Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Perluas Sekolah Vokasi, Pemprov Kepri Bangun SMKN 13 dan 14 di Batam
    1 hari lalu
    Berkas P-21, Empat Pelaku Penganiyaan Bripda Natanael Segera Disidang
    1 hari lalu
    Usai Ngajak Ngamar 2 ABG di Hotel, Pelaku Ditangkap Polisi
    1 hari lalu
    Hari ini, Selasa (14/07) Siang Kota Batam Berpotensi Diguyur Hujan
    1 hari lalu
    Lahan Tidur 2 Tahun di Batam Bakal Dicabut
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
    11 jam lalu
    Full Big Match, Semifinal Piala Dunia 2026 Laga Antar Para Jawara
    1 hari lalu
    SD-SMP Negeri di Batam Wajib Terima Siswa Berkebutuhan Khusus
    2 hari lalu
    “Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
    3 hari lalu
    Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    2 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    2 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
BenarNews.org

Indonesia Akan Deportasi Lebih 100 Warga Taiwan Terkait Penipuan Daring

Editor Admin 2 tahun lalu 334 disimak
Anggota Satgas Bali Becik, yang terdiri dari militer, intelijen, polisi, dan staff imigrasi, berjaga atas ratusan warga Taiwan yang ditangkap terkait dugaan kejahatan siber di Bali dalam foto yang dirilis pada 28 Juni 2024.. © F. Ditjen Imigrasi Kemenkumham/ disediakan oleh GoWest.ID

PEMERINTAH Indonesia mengatakan pada Jumat (28/6) bahwa pihaknya telah menangkap lebih dari 100 warga Taiwan di Bali minggu ini atas dugaan penipuan daring dan akan mendeportasi mereka atas tuduhan penyalahgunaan izin tinggal.

Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian melalui Satuan Tugas (Satgas) Bali Becik memastikan akan mendeportasi 103 warga Taiwan yang ditangkap pada Rabu (26/6) karena diduga terlibat kejahatan siber dan sejumlah pelanggaran keimigrasian.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Saffar Muhammad Godam mengatakan sulit mendakwa warga Taiwan tersebut atas kejahatan dunia maya karena para tersangka yang ditangkap mengaku bahwa korban mereka berada di Malaysia, yang berada di luar yurisdiksi Indonesia.

“Para WNA (warga negara asing) tersebut datang ke Indonesia tidak secara bersamaan (dan) melalui beberapa bandara,” kata Godam dalam konferensi pers, Jumat.

“Kegiatan mereka diduga tidak sesuai dengan izin tinggalnya, yakni diduga melakukan kejahatan siber, di mana seluruh target operasi mereka ada di luar Indonesia, termasuk Malaysia.”

Godam memastikan penangkapan ini tidak berkaitan dengan bobolnya Pusat Data Nasional oleh kelompok Ransomware Lock Bit pada Senin lalu yang meminta tebusan sebesar US$8 juta (Rp131 miliar) seperti diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi. Pemerintah Indonesia tidak membayar tebusan itu.

Dari seluruh warga Taiwan yang diamankan itu, 12 orang perempuan dan 91 orang laki-laki.

“Saat ini mereka ditempatkan di pusat detensi imigrasi di Denpasar sebelum dideportasi,” tambah Godam.

Dalam penangkapan para warga asing pada Rabu di sebuah vila di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan itu, petugas mengamankan beberapa barang bukti yang diduga digunakan untuk melancarkan kegiatan mereka di Indonesia, antara lain 450 unit telepon genggam, puluhan laptop, printer, dan kartu identitas.

Sebelumnya, Satgas Bali Becik juga mengamankan beberapa WNA lainnya dalam penertiban kegiatan dan izin tinggal di Bali.

Godam mengatakan bahwa operasi pengawasan secara rutin tidak hanya digalakkan di Bali, melainkan juga oleh kantor-kantor imigrasi seluruh Indonesia.

“Untuk selanjutnya, saya tegaskan kembali kepada seluruh orang asing yang berada di Indonesia terutama di wilayah Bali untuk selalu mentaati peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.

Pejabat imigrasi Indonesia memperlihatkan barang bukti paspor dan telepon genggam yang disita dari warga Taiwan yang ditangkap karena penipuan siber dalam konferensi pers di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, di Kabupaten Badung, Bali, pada 28 Juni 2024. [Sonny Tumbelaka/AFP]

Marak

Staf Taipei Economic and Trade Office (TETO), perwakilan pemerintah Taiwan di Jakarta, Mepi Lin mengakui adanya laporan tersebut, dan awalnya mengatakan bahwa warganya yang terlibat tidak sebanyak itu.

“Yang menangani itu divisi TETO Surabaya. Sebelumnya warga Taiwan cuma sekitar 14 orang. Namun menurut data ter-update ternyata memang banyak warga Taiwan yang terlibat,” kata dia.

Pengamat keamanan siber, Alfons Tanujaya, mengatakan penangkapan scammers ini merupakan fenomena yang terjadi di seluruh dunia dan sedang marak terjadi akhir-akhir ini.

“Tidak hanya di Indonesia saja, scamming itu targetnya terhadap negara tertentu based-nya di negara lain. Itu biasa. Seperti di Kamboja saja yang banyak scammer-scammer,” ujar dia kepada BenarNews.

Trik tersebut, kata dia, biasanya dilakukan scammers untuk menghindari hukuman yang berat.

“Kalau misal di negaranya sendiri tentunya undang-undangnya akan berat menghukum mereka, tapi kalau di negara lain, paling tidak, dideportasi,” ujar dia.

Seperti klaim pemerintah Indonesia, Alfons menampik maraknya patroli dan penangkapan yang dilakukan imigrasi karena adanya peretasan pusat data beberapa hari lalu.

“Rasanya nggak, yang terjadi biasanya kepolisian dari negara yang bersangkutan meminta bantuan polisi Indonesia untuk menangkap scammers tersebut, karena banyak laporan di sana,” ujar dia.

Menurut dia, tidak ada dampak signifikan dari maraknya penangkapan scammers ini. Namun, kata dia, banyaknya kejahatan tersebut bisa memperburuk citra suatu negara.

“Seperti di Kamboja yang sekarang citranya dikenal negatif sebagai surganya bandar judi,” ujarnya.

Sejumlah warga Taiwan yang ditangkap dihadirkan dalam konferensi pers di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, di Kabupaten Badung, Bali, pada 28 Juni 2024. [Sonny Tumbelaka/AFP]

“Menyaring turis”

Pakar keamanan siber sekaligus ketua dan pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, mengatakan problem siber akan silih berganti karena langkah kolektif dari pemerintah minim.

“Terbukti turis tidak jelas datang dari mana, tujuan apa, bisa-bisa yang datang kriminal semua karena nggak ada mekanisme memilah turis yang datang ke Indonesia,” ujar dia kepada BenarNews.

Akibatnya, kata Ardi, kualitas turis yang datang ke Indonesia rendah. Contohnya, dengan hidup berutang dan tidak memberikan dampak apa pun terhadap masyarakat lokal.

“Sudah saatnya pemerintah buka mata untuk lakukan pembatasan. Jangan karena hanya satu sisi menargetkan basis pariwisata besar tapi kualitas wisman (wisatawan manca negara) menurun,” kata Ardi.

“Kita lupa menyaring. Padahal kalau kita ke luar negeri ditanya ketat sekali bahkan buku tabungan kita berapa ditanya,” ujar dia.

Kendalanya, tambahnya, selama ini banyak aturan tumpang tindih sehingga tidak sengaja mengancam keamanan siber nasional Indonesia.

“Harus bisa profiling, dalam siber tapi SDM Indonesia belum bisa. Oleh karenanya pemerintah didorong untuk bisa kerja sama organisasi masyarakat. Misalnya di Bali, dengan pecalang, melibatkan masyarakat,” kata dia.

Kaitan Deportasi, Penipuan online, taiwan
Admin 12 Juli 2024 12 Juli 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Syarat Baru Bikin dan Perpanjang SIM, Wajib BPJS Aktif Mulai Diujicobakan
Artikel Selanjutnya EURO 2024 | Delapan Negara Lolos, Belanda Bertemu Turki di Perempat Final

APA YANG BARU?

Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
Sports 11 jam lalu 104 disimak
Perluas Sekolah Vokasi, Pemprov Kepri Bangun SMKN 13 dan 14 di Batam
Artikel 1 hari lalu 151 disimak
Berkas P-21, Empat Pelaku Penganiyaan Bripda Natanael Segera Disidang
Artikel 1 hari lalu 145 disimak
Usai Ngajak Ngamar 2 ABG di Hotel, Pelaku Ditangkap Polisi
Artikel 1 hari lalu 167 disimak
Hari ini, Selasa (14/07) Siang Kota Batam Berpotensi Diguyur Hujan
Artikel 1 hari lalu 169 disimak

POPULER PEKAN INI

Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 4 hari lalu 350 disimak
Dua Anggota DPRD Batam Diduga Intimidasi Anggota PMII Batam Usai Buat Laporan ke BK
Artikel 6 hari lalu 319 disimak
“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 3 hari lalu 306 disimak
Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
Sports 5 hari lalu 306 disimak
Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Mendata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
Artikel 5 hari lalu 292 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?