Hubungi kami di

Natuna

Dorong Sektor Pariwisata, Pemkab Natuna Beri Insentif Pajak Bagi Investor

Terbit

|

Keindahan obyek wisata Alif Stone Park di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. F. Dok.KOMPAS.com

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Natuna terus fokus dalam membangun sektor pariwisata di daerah terdepan Indonesia itu. Bahkan, untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata, Pemkab Natuna siap memberikan insentif atau keringanan pajak bagi investor.

“Sepanjang kewenangan distribusi pajak itu ada di daerah, maka bisa diberikan insentif bahkan nol pajak distribusinya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten (Dispar) Natuna, Hardinansyah, saat menjadi pembicara di acara Kopi Pagi oleh Dinas Kominfo Kabupaten Natuna dan RRI Ranai di Sepempang, Bunguran Timur, Natuna, Jumat (5/8/2022).

Dikutip dari Antara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Natuna, Hardinansyah, mengatakan potensi berinvestasi di bidang pariwisata ke Natuna akan sangat menjanjikan bagi para investor, karena infrastruktur dasar telah tersedia.

“Kami mengajak untuk berinvestasi di serpihan surga (Natuna) yang jatuh ke bumi ini. Datanglah ke Natuna, jangan takut, jangan ragu, untuk jangka pendek ini memang ada kendala, tetapi untuk jangka panjang Natuna sangat luar biasa,” kata Hardinasyah.

BACA JUGA :  Malaysia, Singapura, dan Brunei Bakal Meriahkan¬† Kenduri Seni Melayu 2022 di Batam

Sejauh ini, lanjut Hardinasyah, pemerintah daerah sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin berinvestasi di bidang pariwisata di Natuna.

“Kami mengembangkan karpet merah, welcome ke Natuna, sejauh ini sebenarnya sudah ada, tetapi para investor butuh kepastian jangka panjang, mereka masih menunggu siapa jadi Bupati Natuna ke depan, siapa yang menjadi Presiden ke depan, karena itu berpengaruh pada kebijakan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, sejak tahun 2019 para investor bidang pariwisata telah berdatangan ke Natuna, tetapi terhenti karena pandemi Covid-19.

“Di Penarik (nama daerah di Natuna) sudah ada Grand Hyatt Group, dari awal mereka sudah membeli 96 hektare lahan, namun hingga sekarang belum mereka bangun, mereka masih menunggu kebijakan politisnya (kebijakan pemerintah jangka panjang),” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kunjungi Pasar Puan Ramah Batu 7, Wali Kota Tanjungpinang Sempatkan Berbelanja

Ia juga menjelaskan kendala jangka pendek yang dimaksud adalah transportasi udara saat ini masih terbatas dan ketersediaan pasokan listrik terus ditambah. “Namun itu semua telah dilakukan upaya penambahan daya oleh pemerintah pusat,” ucapnya.

“Terkait transportasi kami telah menemui Menteri BUMN pak Erick Thohir, meminta agar pesawat Garuda atau Citilink masuk ke Natuna, begitu juga dengan listrik kami telah bertemu dengan Menteri Koordinator Kemaritiman pak Luhut, kita minta daya listrik ditambah 2 megawatt, malah dikasih 10 megawatt, namun ini semua butuh proses,” ungkap Hardinasyah.

(*)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid