Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Dugaan Selundupkan 800 Kg Ketamine, Kapal Kargo Berbendera Komoro Disergap di Perairan Anambas
    7 jam lalu
    Bareskrim Sita Rumah Mewah Yuwanky di Sukajadi
    7 jam lalu
    Progres 39 Persen, Proyek Pelebaran Jalan Gajah Mada Tambah Tiga Lajur Dua Arah
    7 jam lalu
    Target Pajak di Batam Naik Lagi
    14 jam lalu
    Ditemukan dalam Kondisi Selamat, Seorang Wanita Terjatuh Dari Jembatan Barelang
    14 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
    2 hari lalu
    Jalan Kaki itu Membahagiakan
    3 hari lalu
    Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
    4 hari lalu
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    4 hari lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    3 hari lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    1 minggu lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    1 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    1 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Kita, Anak dan Era Digital

Editor Redaksi 10 tahun lalu 1.7k disimak
Foto : © uhaweb.hartford.edu

BEBERAPA kelompok orang tua mungkin ada yang bingung dengan sistem atau cara mendidik anak-anaknya di era milenium ini.

Di zaman digital seperti sekarang, semua terpapar mudah untuk diakses. Banyak yang gampang untuk dicoba. Pertanyaannya, tidak semuanya ternyata yang memberi efek positif bagi buah hati kita.

Mungkin terasa aneh juga ketika kita membaca bahwa para bos industri digital seperti Google, Apple, Yahoo, Hewlett-Packard dan petinggi perusahaan-perusahaan teknologi ternama dunia yang ada di Silicon Valley, Amerika Serikat, justru menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah Waldorf yang tidak menyediakan fasilitas komputer.

Seperti diinformasikan di laman The New York Times, alasan mereka mengirim buah hati ke sekolah itu adalah karena komputer tidak cocok untuk sekolah. Nah, lho?

Foto : ©BBC
Foto : ©BBC

Kondisi ini berbeda dengan keadaan kebanyakan pola pengasuhan di negeri kita. Di sini orang tua justru menyambut baik berbagai perangkat digital seperti televisi, komputer, telepon pintar, dan komputer tablet.

Perangkat canggih yang mampu terhubung ke internet tersebut, justru dianggap mampu menjadi alat bantu belajar yang canggih.

Bahkan tidak sedikit pula orang tua yang menjadikan aneka peralatan itu sebagai mainan anak-anak mereka. Tablet misalnya.

Keadaan di Korea Selatan berbeda dibandingkan di negeri kita. Negeri Ginseng yang selama dikenal memiliki perkembangan teknologi digital terpesat di dunia kini mulai mengkhawatirkan dampaknya terhadap anak-anak, generasi penerus masa depan.

Negara-negara terdepan dalam teknologi telah mengawasi dampak negatif perangkat digital terhadap anak dan mereka mulai memusatkan perhatian pada cara mendidik anak dalam lingkungan digital secara sehat dan bijaksana.

Foto : © theonlinemom.com
Foto : © theonlinemom.com

Di laman EDU POST,  Psikolog Elisabeth Santosa menyebutkan orang tua zaman digital seperti sekarang ini sebaiknya membatasi penggunaan gadget oleh anak-anak mereka. Orang tua tidak boleh membiarkan anak menggunakan gadget hingga berjam-jam lamanya tanpa batas waktu yang jelas.

Saran serupa juga disampaikan Dr.Jesus Pujol, seorang peneliti dari Spanyol. Jesus menyebutkan bahwa meskipun gim video berpengaruh baik, tetapi harus dikombinasikan dengan aktivitas fisik di luar ruang. Ia melakukan penelitian akan manfaat positif gim ini terhadap 2.442 anak berusia 7-11 tahun di Barcelona, Spanyol.

Rata-rata anak bermain gim video 4 jam seminggu. Anak laki-laki menghabiskan 1,7 jam lebih lama dalam sepekan dibanding anak perempuan.

Secara umum, anak yang hobi main gim video tidak menunjukkan masalah perilaku dibanding yang tidak main. Tetapi, makin banyak waktu yang dihabiskan di depan layar, orangtua melaporkan adanya masalah perilaku.

Anak yang bermain gim video 9 jam seminggu memiliki gangguan perilaku yang lebih terlihat dibanding yang durasi permainannya lebih singkat.

 

Foto : © digitalbookworld.com
Foto : © digitalbookworld.com

Dalam soal pilihan media dan tayangan yang sehat untuk anak, begitu juga. Elizabeth menyarankan orang tua agar selektif dalam memilihkan media atau tayangan yang tepat dan aman bagi anak.

Kehadiran multimedia di zaman sekarang seperti teknologi televisi, musik, media sosial dan internet, sulit dihindari oleh anak-anak.

Hal yang penting bagi orang tua adalah memilihkan mana yang sesuai dengan umur mereka.

Terkait dengan media sosial, Ainun Chomsun, seorang digital influencer, menyarankan agar orang tua menjadi teman anak di media sosial, seperti Facebook, Path atau Instagram.

“Jadilah teman anak di media sosial, jadi bisa tahu apa yang terjadi sama mereka,” ujar Ainun seperti dilansir KOMPAS.

Selain semua tip di atas, orang tua juga tetap wajib menyediakan waktu yang berkualitas bersama anaknya setiap hari meskipun sudah berhubungan dengan anak-anak mereka lewat telepon, email dan media sosial.

Semua anak membutuhkan waktu berkualitas bersama orang tuanya. Seorang anak yang waktunya kurang bersama orang tua akan tumbuh dengan emosi yang tak stabil.

Anda bisa menyediakan waktu dengan anak Anda pada waktu yang bisa Anda tentukan sendiri, entah itu sore hari, pagi hari, atau malam hari.

Dilansir dari laman Banua Sehat,  sore hari adalah waktu yang baik untuk menghabiskan waktu bersama anak. Waktu sore adalah waktu yang baik untuk bermain bersama, berbicara bersama, makan malam bersama sebelum kembali tidur.

Foto : © uhaweb.hartford.edu
Foto : © uhaweb.hartford.edu

Jika Anda biasa bekerja sampai malam, bisa berbagi waktu bersama anak di waktu lain.

Mendidik anak di era digital berarti mendampingi mereka agar dapat menerima manfaat berbagai peralatan canggih yang ada secara optimal.

Sebenarnya tidak sedikit manfaat yang bisa didapatkan dari perkembangan teknologi yang ada dan bisa dimanfaatkan anak. Misalnya dia bisa belajar lebih tentang pelajaran yang dipelajarinya di sekolah menggunakan internet.

Dengan mendampinginya, orang tua dapat mencegah anak untuk mengakses yang tidak diinginkan serta mencegah dari penggunaan yang berlebihan. ***

Kaitan anak, asuh, era digital, gadget, internet, pendidikan
Redaksi 9 Oktober 2016 9 Oktober 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pulau Weh, Surga Tersembunyi di Ujung Indonesia
Artikel Selanjutnya Pilkada 2017, Pemilih Tidak Wajib Tunjukkan KTP

APA YANG BARU?

Dugaan Selundupkan 800 Kg Ketamine, Kapal Kargo Berbendera Komoro Disergap di Perairan Anambas
Artikel 7 jam lalu 130 disimak
Bareskrim Sita Rumah Mewah Yuwanky di Sukajadi
Artikel 7 jam lalu 96 disimak
Progres 39 Persen, Proyek Pelebaran Jalan Gajah Mada Tambah Tiga Lajur Dua Arah
Artikel 7 jam lalu 97 disimak
Target Pajak di Batam Naik Lagi
In Depth 14 jam lalu 157 disimak
Ditemukan dalam Kondisi Selamat, Seorang Wanita Terjatuh Dari Jembatan Barelang
Artikel 14 jam lalu 139 disimak

POPULER PEKAN INI

BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 5 hari lalu 445 disimak
Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
Artikel 7 hari lalu 361 disimak
Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
Pendidikan 4 hari lalu 332 disimak
Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107,3 Juta
Artikel 4 hari lalu 330 disimak
Warga Temukan Kerangka Manusia di Sei Ladi
Artikel 4 hari lalu 320 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?