Hubungi kami di

Uang

Kepri Dapat Dana Insentif Daerah Rp 18 Miliar dari Kemenkeu

Terbit

|

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri, Raden Hari Tjahyono. F. Dok. Terkininews.com

PROVINSI Kepulauan Riau (Kepri), mendapatkan dana insentif daerah (DID) tahun 2022 sebesar Rp 18 miliar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Keberhasilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) itu, mendapat apresiasi dari DPRD Kepri. “Kami sangat mengapresiasi atas keberhasilan Pemprov Kepri mendapat tambahan DID Rp 18 miliar pada tahun berjalan,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri, Raden Hari Tjahyono, di Tanjungpinang, Sabtu (1/10/2022).

Hari menyebutkan bantuan DID tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 160/PMK.07/2021 tentang Dana Insentif Daerah.

Ia pun mengingatkan Pemprov Kepri agar menggunakan DID itu untuk keperluan mendukung percepatan pemulihan ekonomi daerah melalui perlindungan sosial, pengembangan usaha mikro, kesejahteraan masyarakat, mewujudkan kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan dan kaum disabilitas.

BACA JUGA :  Tersangka Kasus Korupsi, 2 Anggota DPRD Kepri Jadi Tahanan Kota

“Belanja DID tak boleh dialokasikan untuk membiayai gaji ASN/honorer hingga perjalanan dinas,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan perolehan DID Rp 18 miliar di tahun ini buah dari keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 dan tingginya capaian vaksinasi di daerah ini yaitu sebesar 90 persen.

“Selain itu, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kepri juga bagus,” ujar Ansar.

Lebih lanjut, Ansar menyatakan dengan adanya tambahan DID Rp 18 miliar, maka total DID Provinsi Kepri tahun 2022 bertambah menjadi Rp 38 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 20 miliar.

Ansar menambahkan, Pemprov akan menggunakan dana tersebut untuk mengatasi berbagai persoalan terkini, mulai dari pemulihan ekonomi dampak pandemi, hingga pengendalian inflasi akibat krisis global dipicu perang Rusia dan Ukraina.

BACA JUGA :  Peringati Hari Sumpah Pemuda, 300 Pelajar di Natuna Ikuti Festival Pelajar Nusantara

Setidaknya ada tiga persoalan besar yang menjadi pekerjaan penting Pemprov Kepri sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, antara lain mengatasi inflasi daerah, mengatasi dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem dampak pandemi dan situasi kenaikan BBM, serta meningkatkan daya beli masyarakat.

“Saya mengajak semua kabupaten/kota mengerahkan APBD guna menggesa pemulihan ekonomi dalam berbagai kebijakan sebagai upaya meningkatkan daya beli masyarakat di tengah situasi penuh ketidakpastian ini,” kata Ansar pula.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid