DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus berbenah mematangkan fasilitas transportasi publiknya. Pada tahun 2026 ini, mereka menargetkan pembangunan delapan halte baru untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam demi mendongkrak kenyamanan penumpang di titik-titik krusial.
Proyek infrastruktur ini disokong langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam, dengan alokasi dana sekitar Rp90 juta untuk setiap unit halte.
Kepala UPT Trans Batam Dishub Batam, Bambang Sucipto, menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan didasarkan pada skala prioritas dan tingkat kepadatan penumpang yang tinggi.
“Dimana yang paling membutuhkan dan paling banyak penumpangnya itu yang kita dahulukan. Contohnya halte di depan Rumah Sakit Awal Bros-Perumahan Casablanca yang sempat dibongkar karena pelebaran jalan. Begitu pengerjaan jalan selesai, halte langsung kita bangun kembali,” sebut Bambang.
Dishub Batam telah memetakan beberapa titik strategis yang dinilai paling mendesak untuk segera difasilitasi halte baru, antara lain:
- Kawasan Masjid Agung Batam
- Simpang Batu Besar
- Depan Lanud TNI AU Batu Besar
- Kampung Tengah Batu Besar
- Bundaran Base Camp
- Kawasan Casablanca (Depan RS Awal Bros)
Kendati daftar lokasi telah dikantongi, Bambang menyebutkan bahwa titik pembangunan masih bisa disesuaikan dengan dinamika dan kondisi riil di lapangan. Seluruh pengerjaan fisik ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada Oktober 2026.
Menyadari pentingnya percepatan pembangunan, mereka mengaku tidak hanya berpangku tangan pada dana daerah, tapi bergerak aktif merangkul sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami juga sedang mengajak pihak swasta ikut berpartisipasi membangun halte di Batam melalui program CSR. Saat ini kami sedang menyurati sejumlah perusahaan,” ungkap Bambang.
Langkah kolaboratif ini berkaca pada keberhasilan tahun 2025 lalu. Selain sukses membangun 10 halte baru (seperti di Politeknik Negeri Batam, Plamo Garden, dan Pandawa), Dishub Batam sebelumnya juga berhasil menggandeng pusat perbelanjaan untuk menginisiasi pembangunan Halte K-Square.
Saat ini, setiap armada Trans Batam telah mengadopsi teknologi terkini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan. Beberapa fasilitas unggulan yang sudah tersedia di dalam bus meliputi:
- Sistem Keamanan: Dilengkapi dengan 5 titik kamera CCTV.
- Kenyamanan: Ruangan ber-AC penuh dan fasilitas pengisi daya ponsel (charger).
- Informasi Digital: Layar video untuk informasi/iklan serta sistem GPS yang terintegrasi.
Menariknya, masyarakat kini bisa memantau posisi bus dan estimasi waktu kedatangan secara real-time melalui aplikasi resmi Sip TB. Melalui integrasi fasilitas fisik dan digital ini, Pemkot Batam berharap transportasi massal dapat menjadi pilihan utama mobilitas warga.
(dha/antara)


