PERGERAKAN barang di Batam pada Mei 2026 menunjukkan dua wajah berbeda. Aktivitas kargo udara melambat, sementara angkutan laut domestik masih jadi andalan distribusi.
Dalam keterangan resminya, Kepala BPS Kota Batam Eko Aprianto menyebut, data ini mencerminkan adanya penyesuaian arus distribusi barang, baik untuk pasar domestik maupun luar negeri.
Kargo Udara: Bongkar Naik Tahunan, Muat Anjlok
Untuk angkutan udara domestik, volume bongkar tercatat 1.915,81 ton. Angka ini turun 2,84% dibanding April 2026. Tapi secara tahunan justru melonjak 49,66% dari 1.280,14 ton di Mei 2025.
Berbanding terbalik dengan volume muat. Mei 2026 hanya 543,46 ton, merosot 21,71% dibanding bulan sebelumnya. Secara tahunan bahkan anjlok 50,10% dibanding Mei 2025.Di jalur internasional, kondisinya makin tipis.
Volume muat kargo cuma 0,99 ton, turun tajam 74,67% dibanding April. Sementara bongkar kargo internasional naik 21,85% menjadi 2,99 ton.
Angkutan Laut: Domestik Jadi Tulang Punggung
Berbeda dengan udara, sektor laut masih menunjukkan ketahanan.
“Di sisi lain, sektor angkutan laut masih menjadi tulang punggung distribusi barang di Batam,” ujar Eko, Selasa (7/07/2026).
BPS mencatat volume muat barang laut domestik Mei 2026 mencapai 413.181 ton. Naik 22,17% dibanding April. Secara tahunan tumbuh 35,99% dari 303.840 ton di Mei 2025.
Namun aktivitas bongkar domestik justru melambat. Total bongkar 740.005 ton, turun 27,79% dibanding bulan sebelumnya dan turun 23,03% dibanding Mei tahun lalu.
Untuk jalur internasional, volume bongkar tercatat 278.908 ton. Turun 1,39% secara bulanan dan merosot 40,42% dibanding Mei 2025.
Volume muat internasional juga turun 9,59% menjadi 174.483 ton dibanding April. Tapi secara tahunan masih tumbuh tipis 1,80%.
Cerminan Aktivitas Ekonomi
Eko menjelaskan, fluktuasi arus barang ini dipengaruhi permintaan industri, perdagangan, hingga pola distribusi.
“Secara umum data Mei menunjukkan adanya penyesuaian di sektor logistik. Kinerja angkutan laut domestik, khususnya dari sisi muatan, masih positif. Ini cerminan distribusi barang dalam negeri masih berjalan cukup baik,” pungkas Eko.
(*)


