Hubungi kami di

Khas

Asnah Mundur Dari Partai Demokrat Kepri | Soal Komitmen Atau Nepotisme?

Terbit

|

DENGAN mundurnya Asnah dari Partai Demokrat, maka menambah deret panjang partai politik lain yang pernah disinggahi dan kemudian ditinggalkannya. Sebelum terakhir di partai Demokrat, Asnah pernah tercatat bergabung dengan PAN dan Gerindra.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, alasan pengunduran ini karena tidak adanya satu kata dengan perbuatan, seperti itu saja. Kami ingin komitmen-komitmen saja, itu saja” kata Asnah saat ditanya alasan pengunduran dirinya dari partai Demokrat, Senin (1/8/2022).

Asnah diketahui baru menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat selama 3 bulan, Asnah memilih mengundurkan diri dari partai berlambang mercy tersebut, Senin (1/8/2022).

“Hari ini, tentang pengunduran diri saya. Besok saya akan teruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Saya imbau seluruh kader (loyalis Asnah, red) untuk tetap tenang. Kemana nanti kita berlabuh, kita tunggu saja,” kata Asnah di Rumah Dewan Pendiri Perpat, Bengkong Sadai saat menggelar konferensi pers mengenai pengunduran dirinya.

Sementara itu, suami Asnah yang juga Wakil Ketua Dewan Kehormatan Daerah Partai Demokrat Kepri, Saparuddin Muda mengatakan ia dan istrinya mundur karena sudah merasa lelah, capai, dan tidak merasa nyaman lagi di Demokrat.

BACA JUGA :  KPU Tanjungpinang Usulkan Rp 38 M untuk Anggaran Pemilu 2024

“Intinya kenyamanan. Kalau kerja tidak nyaman, tidak sejalan, tidak sepaham, terzalimi, saya tidak segan-segan keluar mencari yang baru,” jelasnya.

Sang suami, Saparuddin Muda yang mendampingi Asnah di partai Demokrat belakangan ini, memiliki catatan lebih panjang dalam urusan keluar masuk partai. Mulai dari partai Demokrat, PAN, Hanura, PKPI, Gerindra, Perindo sebelum akhirnya kembali ke partai Demokrat dan kemudian keluar lagi saat ini.

Tanggapan pengurus DPP Partai Demokrat

Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Teuku Riefky Harsya mengungkap alasan Asnah mundur dari partai berlambang mercy tersebut.

“Pengunduran diri Asnah dari jabatan Ketua DPD Demokrat Kepri bukanlah hal yang mengejutkan bagi kami,” kata Riefky dalam keterangan pers resmi, Senin (1/8/2022).

Alasan pengunduran diri Asnah tidak jauh-jauh dari urusan nepotisme, yakni kepentingan keluarga.

“Rencana pengunduran diri Asnah sudah disampaikan kepada DPP Demokrat sebagai sebuah klausal baku,” terangnya.

BACA JUGA :  Hadapi Pemilu 2024, KPU & Bawaslu Bangun Sinergisitas

“Jika Saudara Kamarudin tidak terpilih pada posisi atau jabatan tertentu di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Batam, Asnah akan mengundurkan diri dari jabatannya. DPP Demokrat telah berupaya mengakomodir Saudara Kamarudin yang merupakan menantu dari Asnah pada posisi dan jabatan strategis lainnya, namun Asnah tidak dapat menerimanya,” ujarnya menerangkan alasan pengunduran diri Asnah.

Riefky menegaskan Demokrat sebagai partai yang berdaulat tidak dapat diancam oleh pihak manapun, apalagi untuk kepentingan individu dan politik praktis semata.

“Untuk itu, Demokrat telah menyiapkan penggantinya sebagai Pelaksana Teknis (Plt) Ketua Demokrat Kepri,” jelasnya.

Plt ini akan menjabat sampai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

“Demokrat menunjuk Kepala Departemen Pengurus DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto sebagai Plt Ketua DPD Demokrat Kepri. Saat ini, Saudara Didik juga merupakan anggota DPR RI Fraksi Demokrat di Komisi III yang membidangi hukum dan HAM,” paparnya.

(leo)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid