Hubungi kami di

Jiran

Banjir Gelombang Ketiga Ancam Malaysia

Terbit

|

Bencana banjir di Malaysia yang terjadi Desember 2021 lalu. F. Dok. CNNIndonesia/ REUTERS/STRINGER

SEDIKITNYA 10 ribu warga Malaysia masih mengungsi akibat banjir di sejumlah kawasan belum juga surut. Namun negeri Jiran itu diprediksi terancam diterjang banjir gelombang ketiga pada bulan ini hingga Februari.

Menurut Direktur Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air dan Hidrologi, Kementerian Irigasi dan Drainase Malaysia (DID), Azmi Ibrahim, pada bulan Januari hingga Februari level air laut akan berada pada tingkat tertinggi, yang mana dapat menyebabkan banjir.

“(Kebanyakan air pasang) akan merendam daerah dataran rendah jika tak ada perlindungan,” kata Ibrahim dalam program Malaysia Petang Ini, sebagaimana dikutip The Star, Senin (3/1).

Ibrahim menyatakan, salah satu langkah yang dapat mencegah banjir ialah membangun bendungan di sepanjang pantai. Pembangunan ini bertujuan untuk mencegah agar air pasang tak masuk dan menggenangi wilayah pesisir.

BACA JUGA :  5 Lajur di Jalur Sekupang pada 2020

“Namun, situasi bakal menjadi lebih buruk jika level air sungai (ikut) naik akibat hujan lebat. Air sungai tak bisa mengalir ke laut dan malah berbenturan dengan muka air laut yang tinggi, dan kemudian dapat menyebabkan banjir besar,” tuturnya.

Ancaman ini datang ketika banjir gelombang kedua di sejumlah titik di Malaysia belum surut. Lebih dari 10 ribu warga pun masih mengungsi akibat banjir yang melanda Malaysia pada awal Januari.

Sampai saat ini, ada enam negara bagian yang masih menampung pengungsi, yakni Melaka, Pahang, Johor, Negeri Sembilan, Sabah, dan Selangor.

Johor menjadi negara bagian yang paling banyak pengungsi, yakni mencapai 4.453 jiwa. Sementara itu, 3.264 orang mengungsi di Sabah, dan 1.491 lainnya di Pahang menampung 1.491 pengungsi.

BACA JUGA :  Temukan Masakan Khas Melayu di Batam Wonderfood Ramadhan

Berdasarkan data pemerintah yang dirujuk MalayMail, Melaka kini menampung 468 pengungsi. Di Negeri Sembilan ada 589 pengungsi yang masih berada di posko bencana. Terakhir, masih ada 40 pengungsi di Selangor.

Negara bagian lain yang ikut terdampak, Terengganu, berhasil pulih sepenuhnya dari banjir mengingat. Dua posko pengungsian terakhir di daerah itu pun telah ditutup pada Rabu (5/1).

Malaysia tengah menghadapi sejumlah banjir parah sejak Desember tahun lalu. Gelombang pertama terjadi di pertengahan Desember, disusul gelombang kedua di akhir 2021 hingga awal tahun ini.

Salah penyebab banjir ialah ialah hujan lebat yang kerap mengguyur negara itu. Selain itu, koordinasi antar-lembaga dan sistem drainase yang buruk juga disebut-sebut menjadi penyebab banjir di Malaysia tak kunjung surut.

(*)

sumber: CNNIndonesia

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid