusiaan ini resmi diakhiri.
“Sesuai dengan hasil debriefing, operasi SAR kecelakaan KM Kawal Jaya 9 dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” lanjutnya.
Tragedi ini bermula pada Jumat (30/10) dini hari di perairan utara Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. KM Kawal Jaya 9 yang mengangkut 14 orang (Person on Board) terlibat tubrukan dengan kapal kargo Singapura. Dinar, warga asal Teluk Bakau, Gunung Kijang, dilaporkan langsung melompat ke laut saat benturan terjadi dan terseret arus.
Sementara itu, 13 kru kapal lainnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Pelabuhan Kawal pada hari pertama insiden.
(nes)


