Hubungi kami di

Ini Batam

Lima Tersangka Pelaku Pengeroyokan di Genta Diamankan Satreskrim Polresta Barelang

Terbit

|

Lima orang anak-anak pelaku pengeroyokan dihadirkan saat Konferensi Pers yang digelar Satuan Reskrim Polresta Barelang, Senin (11/10). Poto: @Ist.

LIMA orang tersangka pelaku pengeroyokan hingga mengakibatkan korban jiwa, berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang.

Kelima orang yang berhasil diamankan tersebut adalah, MJS (19 tahun), IW (19), RAG (17), GN (17) dan MY (11).

Pengungkapan kasus Tindak Pidana Pengeroyokan yang mengakibatkan orang meninggal dunia disampaikan Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan, dalam Konferensi Pers yang di dampingi oleh Wakasat Reskim AKP Juwita Oktaviani serta Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba di Lobby Mapolresta Barelang, Senin (11/10/2021) kemarin.

Kapolresta Barelang KBP Yos Guntur, SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Kompol Reza Morandy Tarigan, membenarkan adanya Tindak Pidana Pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal Dunia.

Saat ini terdapat 3 tersangka pelaku (DPO) dan 5 orang sudah diamankan oleh petugas Satreskrim Polresta Barelang untuk Pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Barelang, peristiwa pengoroyakan terjadi berawal pada Sabtu (09/10) sekira pukul 02.00 Wib.

BACA JUGA :  Seluruh Jamaah Tabligh di Batam akan Jalani Rapid Test

Korban AKP (Alm.) dan teman-temannya, delapan orang tersangka pelaku, 3 diantara DPO (R, T dan I) serta 1 orang saksi berada di Halte Simpang Lampu Merah Genta, Batu Aji. Mereka berkumpul sambil minum tuak.

Lima orang anak-anak pelaku pengeroyokan diamankan Satuan Reskrim Polresta Barelang. Poto: @Ist.

Selanjutnya terjadi adu mulut antara Korban dan tersangka pelaku IW dan RAG, kemudian adu mulut berlanjut antara korban dan tersangka pelaku lainnya, R yang sudah dalam keadaan mabuk.

“Lalu R tidak terima dengan perkataan korban yang mengatakan “Tumben minum, biasanya ngelem”. Tidak terima dengan perkataan korban , R langsung memukul korban dibagian muka sehingga korban tersungkur” jelas Morandi Tarigan.

Lalu IW pun ikut memukul dan menendang korban beberapa kali di bagian kepala, pundak, perut, dan paha. Selanjutnya korban yang sudah tidak berdaya akibat di pukul serta dalam pengaruh minuman keras terbaring di warung belakang halte.

BACA JUGA :  Acara Penyambutan Gubernur Yang Membentuk Klaster Baru

Selanjutnya tersangka pelaku lain T, I, MJS, serta GN secara bergantian memukul korban kembali di bagian wajah dan badan, atas perintah tersangka Pelaku R, GN dan MY memukul korban dengan mengatakan.

“Pukul andre saya yang tanggung jawab” ungkap Reza Morandy, menirukan kata-kata R.

Tidak hanya memukul, MJS yang memiliki rasa dendam pribadi kepada korban mengambil gunting di warung, lalu memotong rambut korban beberapa kali.

Sekira pukul 11.30 wib saksi yang berada di pasar jodoh, ditelepon oleh saksi B mengabarkan info bahwasannya Korban ditemukan dalam keaadan sekarat di belakang warung halte.

Kemudian korban dibawa ke rumah sakit dan melaporkan kejadian tersebut ke satreskrim Polresta Barelang.

“Atas Perbuatannya tersangka Pelaku dijerat dengan Pasal 170 Ayat 2 ke 3e K.U.H.Pidana. Dengan ancaman pidana maksimal 12 Tahun penjara” ungkap Kompol Reza Morandy Tarigan.

*(zhr/GoWest)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook