Hubungi kami di

Pendidikan

Belajar Tatap Muka di Kepri Dimulai Juli 2021

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi, Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad meninjau belajar tatap muka di Kecamatan Belakangpadang. Ist.

PROVINSI Kepulauan Riau menyatakan Kepri siap membuka aktifitas belajar tatap muka secara terbatas. Rencananya mulai Juli 2021 nanti belajar tatap muka dimulai dengan berbagai ketentuan.

“Ini mengembalikan aktivitas anak-anak sesuai koridornya yakni mendapatkan pendidikan dan mencegah kegiatan negatif. Tentu kita sesuaikan dengan kondisi dan ketentuan yang ada,” kata Marlin saat Video Conference Pengumuman SKB 4 Menteri di Graha Kepri, Kota Batam, Selasa (30/3/2021).

Untuk mendukung belajar tatap muka, Wagub Marlin meminta tenaga pendidik diprioritaskan untuk divaksin, termasuk anak-anak yang sudah mencapai usia vaksin, yaitu mereka yang berumur mulai 16 tahun.

“Tentu prosesnya nanti, harus tetap dengan patuh pada protokol kesehatan agar aman dan tidak muncul klaster baru akibat sekolah tatap muka dibuka,” katanya.

Marlin menyebutkan bahwa dia mendapat keluhan dari para orang tua terkait tingkat kebosanan anak-anak yang ikut sekolah daring. Karena itu dengan akan dilaksanakan sekolah tatap muka, Marlin sangat menyambut baik.

Pada vicon yang membahas Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 itu, Wagub Marlin didampingi Kadis Pendidikan Muhammad Dali. Vicon itu menghadirkan langsung empat menteri. Yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

BACA JUGA :  Mendikbud-Mendagri Pastikan Kebijakan Pembelajaran Saat Pandemi Dilaksanakan Kepala Daerah

Mendikbud Nadiem menyampaikan bahwa saat ini sudah boleh dilakukan tatap muka terbatas seperti tiga kali pertemuan dalam satu minggu. Tentu dengan membatasi jumlah siswa didalam ruangan kelas dan jam belajar yang dibatasi juga, karena sebagai persiapan dan acuan.

“Target Juli 2021 seluruh sekolah harus sudah tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dibantu tenaga pendidik itu sendiri,” kata Nadeim.

Sementara Menkes Budi menyampaikan bahwa vaksinasi untuk tenaga pendidik sudah dimulai dari Maret 2021 dan akan terus berkoodinasi dengan pihak terkait. Memang menurut Budi, vaksin untuk anak belum ada, baru dimulai dari usia 16 tahun karena berdasarkan ahli apabila anak terkena Covid-19 akan sembuh dengan sendiri yang memiliki imun kuat.

(*/nes)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook