KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam akhirnya angkat bicara soal blackout atau pemadaman listrik total selama 15 jam yang melumpuhkan Kota Batam pada Senin (12/10/2026) kemarin.
Kadin Batam menilai dampak adanya blackout sangat luas dan telah merugikan semua lini ekonomi.
Dalam keterangan resminya Ketua Kadin Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat mengatakan, pemadaman ini tidak hanya mengganggu industri besar, tapi juga menghantam sektor pariwisata, UMKM, hingga ekonomi digital.
“Mulai dari industri manufaktur padat karya, perhotelan, restoran, cafe, UMKM, pedagang online, sampai pengemudi ojek online dan kurir barang serta makanan semua kena imbasnya,” kata Nasir, Selasa (13/10/2026) siang.
Menurut Nasir, listrik adalah napas utama perekonomian Batam. Jika pasokannya tidak andal, maka produktivitas, investasi, dan lapangan kerja terancam.
“Gangguan listrik ini bukan sekadar masalah teknis. Ini berdampak langsung pada produksi yang berhenti, pelayanan yang terganggu, pendapatan pekerja yang hilang, dan aktivitas ekonomi masyarakat yang lumpuh. Harus ada evaluasi total dan solusi konkret agar tidak terulang,” tegasnya.
Kadin Sulit Temui Pimpinan PLN Batam
Kadin Batam mengaku telah berupaya menemui langsung pimpinan PLN Batam dan menghubungi Humas di Kantor PLN Batam untuk meminta penjelasan resmi terkait penyebab blackout dan langkah pemulihan.
Namun hingga kini, konfirmasi pasti belum didapat.
“Kami sudah coba bertemu langsung dan hubungi Humas. Tapi pihak terkait masih di lapangan. Kami paham penanganan teknis itu penting di lapangan, tapi dunia usaha juga butuh kepastian informasi. Apa penyebabnya, bagaimana pemulihannya, dan bagaimana pencegahannya ke depan,” ujarnya.
Nasir menyebutkan, kerugian akibat blackout dirasakan dari pelaku usaha kecil hingga perusahaan besar. Banyak rumah tangga juga terdampak karena semua peralatan listrik tidak bisa digunakan.
“Kami berharap PLN segera atasi masalah ini sampai normal kembali, dan kalau bisa ada kompensasi bagi masyarakat terdampak,” harapnya.
5 Tuntutan Kadin Batam ke PLN Batam
Atas kondisi ini, Kadin Kota Batam mendorong lima langkah prioritas agar krisis kelistrikan tidak terus berulang:
- Evaluasi Teknis Menyeluruh: Mengidentifikasi akar penyebab gangguan dan titik kritis sistem kelistrikan Batam.
- Penguatan Infrastruktur: Pembangunan infrastruktur listrik harus sejalan dengan pertumbuhan industri, investasi, dan pariwisata Batam yang sangat pesat.
- Transparansi Informasi: PLN harus terbuka soal wilayah terdampak, perkembangan perbaikan, dan estimasi pemulihan yang jelas kepada publik.
- Koordinasi Rutin: Perlu ada forum koordinasi rutin antara PLN Batam, pemerintah, Kadin, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha untuk mitigasi risiko.
- Pemetaan Dampak Ekonomi: Menghitung kerugian riil yang dialami industri, UMKM, pariwisata, dan pekerja digital sebagai bahan evaluasi bersama.
Nasir menegaskan, Kadin tidak bermaksud menyudutkan PLN Batam, melainkan ingin mendorong penyelesaian yang konstruktif.
“Kami tidak menyalahkan siapa pun. Kami ingin ini menjadi momentum untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan komunikasinya dengan pelanggan. Batam butuh listrik yang andal agar tetap kompetitif sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, dan pariwisata,” pungkas Nasir.
(zah)


