Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pelaku Curat di Kijang Berhasil Diringkus Reskrim Polsek Bintan Timur
    11 jam lalu
    Sempat Jadi Polemik, U-turn di Jalan Laksamana Bintan Kembali Dibuka
    12 jam lalu
    BP Batam Mengkonfirmasi Adanya Penurunan Nilai Ekspor pada Awal Tahun 2026
    16 jam lalu
    Viral Pernyataan Wakil Walikota Terkait Warga Non KTP Batam, Walikota Berikan Klarifikasi
    2 hari lalu
    Pencurian Listrik untuk Penambangan Bitcoin di Tanjungpinang: Denda Dibebankan ke Pemilik Ruko
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Perluas Akses Pendidikan, SMP Negeri 65 Batam Resmi Berdiri
    14 jam lalu
    Marselino Ferdinan Dipanggil ke Timnas Lagi
    1 hari lalu
    Semifinal Leg 1 Liga Champions Eropa, Atletico Madrid Ditahan Imbang Arsenal
    2 hari lalu
    Edukasi Tertib Berlalulintas Sejak Dini untuk Guru PAUD dan SD di Batam
    3 hari lalu
    Kemdiktisaintek Siapkan Penutupan Prodi yang Tak Relevan dengan 8 Industri Strategis
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Pecong, Batam
    1 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Kontroversi Pengakuan Belanda atas Kemerdekaan Indonesia

Editor Admin 4 tahun lalu 738 disimak

SAMPAI saat ini, hari kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945) tidak pernah diakui oleh Belanda secara resmi. Negara eks penjajah itu selalu mengklaim 27 Desember 1949 sebagai titimangsa kedaulatan pemerintah Indonesia. Saling silang pengakuan ini kerap memantik polemik dalam hubungan sejarah kedua negara.

“Kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 itulah yang kita punyai. Bahwa Belanda tidak mau mengakui, itu urusan lain. Itulah yang menyebabkan terjadinya perang. Dan perang itu yang dipaksakan Belanda kepada kita,” kata sejarawan Anhar Gonggong dalam diskusi sejarah secara daring bertajuk “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Dilema Belanda” pada 17 Agustus 2022.

Dari sudut pandang Belanda, kemerdekaan Indonesia ditandai lewat perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB). Alih-alih mengakui Proklamasi kemerdekaan yang dideklarasikan Sukarno dan Hatta, Belanda malah menuding keduanya sebagai kolaborator Jepang.

Dengan segala muslihat dan tipu-tipu, Belanda menjajah kembali Indonesia. Pertempuran dan kejahatan perang yang dinyalakan Belanda inilah yang mewarnai periode mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam historigrafi Indonesia, masa ini dikenal dengan zaman Revolusi Fisik 1945-1949.

Menurut Anhar, pikiran kolonialisme Belanda tidak pernah berubah. Dalam perundingan KMB Belanda terlihat masih berupaya “mengangkangi” Indonesia. Dibuktikan dengan klausul utang-piutang sebesar 4.6 miliar Gulden yang dibebankan kepada Indonesia. “Padahal, itu dipakai untuk memerangi kita,” imbuh Anhar.

Kemudian, penundaan membicarakan masalah Papua setahun setelah KMB. Penolakan itu terus berlangsung hingga awal 1960-an. Anhar mengatakan itulah dua hal yang sangat menyakitkan di pengujung kolonialisme Belanda.

“Bahkan sampai sekarang, sebagian besar dari mereka juga seperti itu pikirannya, masih aneh. Kita sudah 77 tahun merdeka, mereka masih menganggap Indonesia merdeka pada tanggal yang mereka inginkan,” katanya.

Mengenai kejahatan perang Belanda pun tidak ada keraguan. Anhar menuturkan, ayah dan kedua kakaknya menjadi korban pembunuhan akibat keganasan operasi militer Belanda di Makassar, Sulawesi Selatan. Jika dihitung, sekira 40-50 anggota keluarga besarnya tewas ditangan pasukan yang dipimpin Letnan Raymond Westerling.

“Di seluruh Indonesia mereka melakukan pembunuhan kejam kok. Dan mereka akhirnya mengakui sendiri kekerasan itu,” jelas Anhar.

Sementara itu, menurut Hikmahanto Juwono, merujuk ketentuan hukum internasional, Proklamasi 17 Agustus 1945 belum memenuhi syarat Indonesia sebagai negara berdaulat. Kemerdekaan itu terbentur pada pengakuan serta hubungan diplomatik dengan negara lain.

Indonesia baru merdeka sebagai sebuah negara setelah Mesir menyatakan pengakuannya pada 22 Maret 1946. Adalah Haji Agus Salim, diplomat Indonesia yang berperan dalam menjalin hubungan dengan pemerintah Mesir. Berturut-turut kemudian, Suriah, Lebanon, dan negara-negara Arab lain memberikan pengakuan terhadap Indonesia

“Pengakuan menjadi hal yang penting –dalam hukum internasional– untuk menentukan kapan negara itu lahir,” ujar pakar hukum international dan rektor Universitas Ahmad Yani itu.

Perkara pengakuan Belanda pada 27 Desember 1949, Hikmahanto menegaskan itu sama sekali tidak berdasar. Sebab, menurutnya, ketika Belanda melancarkan agresi militer pertama pada 21 Juli 1947, Indonesia telah menjadi negara merdeka sepenuhnya menurut ketentuan hukum internasional.

Pada 2005, Menteri Luar Negeri Belanda Bernard Both menyatakan pengakuannya atas kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Namun, pengakuan tersebut berlalu begitu saja karena tidak diikuti pernyataan resmi atas nama pemerintah Kerajaan Belanda.

“Itu pengakuan secara de facto, secara yuridis mereka tetap menyatakan Indonesia merdeka pada 27 Desember 1949,” kata Hikmahanto.

Daripada mempersoalkan pengakuan Belanda, menurut Anhar, yang terpenting apakah kemerdekaan itu sudah dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Ia merujuk kepada pemikiran Bung Karno yang menerangkan sila demokrasi dan kesejahteraaan ketika merumuskan dasar negara pada 1 Juni 1945, yang diperingati sebagai hari lahir Pancasila.

Dalam pidato Sukarno itu, Anhar menyimpulkan, tidak ada gunanya berdemokrasi kalau tidak disertai kesejahteraan. Sementara, prinsip kesejahteraan terwujud apabila tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka.

“Setelah 77 tahun merdeka, apakah makna merdeka itu sudah terwujud? Menurut saya belum,” pungkas Anhar.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan belanda, kemerdekaan, Kontroversi
Admin 20 Agustus 2022 20 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Rampung Diperbaiki, Jalan Hang Kesturi di Kabil Sudah Bisa Dilalui dengan Aman
Artikel Selanjutnya Cari Bibit Atlet Futsal | Amsakar Achmad Buka Liga Futsal Askot PSSI Batam U-21

APA YANG BARU?

Pelaku Curat di Kijang Berhasil Diringkus Reskrim Polsek Bintan Timur
Artikel 11 jam lalu 87 disimak
Sempat Jadi Polemik, U-turn di Jalan Laksamana Bintan Kembali Dibuka
Artikel 12 jam lalu 87 disimak
Perluas Akses Pendidikan, SMP Negeri 65 Batam Resmi Berdiri
Pendidikan 14 jam lalu 135 disimak
BP Batam Mengkonfirmasi Adanya Penurunan Nilai Ekspor pada Awal Tahun 2026
Artikel 16 jam lalu 137 disimak
Marselino Ferdinan Dipanggil ke Timnas Lagi
Sports 1 hari lalu 206 disimak

POPULER PEKAN INI

Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Benahi Status Guru Honorer di Kab. Karimun
Pendidikan 6 hari lalu 580 disimak
Italia Menolak Mentah-mentah Gagasan Pengganti Iran di Piala Dunia 2026
Sports 5 hari lalu 540 disimak
Kebutuhan Hewan Kurban di Batam Diperkirakan Alami Peningkatan
Artikel 5 hari lalu 475 disimak
Bantuan Bioflok 2026: 96 Unit untuk 24 Kelompok Pembudidaya di Batam
Artikel 5 hari lalu 456 disimak
Harga Emas Antam Menguat Tajam di Akhir Pekan
Artikel 5 hari lalu 449 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?