Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Presiden Prabowo Kembali Lakukan Perombakan Kabinet, Ini yang Ketujuh Kalinya
    15 jam lalu
    Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
    20 jam lalu
    Modus Licik Karyawan PT Satnusa Curi 47 Chip Core i5 & i7, Sembunyikan di Casing HP
    21 jam lalu
    Awal Oktober ini Kabut Asap Masih Menyelimuti Wilayah Batam dan Kepri
    22 jam lalu
    58.139 Jiwa Warga Batam Masuk Kategori Miskin pada 2026
    23 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    17 jam lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    20 jam lalu
    Asian Games 2026, Indonesai Tambah Emas Kembali dari Panjat Tebing Putri
    1 hari lalu
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    3 hari lalu
    Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    1 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    3 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    3 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Antara Kontroversi dan Minim Prestasi

Editor Redaksi 8 tahun lalu 1.6k disimak

SEPAKBOLA Indonesia tampaknya lebih akrab dengan kontroversi dibanding prestasi. Mulai dari kematian suporter yang terus berulang tiap tahunnya hingga yang terbaru dugaan terjadinya pengaturan skor–beken disebut match fixing.

Semua itu akhirnya bermuara ke aparat penegak hukum, termasuk soal match fixing.

Kepolisian kini tengah membentuk gugus tugas khusus bernama Satgas Antimafia Bola untuk memberantas pengaturan skor di liga Indonesia per Jumat (21/12/2018).

“Dibentuk sesuai dengan surat perintah bapak Kapolri nomor 3678 tanggal 21 Desember 2018,” ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono dalam CNN Indonesia.

Argo mengatakan, Satgas dipimpin langsung oleh Brigadir Jendral Hendro Pandowo dan Wakil Ketua Brigadir Jendral Khrisna Murti. Satu tim Satgas terdiri dari 145 orang.

“Data awal kami cari dan buat untuk menemukan konstruksi masalahnya dulu. Setelah itu, baru kami bisa menentukan bagaimana konstruksi hukumnya,” ucap Argo dalam SuperBall.id.

Langkah korps Bhayangkara membuat satgas baru ini sebenarnya tak lepas dari pengakuan mantan Ketua Badan Liga Indonesia–operator kompetisi sepak bola Indonesia–Andi Darussalam Tabusalla, pertengahan pekan ini.

Dalam acara Mata Najwa, pria bertubuh tambun tersebut mengatakan, final Piala AFF 2010 antara Indonesia melawan Malaysia sudah dicampuri mafia sepak bola, tepatnya di laga pertama kedua tim di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Sekadar catatan, saat itu Indonesia kalah dengan agregat 2-4, walau menang 2-1 di laga kedua. Kekalahan 0-3 di laga pertama, menurut Andi–Manajer Timnas Indonesia kala itu–yang telah diatur oleh mafia.

“Setelah bertemu dengan orang-orang Malaysia, mereka bilang ,’Bang, waktu itu kalau kita enggak mainkan, kita enggakmungkin menang. Karena kami (Malaysia) sudah kalah sama Indonesia 5-0 (di babak grup),'” kata Andi yang dikutip dari akun YouTube Najwa Shihab.

Sebenarnya, bila Anda mengikuti sepak bola Indonesia, pernyataan seperti yang dikatakan Andi di atas, tidak mengagetkan. Bak fenomena gunung es, pernyataan mantan Kepala Badan Liga Indonesia itu ibarat pucuknya saja.

Tak perlu sulit-sulit mengingat kejadian satu atau dua dekade lalu. Baru pada akhir November kemarin, sejumlah pertandingan di liga profesional Indonesia ditengarai disusupi pengaturan skor.

Pertama, kala Aceh United vs. PS Mojokerto Putra (PSMP), untuk memperebutkan satu tiket babak semifinal Liga 2 Indonesia. Contoh selanjutnya, kala Madura FC bertemu PSS Sleman, di babak 8 besar Liga 2, pertengahan November.

Kedua contoh tadi bahkan sudah diakui PSSI, sebagai induk olahraga sepak bola Indonesia. Buktinya, Federasi telah menghukum pihak-pihak yang terlibat, Misalnya, pemain PSMP, Krisna Adi Darma, dihukum seumur hidup.

“(PSMP) terbukti melakukan kecurangan (match fixing) pada pertandingan. Hukumannya, larangan ikut serta dalam kompetisi Liga (2) Indonesia tahun 2019 yang dilaksanakan PSSI ,” tulis PSSI di laman resmi mereka, Sabtu (22/12).

Untuk contoh kedua, sami mawon. Bahkan, dalam kasus ini, salah satu orang penting di Madura FC sudah “bernyanyi”. Manajer Madura FC, Januar Herwanto, blak-blakan mengatakan bahwa petinggi PSSI yang mengatur pertandingan tersebut.

Januar berujar bahwa ia ditawari oleh Hidayat, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, uang sebesar Rp100-150 juta agar timnya memberi kemenangan kepada PSS Sleman. Ndilalah-nya, PSS berhasil promosi ke Liga 1 Indonesia musim 2019.

Menurut Januar, ini bukan kali pertama timnya ditawari “proposal kongkalikong”. “Tawaran bukan datang kali ini saja. Namun, karena ini menyangkut orang PSSI, itulah mengapa kami laporkan, (kepada PSSI),” ucap Januar kepada BBC Indonesia.

Kini, Hidayat pun telah dihukum PSSI dengan denda Rp150 juta dan tak boleh berkecimpung dalam dunia sepak bola Indonesia, meski sejak awal dia sudah mengundurkan diri sebagai anggota Exco.

Beberapa kalangan merasa sejumlah hukuman yang telah diberikan PSSI kepada para pelaku pengaturan skor ini terlalu ringan. Apalagi, hukuman diberikan oleh PSSI, yang beberapa oknumnya ditengarai terlibat.

“Jangan bentuk tim internal. Itu sama saja. Bentuk tim yang libatkan orang luar agar kredibilitasnya diakui,” kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot Dewa Broto.

Sejauh ini lima orang sudah dipanggil ke korps Bhayangkara untuk memberi keterangan terkait dugaan mafia pengaturan skor. Tiga dari lima orang itu adalah Sekjen PSSI Tisha Destria, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Berlington Siahaan, dan Manajer Januar Marbun.

Dua saksi lain yang dipanggil polisi adalah Ketua dan Sekjen Badan Olahraga Profesional Indonesia, yaitu Richard Sam Bera dan Andreas Marbun. Pekan depan polisi berencana memeriksa sejumlah saksi lain, salah satunya Gatot.

Menurut catatan perkumpulan kelompok pecinta sepak bola, Indonesia Football Community, hingga saat ini belum ada kasus pengaturan skor yang dibawa ke ranah hukum.

Untuk dapat menyeret mereka ke ranah hukum, Kepolisian didesak menerapkan UU Nomor 11/1980 tentang Tindak Pidana Suap. “Perangkat hukumnya ada, UU No. 11/1980 masih berlaku tentang pidana suap. Pasal 2, 3, 4, dan 5 itu masih berlaku,” kata Gatot dalam Kompas.com.

Marak pengaturan skor ini seolah semakin menegaskan bahwa sepak bola Indonesia lebih riuh kontroversinya ketimbang prestasi. Sejauh ini, belum pernah timnas menjadi juara, termasuk Piala AFF yang lingkupnya sebatas Asia Tenggara saja.

Prestasi yang paling bisa dibanggakan saat ini hanyalah emas SEA Games pada 1987 dan 1991. Selebihnya, Indonesia seolah hanya menjadi “penggembira”.

 

Sumber : Kompas / BBC Indonesia / CNN Indonesia / Beritagar 

Kaitan pengaturan skor, sepakbola, top
Redaksi 29 Desember 2018 29 Desember 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kerjasama Operasi Pelabuhan untuk Meningkatkan Daya Saing Batam
Artikel Selanjutnya Kota Judi yang Kini Mati

APA YANG BARU?

Presiden Prabowo Kembali Lakukan Perombakan Kabinet, Ini yang Ketujuh Kalinya
Artikel 15 jam lalu 68 disimak
FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
Sports 17 jam lalu 115 disimak
Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
Sports 20 jam lalu 178 disimak
Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
Artikel 20 jam lalu 369 disimak
Modus Licik Karyawan PT Satnusa Curi 47 Chip Core i5 & i7, Sembunyikan di Casing HP
Artikel 21 jam lalu 365 disimak

POPULER PEKAN INI

Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 7 hari lalu 658 disimak
Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 2 hari lalu 646 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 6 hari lalu 584 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 4 hari lalu 552 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 4 hari lalu 492 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?