Hubungi kami di

Kota Kita

Banjir Rob Ancam Kepri 15-19 Mei, Ini Wilayah Terdampak

“Stasiun BMKG Hang Nadim Batam memprediksi fenomena rob melanda sejumlah wilayah pesisir Kepri,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kepri, M. Hasbi, Sabtu (14/5/2022), seperti dikutip kantor berita Antara.

Terbit

|

Pengendara menerobos genangan banjir rob di Jalan RE Martadinata, Tanjunguban, Senin (6/12/2021). BPBD memperingatkan banjir rob berpotensi terjadi dalam rentan 15-19 Mei 2022 ini. F. Dok. batampos.co.kd/Slamet Nofasusanto

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam memprediksi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berpotensi diterjang banjir rob untuk kawasan pesisir pada tanggal 15-19 Mei ini.

Demikian pernyataan disampaika  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau. Untuk itu,  BPBD mengimbau masyarakat mewaspadai potensi rob pada tanggal tersebut.

“Stasiun BMKG Hang Nadim Batam memprediksi fenomena rob melanda sejumlah wilayah pesisir Kepri,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kepri, M. Hasbi, Sabtu (14/5/2022), seperti dikutip kantor berita Antara.

BACA JUGA :  Tim KPRD Batam Siapkan Dokumen RDTR 20 tahun Kedepan

Hasbi menjabarkan, beberapa wilayah yang berpotensi diterjang rob di antaranya Kota Batam Pesisir, tepatnya di Kecamatan Batuaji, Sekupang, Nongsa, dan sekitarnya.

Sementara itu, Kota Tanjungpinang Pesisir juga berpotensi dilanda banjir roba, tepatnya di Kecamatan Tanjungpinang Kota,Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari, dan sekitarnya.

Untuk Kabupaten Pesisir, banjir berpotensi melanda Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, dan sekitarnya.

Kabupaten Karimun Pesisir juga berpotensi dilanda rob, tepatnya di Kecamatan Meral, Kelurahan Pamak, dan sekitarnya.

Selain itu, banjir juga dapat melanda Kabupaten Anambas Pesisir di Kecamatan Siantan, Siantan Timur dan sekitarnya, Kabupaten Natuna di Kecamatan Bunguran Timur, juga pesisir Pulau Laut dan sekitarnya.

BACA JUGA :  Hadapi Pemilu 2024, KPU & Bawaslu Bangun Sinergisitas

Menurut Hasbi, rob dapat berdampak pada gangguan transportasi sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas warga, hingga bongkar muat di pelabuhan.

Hasbi mengimbau agar warga menghubungi instansi penanganan bencana terdekat jika membutuhkan pertolongan akibat rob.

“Masyarakat harus selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari gelombang tinggi dan pasang maksimum air laut,” ujarnya.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid