Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Tindak Balap Liar dan Knalpot Brong, Polresta Barelang Sita 83 Motor di Batam
    8 jam lalu
    Dishub Batam Targetkan 15 Halte Baru Hingga 2027
    8 jam lalu
    Krisis Sampah Batam: Armada Minim dan TPA Telaga Punggur Kian Over Kapasitas
    1 hari lalu
    Proyek Rekonstruksi Dimulai, Jalan Bintang Tanjung Uncang Ditutup Total Selama Lima Bulan
    1 hari lalu
    Pria di Batam Bacok Korban Menggunakan Parang di Parkiran Hotel
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Tersesat di Labirin Pulau-Pulau; Di Wilayah Kuasa Hamet dari Pulau Buluh”
    19 jam lalu
    Spanyol Juara Piala Dunia 2026
    19 jam lalu
    Hujan Gol di Miami, Inggris Tekuk Prancis 6-4
    2 hari lalu
    Workshop Literasi Para Ibu untuk Perkuat Karakter Anak
    3 hari lalu
    Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    3 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    2 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Ragam

Deklarasi Majelis Rakyat Global, Dorong Perdamaian di Laut Natuna Utara

Editor Admin 4 tahun lalu 499 disimak

MAJELIS Rakyat Global Indonesia tengah menginisiasi rencana deklarasi sebagai upaya melahirkan dan mendorong perdamaian terkait kisruh di kawasan Natuna.

Majelis Rakyat Global Indonesia merupakan gabungan sejumlah organisasi masyarakat sipil. Menurut Yudi Syamhudi Suyuti, Koordinator Eksekutif Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) selaku salah satu inisiator deklarasi mendorong pemerintah China untuk tunduk pada hukum internasional.

“Kami meminta China menghormati kedaulatan laut negara-negara berdaulat yang telah ditetapkan melalui UNCLOS. Jika China tunduk pada hukum internasional, maka perdamaian akan dapat dicapai dengan kesepakatan-kesepakatan baru,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (31/1/2022).

Dia menuturkan, rencana deklarasi tersebut dilakukan guna mencegah potensi letupan perang di wilayah Indo Pasifik. Oleh karena itu, pihaknya telah menggalang berbagai organisasi sipil untuk terlibat.

Sejumlah organisasi yang siap bergabung di antaranya adalah Front Nelayan Indonesia (FNI), Front Pelaut Pelayar Nasional (FPPN), Front Kekuatan Rakyat Indonesia, ISMAHI, dan APDESI, serta Aliansi Aktivis Indonesia.

Yudi menjelaskan salah satu misi dari Deklarasi Majelis Rakyat Global Indonesia adalah membentuk Pakta Perdamaian Pasifik dengan menggalang sebanyak-banyak organisasi masyarakat sipil global dan bekerja sama dengan negara-negara di dunia.

Beberapa negara yang menjadi sasaran kerja sama, antara lain Amerika Serikat, Eropa, Inggris, Australia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, beserta negara-negara ASEAN lainnya termasuk negara-negara yang berada di wilayah perairan Pasifik. Atau negara-negara yang berkepentingan di wilayah Perairan Pasifik.

Menurutnya, dalam menyikapi persoalan politik kelautan di wilayah Pasifik tersebut, pihaknya sepakat untuk tidak lagi menggunakan nama Laut China Selatan.

“Untuk wilayah kelautan Indonesia, kami menyebut Laut Natuna Utara, sedang untuk internasional, kami menyebut perairan Indo Pasifik,” ungkapnya.

Yudi menjelaskan, pihaknya mencatat tiga persoalan berkaitan dengan konflik kelautan pasifik tersebut, yakni persoalan nasional, regional, dan global.

Ketiga persoalan tersebut, kata dia, menyangkut masalah kedaulatan lautan nasional Indonesia dan wilayah regional negara-negara yang telah ditetapkan oleh hukum kelautan internasional melalui UNCLOS.

Sebagai contoh, masalah kedaulatan nasional Indonesia yang telah ditetapkan UNCLOS 1982 sebagai hukum kelautan Nasional Indonesia dan pada 2016 terjadi perubahan nama dari Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara saat terjadinya Arbitrase Internasional di Den Haag.

“Akan tetapi justru saat ini wilayah kelautan yang disebut dunia global Laut China Selatan justru diklaim 90 persen wilayahnya sebagai wilayah Laut Yurisdiksi oleh China dengan didasari oleh hukum nasional mereka,” paparnya.

Yudi mengatakan di Laut Natuna Utara, China melarang Indonesia melakukan pemanfaatan sumber daya alam, seperti pengeboran minyak dan gas yang menjadi hak negara.

Kedaulatan RI di Natuna

Sementara itu, Direktur Indonesian Club yang juga Pendiri UNWCI (UN World Citizen Initiative) Indonesia Campaign, Harsta Mashirul, mendukung upaya perdamaian atas kisruh yang terjadi di Natuna.

Dia mengatakan posisi Indonesia bersama negara-negara Asia Tenggara di Samudra Pasifik masuk dalam arus konflik perairan Indo-Pasifik berhadapan dengan klaim sepihak Nine Dash Line oleh Republik Rakyat China.

Menurutnya, Indonesia adalah negara merdeka yang berdaulat yang ikut serta dalam mewujudkan dan menjunjung tinggi perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Sehingga politik luar negeri Indonesia, adalah bebas aktif untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka dalam penghapusan segala bentuk penjajahan diatas dunia,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong Indonesia memposisikan diri sebagai negara berdaulat yang bermartabat dan sejajar di antara negara-negara di dunia.

Dia mengatakan negara tetangga tidak boleh semena-mena wilayah kedaulatan Indonesia sebagai bagian dari wilayahnya. Hal tersebut juga berlaku pada seluruh wilayah kedaulatan perairan Indonesia.

“Dengan berpegang teguh pada mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, seluruh rakyat Indonesia wajib bergerak bersama-sama menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Hubungan Internasional dan Guru Besar Fakultas Hukum Indonesia, Hikmahanto Juwana, menuturkan pemerintah Indonesia harus memiliki keberpihakan untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara terkait persoalan di Natuna Utara.

Menurutnya, pemerintah dan juga para nelayan boleh mengabaikan klaim-klaim sepihak atas China yang mengaku-ngaku memiliki kawasan di Natuna yang secara data peta merupakan kawasan milik Indonesia.

“Seperti pada 2016, Presiden Jokowi pernah memerintahkan agar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dibanjiri oleh para nelayan Indonesia dan juga perbanyak pengeboran untuk produksi minyak,” ujarnya.

Dia menambahkan sikap China terkait klaim atas kepemilikan kawasan di Natuna Utara tak lain adalah persoalan ekonomi untuk menghidupi populasi penduduk China yang mencapai sekitar 1,4 miliar.

(*)

sumber: CNNIndonesia.com

Admin 31 Januari 2022 31 Januari 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Keluarga Menunggu Kedatangan Jenazah Korban Kapal Tenggelam di Malaysia
Artikel Selanjutnya Tahun 2022 Jadi Shio Macan Air, Ini Filosofi Shio Macan

APA YANG BARU?

Tindak Balap Liar dan Knalpot Brong, Polresta Barelang Sita 83 Motor di Batam
Artikel 8 jam lalu 80 disimak
Dishub Batam Targetkan 15 Halte Baru Hingga 2027
Artikel 8 jam lalu 98 disimak
“Tersesat di Labirin Pulau-Pulau; Di Wilayah Kuasa Hamet dari Pulau Buluh”
Histori 19 jam lalu 163 disimak
Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Sports 19 jam lalu 148 disimak
Krisis Sampah Batam: Armada Minim dan TPA Telaga Punggur Kian Over Kapasitas
In Depth 1 hari lalu 202 disimak

POPULER PEKAN INI

Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
Artikel 6 hari lalu 417 disimak
Workshop Literasi Para Ibu untuk Perkuat Karakter Anak
Pendidikan 3 hari lalu 313 disimak
Angka Kecelakaan Lalulintas di Batam Meningkat, Kematian di Jalan Turun
Artikel 3 hari lalu 301 disimak
Penolakan Lahan Sekolah Rakyat di Pulau Rempang
In Depth 4 hari lalu 294 disimak
PMII Minta Polisi Periksa Tiga Anggota DPRD Batam
Artikel 3 hari lalu 286 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?