Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri
    23 jam lalu
    Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
    24 jam lalu
    Pengangguran di Kepulauan Riau Meningkat Tajam, Capai 75.000 Orang
    24 jam lalu
    BUMD Kepri Disorot, Banyak yang Tidak Mencapai Target Kinerja
    2 hari lalu
    Apakah Proses Pengurusan UWT Di BP Batam Berbelit?
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
    23 jam lalu
    Inter Milan Raih Scudetto ke 21, Pesta Biru Hitam di Kota Milano
    4 hari lalu
    Disdik Batam Himbau Keluarga Mampu Pilih Sekolah Swasta
    4 hari lalu
    “Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
    5 hari lalu
    Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 hari lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    5 hari lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    5 hari lalu
    Pulau Pecong, Batam
    2 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Budaya

Festival Kue Bulan Digelar di Kota Lama

Editor Admin 3 tahun lalu 965 disimak
Festival kue bulan digelar di Jalan Merdeka, Kota Lama, Tanjungpinang, Kepri, Jumat (29/9/2023).

FESTIVAL kue bulan (Mooncake) tahun 2023, digelar di kawasan Kota Lama, Tanjungpinang, Jumat (29/9/2023).

Daftar Isi
Tentang Festival Kue Bulan Cerita Tentang Legenda LamaSejarah Festival Kue BulanFakta Tentang Festival Kue Bulan

Kegiatan dibuka Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, yang diawali dengan acara fashion moon cake, lomba melukis tingkat SD, hingga bazar kuliner. Selain itu, panitia juga memasang lampu lampion di sepanjang jalan Kota Lama.

“Nanti malam, acara dilanjutkan dengan pesta ribuan lampu lampion,” kata Hasan usai membuka festival moon cake di Kota Lama, Jalan Merdeka, Kota Tanjungpinang, Jumat.

Hasan menyampaikan festival moon cake merupakan tradisi perayaan panen pasca musim gugur bagi masyarakat Tionghoa.

Masyarakat Tionghoa mendedikasikan acara ini untuk berterima kasih kepada Dewa atas segala hasil bumi atau nikmat yang diterima dan merupakan tradisi yang dipertahankan antargenerasi.

“Kami mendukung kegiatan digelar setiap tahunnya guna memperkenalkan warisan budaya leluhur warga Tionghoa kepada generasi muda,” ujar Hasan.

Hasan mengapresiasi pihak penyelenggara festival moon cake tahun ini. Bahkan ia berkomitmen akan memberikan bantuan anggaran hibah pada tahun 2024 agar pelaksanaan kegiatan ini bisa dikemas lebih baik, sehingga mampu mendatangkan wistawan domestik sampai mancanegara ke pusat ibukota Provinsi Kepri tersebut.

“Jadi selain pelestarian budaya Tionghoa, kita juga ingin acara ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ,” ucap Hasan.

Menurut dia, Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri terus berkolaborasi guna mempercantik Kota Lama, mulai dari membangun jalur pedestrian, mengecat ulang bangunan rumah dan toko (Ruko), hingga menata kabel semrawut dengan ditanam ke dalam tanah.

“Sekarang Kota Lama sudah makin rapi dan cantik. Kita mengajak semua lapisan masyarakat berkontribusi membangun Tanjungpinang ke arah yang lebih baik,” kata Hasan.

Tentang Festival Kue Bulan

Momen perayaan Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival, biasa digunakan sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati kue bulan bersama.

Kue bulan sendiri dalam bahasa mandarin dikenal dengan tiong ciu pia. Tiong berarti tengah, ciu artinya musim gugur, dan pia merujuk pada nama jenis kue yang berbentuk bulan dengan isi di dalamnya.

Terdapat sebuah legenda yang melatarbelakangi adanya perayaan Festival Kue Bulan. Legenda tersebut terjadi ribuan tahun lalu yang dipercaya oleh warga Tionghoa. Simak ulasan GoWest.ID sebagaimana dilansir dari berbagai sumber:

Cerita Tentang Legenda Lama

Melansir dari laman South China Morning Post, Festival Kue Bulan merupakan peringatan yang berasal dari budaya kuno China. Festival yang juga dikenal dengan nama Mid-Autumn Festival ini jatuh pada hari ke-15 bulan kedelapan dalam kalender penanggalan China.

Ilustrasi kue bulan. ©Pixabay

Tepatnya, ketika bulan berada di puncaknya dan terlihat paling terang. Perayaan ini merupakan festival tradisional China terpenting kedua setelah Tahun Baru Imlek. Adapun legenda terkenal terkait Festival Kue Bulan yakni, diceritakan bahwa dulunya bumi memiliki 10 matahari di mana panasnya merusak dunia dan menyebabkan kekeringan.

Atas permintaan Kaisar Surga, diceritakan seorang pemanah hebat Hou Yi menembak jatuh sembilan matahari dan menyelamatkan kehidupan di bumi. Sebagai hadiah atas tindakannya, Hou Yi diberi ramuan keabadian. Ia pun menyimpan ramuan tersebut di rumahnya dan berencana membaginya dengan istrinya, Chang’e.

Ketika Hou Yi pergi berburu, salah seorang muridnya bernama Feng Meng berniat untuk mencuri ramuan keabadian tersebut. Untuk mencegahnya, Chang’e langsung meminum ramuan itu dan naik ke surga, di mana dia menjadikan bulan sebagai rumahnya.

Hou Yi sangat sedih sehingga dia mengorbankan makanan favorit Cheng E pada malam bulan purnama untuk mengenangnya. Kebiasaan ini lambat laun menyebar menjadi cerita rakyat.

Sejarah Festival Kue Bulan

Festival Kue Bulan ini berasal dari upacara pemujaan bulan sekitar 3.000 tahun lalu selama Dinasti Zhou (1046 – 256 SM). Catatan paling awal dalam karakter China “Pertengahan Musim Gugur” ada dalam buku Dinasti Han (202 SM – 220 M).  

Dalam dinasti berturut-turut, ada kebiasaan seperti menyanyi dan menari di bawah sinar bulan dan menyembah bulan pada hari ke-15 bulan ke-8 lunar. Kebiasaan menghargai bulan menjadi semakin populer pada awal Dinasti Tang (618 – 907 M).

Pada masa Dinasti Ming (1368 – 1644 M) dan Qing (1644 – 1911 M), festival ini memiliki popularitas yang setara dengan Tahun Baru Imlek dan menjadi salah satu festival utama di Tiongkok.Pada acara perayaan festival ini, keberadaan kue bulan tentu sangat penting. Menurut legenda, kue bulan menjadi persembahan bagi roh bulan, yakni permaisuri Chang’e yang diceritakan di atas.

Namun, ada pula cerita yang menyebut bahwa kue bulan merupakan kue perjuangan. Beragam bentuk gambar di bagian atas kue ini menjadi pesan rahasia untuk menggulingkan kekuasan Mongol.

Fakta Tentang Festival Kue Bulan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa Festival Kue Bulan dilaksanakan pada hari ke-15 bulan ke-8 kalender lunar.

Dalam kalender Gregorian, perayaan ini biasanya jatuh pada akhir bulan September atau awal Oktober. Festival ini digelar pada hari bulan purnama, sehingga festival ini juga disebut Festival Bulan dan semua kegiatan perayaan pun terkait dengan bulan.

Seperti menghargai bulan, menyembah bulan, berdoa ke bulan untuk keberuntungan hingga hari pernikahan yang baik. Di China, perayaan tersebut ditetapkan sebagai hari libur nasional. Momen ini biasanya dimanfaatkan oleh warga Tionghoa untuk pulang kampung demi bisa berkumpul bersama keluarga.

Mereka akan saling berbagi kue bulan, makan malam bersama, dan menikmati bulan bersama-sama di momen perayaan tersebut. Meski dengan nama yang berbeda, festival yang berlangsung di pertengahan musim gugur ini tak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa.

(nes)

Kaitan budaya, Festival mooncake, Kue bulan, tanjungpinang, tionghoa
Admin 29 September 2023 29 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Hunting Keliling Pulau Pecong bersama Siswa SMAN 22 Batam
Artikel Selanjutnya Relokasi Sementara Warga Rempang, BP Batam Tiadakan Opsi Rusun

APA YANG BARU?

PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
Sports 23 jam lalu 231 disimak
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri
Artikel 23 jam lalu 247 disimak
Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
Artikel 24 jam lalu 256 disimak
Pengangguran di Kepulauan Riau Meningkat Tajam, Capai 75.000 Orang
Artikel 24 jam lalu 257 disimak
BUMD Kepri Disorot, Banyak yang Tidak Mencapai Target Kinerja
Artikel 2 hari lalu 350 disimak

POPULER PEKAN INI

“Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
Histori 5 hari lalu 590 disimak
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama
Catatan Netizen 5 hari lalu 498 disimak
Prakiraan Cuaca, Potensi Hujan Masih Terjadi di Batam dan Sekitarnya
Artikel 4 hari lalu 493 disimak
Polsek Bengkong Amankan Pelaku Pelecehan Seksual Kepada Anak Di Bawah Umur
Artikel 4 hari lalu 467 disimak
Ratusan Pengajuan UWT Warga Puskopkar Batuaji Tertahan di BP Batam
Artikel 5 hari lalu 454 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?