Hubungi kami di

Ini Batam

Antisipasi COVID-19, Pemerintah Diminta Larang Pekerja Singapura dengan Visa Kunjungan Masuk ke Batam

Terbit

|

Anggota Komisi III DPRD Batam, Amintas Tambunan. Photo : Net

ANGGOTA Komisi III DPRD Batam, Amintas Tambunan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Batam memperketat pengamanan terhadap pekerja Singapura yang keluar masuk Batam melalui empat pelabuhan utama yang ada. Hal ini berkaitan dengan upaya pencegahan masuknya COVID-19 melalui WNA Singapura.

Khusus bagi WNA Singapura yang menggunakan visa kunjungan namun kegiatannya untuk bekerja, diminta dilarang masuk ke Batam. Setiap minggunya, kata Amintas, pekerja yang pulang pergi Batam-Singapura ada ribuan orang. Dimana sebagian dari mereka menggunakan visa kunjungan.

BACA JUGA :  Ada 3 Kasus Penderita Zika di Singapura

Untuk mengatasi ini, Amintas menilai memang perlu ketegasan pemerintah, baik Imigrasi dan Disnaker Batam, untuk menjaga potensi penyaluran virus melalui tenaga kerja asing. 

“Untuk memperketat, maka aturan hukum diperketat. Yang visa kunjungan, namun digunakan untuk bekerja, harus dipulangkan,” kata Amintas di Batam pada Rabu (4/3).

Terkait dengan penanganan COVID-19 di lingkungan industri di Batam sendiri, sebelumnya Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti bersama petugas kesehatan di Batam telah melakukan peninjauan ke beberapa perusahaan, salah satunya ke PT Ghim Li di Kawasan Tunas Industri, PT TJK Power Kabil, dan PT FCS RGP Plastic di Kabil.

BACA JUGA :  Terhenti Selama Pandemi | REI Expo Batam Kembali Digelar

Pengecekan juga dilakukan oleh Imigrasi Batam sesuai berdasarkan ketentuan dalam pasal 75 ayat 1 Undang-undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dimana untuk tenaga asing, harus memiliki ijin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA).

*(Bob/GoWestId)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid