Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Tanjungpinang Tembus 6 Besar Kota Termaju di Sumatera
    9 jam lalu
    Aksi Pencurian Berulang di Indomaret RSBP Batam Berakhir Damai melalui Mediasi
    10 jam lalu
    Pemko Batam Bantah Koperasi Merah Putih P. Buluh Mangkrak
    10 jam lalu
    Batam Tak Masuk 10 Kota Maju di Sumatra
    10 jam lalu
    Gubernur BI Mendadak Mundur, Prabowo Siapkan Kepres Pemberhentian
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Volume Sampah di Batam Melonjak 35 Persen
    10 jam lalu
    Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
    2 hari lalu
    Bungkam China 22-9, Belanda Juara FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026
    3 hari lalu
    Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental
    5 hari lalu
    31 Tim Basket 3×3 Internasional Mulai Berlaga di Batam Hari ini
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    7 hari lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    3 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    4 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Kota Kara di Kaki Gunung Bintan

Editor Admin 3 tahun lalu 1.7k disimak
Plang nama di jalan menuju situs kota Kara di kaki gunung Bintan. © F. Yodha/ GoWest.ID

SEBUAH kota tua yang disebut Kota Kara, dipercaya pernah berdiri di kaki gunung Bintan, kabupaten Bintan, ratusan tahun lalu.


KOTA itu dipercaya sebagai bagian dari sebuah kerajaan yang sempat berdiri sebelum adanya Kerajaan Melayu Singapura, Johor, Melaka, Riau.

Berdasarkan cerita pusaka yang melegenda, di sekitar Kawasan Bukit Batu, dan Sekuning menyebutkan, Kota Kara sebagai tempat raja. Lokasinya di kawasan di kaki sebelah utara Gunung Bintan. Pada periode ini, Kota Kara disandingkan dengan Kopak, sebagai pusat pemerintahan raja Malaka yang terakhir.

Melansir dari situs Kemendikbud RI, terdapat juga kompleks makam Kota Kara. Itu merupakan kompleks makam raja Kerajaan Melayu Bentan. Terdapat 3 makam yang sangat penting yakni makam Ratu Mpuan Bintan Iskandasryah, makam Tengku Bungsu, dan Makam Isersyah (Bisamsyah).

Makam Ratu Mpuan Bintan Iskandar Syah merupakan ratu dari kerajaan Melayu Bentan. Makam Isersyah adalah makam dari Raja Kerajaan Melayu Bentan 1 dengan posisi makam berada di sisi timur laut dari makam Ratu Mpuan Iskandarsyah.

Menurut pewaris, kompleks makam ini merupakan makam keluarga kerajaan saat ibukota masih berada di Kota Kara.

Kompleks Makam Kota Kara merupakan makam keluarga Kerajaan Melayu Bentan saat pusat ibukota masih berada di Kota Kara. Makam berada di lahan datar dikelilingi oleh perkebunan penduduk. Pada kompleks makam terdapat sekitar 5 makam, namun 3 diantaranya merupakan makam yang penting dalam hal Kerajaan Melayu Bentan yakni  Makam Ratu Mpuan Bintan Iskandasryah, Makam Tengku Bungsu, dan Makam Isersyah (Bisamsyah). Ketiga makam tersebut masing-masing telah diberi jirat tembok yang dilapisi dengan keramik berwarna cokelat.

Nisan makam sangat sederhana dengan mempergunakan bahan yang telah disediakan oleh alam. Pada makam Ratu Mpuan Iskandarsyah makam terbuat dari bahan yang bagi masyarakat dinamai dengan batu garam. Sedangkan nisan makam lainya memakai batu andesit yang berada di sekitar. Orientasi makam Utara-Selatan, yang menghadap kiblat. Makam hampir semua tidak ditutupi oleh kain kuning, hanya nisan kepala Isersyah yang hanya dilapisi dengan kain kuning.

Keberadaan Kota Kara

Konon, Kota Kara terdapat di dua wilayah, yakni di Johor dan di Bintan. Sebagai benteng terluar, Kota Kara di Sungai Bintan berfungsi untuk melindungi Kopak, Bukit Batu, Pantar dan lainnya.

Sultan Mahmud sendiri, mengukuhkan tapak pemerintahannya yang baru di Pulau Bintan sejak Januari 1513, dengan membangun Kota Kara.

Kota tersebut berfungsi sebagai benteng dan untuk melindungi Kopak. Sultan Mahmud berada di Bintan, selama empat tahun berikutnya.

Lalu, dia pindah ke Pagoh sekitar tahun 1518 atau tahun 1519. Kemudian di tahun 1520, Antonio Correa menyingkirkanya dari Pagoh. Dan akhirnya, Sultan Mahmud kembali lagi ke Bintan 1526.

Armada Portugis yang dipimpin Admiral Mascarenhas, dengan dukungan 20 buah kapal yang membawa 550 orang Portugis dan 600 orang Melayu baru.

Mereka berhasil membungkam Kota Kara, yang dipertahankan oleh Sultan Mahmud di bawah Sang Setia dan Laksanama Hang Nadim. Diperikrakan, terjadi pada tanggal 23 Oktober 1526 silam.

Setelah itu, barulah Kopak dikuasai. Di mana, armada Portugis membutuhkan waktu 14 hari untuk melumpuhkan Kota Kara. 

Menurut penelitian sejarah, penyerangan armada Portugis terhadap Sultan Mahmud di Kapak, termasuk beberapa tempat di hulu Sungai Bintan.

Sehingga, diperkirakan Kota Kara di Bintan berada di atas Sungai Bintan. Hal itu diperkuat dengan penelitian arkeologi Pulau Bintan 1981, yang melaporkan adanya tumpukan batu yang disebut batukara di sekitar muara Sungai Bintan.

Kini, situs yang masih tersisa yakni runtuhan bangunan benteng, di sisi kiri Sungai Bintan yang diperkirakan peninggalan Kota Kara.

Serta kompleks makam yang diyakini sebagai petinggi Kota Kara, yang hingga mati tetep mempertahankan keutuhan Kota Kara.

(dha/berbagai sumber)

Kaitan Bekapur, Bentan', bintan, Bintan Buyu, Kota kara, melayu
Admin 6 Januari 2024 6 Januari 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kewenangan Bersilang dan Pelaksanaannya di KPBPB Batam
Artikel Selanjutnya Petisi Rakyat Inggris untuk Usir Dubes Israel

APA YANG BARU?

Tanjungpinang Tembus 6 Besar Kota Termaju di Sumatera
Artikel 9 jam lalu 154 disimak
Aksi Pencurian Berulang di Indomaret RSBP Batam Berakhir Damai melalui Mediasi
Artikel 10 jam lalu 137 disimak
Pemko Batam Bantah Koperasi Merah Putih P. Buluh Mangkrak
Artikel 10 jam lalu 114 disimak
Volume Sampah di Batam Melonjak 35 Persen
Lingkungan 10 jam lalu 162 disimak
Batam Tak Masuk 10 Kota Maju di Sumatra
Artikel 10 jam lalu 147 disimak

POPULER PEKAN INI

KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
Pendidikan 6 hari lalu 368 disimak
Urusan Paspor di Imigrasi Batam? Jangan Lupa Bawa Dokumen Asli
Artikel 3 hari lalu 347 disimak
BP Batam Rekonstruksi Total Jalan Gajah Mada Mulai 25 Juli, Arus Dialihkan
Artikel 3 hari lalu 328 disimak
Diduga Puting Beliung Sapu Kawasan PT VME Batu Ampar, Sejumlah Bangunan Rusak
Artikel 6 hari lalu 316 disimak
Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
Artikel 4 hari lalu 305 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?