Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    KSOP Batam Evakuasi Sembilan Awak Kapal MV Golden Star 1 yang Tenggelam di Selat Malaka–Singapura
    3 jam lalu
    Kapal Kargo MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura
    4 jam lalu
    Berawal dari Keinginan Melapor, Terduga Penusuk di Batam Justru Dibekuk Polisi
    4 jam lalu
    ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
    17 jam lalu
    Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
    18 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Anakronisme Gambar Raja Ali Haji
    3 jam lalu
    Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
    2 hari lalu
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    3 hari lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    3 hari lalu
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
    3 jam lalu
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    17 jam lalu
    Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
    1 hari lalu
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    2 hari lalu
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    3 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Ragam

Masker untuk Gaya, Tren Baru Anak Muda Korea

Editor Admin 3 tahun lalu 775 disimak

PEMERINTAH Korea Selatan secara resmi mencabut kebijakan memakai masker. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pelonggaran kebijakan Covid-19 di negara itu.

Daftar Isi
Muncul Tren Mask Fishing Masalah Harga Diri Melarang ‘Foto Bermasker’ di Aplikasi Kencan Tekanan sosial

Sejatinya masyarakat Korea Selatan sudah tak perlu menggunakan masker di luar sejak Mei 2022.

Namun pencabutan aturan masker di dalam ruangan baru diumumkan pada Senin (30/1), dengan pengecualian tertentu, yakni saat menumpang moda transportasi umum dan memasuki rumah sakit.

Meski demikian, banyak anak muda Korea Selatan masih memilih menggunakan masker, baik di dalam maupun luar ruangan. Alasan yang mereka berikan mungkin terdengar mengejutkan bagi Anda.

Muncul Tren Mask Fishing

Sooyeun Park sering membuat video Tiktok yang berisi pro dan kontra dari memakai masker di Korea Selatan

Di Korea Selatan, masker sudah menjadi kebutuhan pokok selama pandemi Covid-19, sama seperti di berbagai negara lain. Masker tipe KF94 -atau setara dengan masker N95- menjadi sangat populer di sana.

Walaupun masker KF94 sebenarnya membuat pemakainya sulit bernapas, semua orang – mulai dari anak TK sampai manula – menggunakannya.

Alasan di balik popularitas masker ini cukup sederhana: warga ingin melindungi diri mereka dan orang lain dari penyebaran vírus.

Hampir 30 juta masyarakat Korsel terpapar Covid-19 dan lebih dari 33.000 orang telah meninggal karena virus tersebut.

Pencabutan kebijakan bermasker di dalam ruangan diumumkan tiga tahun setelah ditemukannya kasus Covid-19 pertama di Korea Selatan.

Namun, generasi muda memiliki alasan-alasan lain untuk tetap menggunakan masker selain melindungi diri dari virus.

Penampilan masih memiliki peran penting dalam membuat remaja dan orang muda tetap ingin memakai masker.

Muncul istilah “magikkun”, yang berarti seseorang terlihat lebih rupawan saat memakai masker. Kata tersebut mulai banyak digunakan di media sosial Korea Selatan.

Magikkun sendiri merupakan gabungan antara kata “mask“ dan “sagikkun” yang artinya “penipu” dalam bahasa Korea. Sehingga, kata tersebut digunakan untuk menyebut ‘penampilan bermasker’ seseorang adalah tipu muslihat.

Frasa serupa yang banyak digunakan di media sosial kancah global adalah ‘mask fishing’.

Mask fishing diambil dari istilah catfishing, yakni istilah yang digunakan untuk menggambarkan pemalsuan identitas sesorang, khususnya di ruang daring. Namun, kali ini penipuan dilakukan dengan masker.

Di Tiktok, terdapat ribuan unggahan video yang menggunakan tagar #maskfishing. Kebanyakan dari kontent itu terdiri dari remaja dan orang muda yang melakukan tantangan viral bertajuk “Apakah saya mask fishing?”

Model dan influencer asal Korea Selatan, Hanna Kim, yang dinobatkan sebagai Miss Universe Korea 2022, mengatakan kepada BBC bahwa dia pernah mengalami hal yang mirip dengan mask fishing ketika ia diajak berkencan oleh seorang pria pengguna masker.

“Saya harus membuat keputusan sulit dan mengatakan ‘Saya minta maaf tapi sepertinya ini tidak bisa berlanjut’,” kata Hanna Kim yang akhirnya merasa kecewa ketika pria itu melepas maskernya.

“Saya dulu sering khawatir apakah orang akan berpikir muka saya ketika menggunakan masker dan tanpa masker akan terlihat beda,” ungkapnya.

“Walaupun alasan utama menggunakan masker tentu adalah Covid,” ujar Hanna Kim.

“Ada banyak teman-temanku yang mengatakan mereka lebih nyaman menggunakan masker karena mereka tidak perlu merias wajah dengan makeup atau mereka bisa menyembunyikan masalah kulit,” katanya.

Masalah Harga Diri

Hanna Kim (kanan) membahas manfaat memakai masker di channel YouTube ‘Giggle’ yang mencapai lebih dari setengah juta tontonan dalam satu bulan.

Aktris dan pembuat konten Korea Selatan, Sooyeun Park, setuju dengan pernyataan Miss Universe Korea 2022. Ia menjelaskan bahwa magikkun di Korea Selatan jauh melampaui fenomena global yang disebut “mask fishing“.

“Banyak orang dewasa memakai masker untuk mencegah (penyakit), tetapi menurut saya anak muda kebanyakan memakai masker demi penampilan,“ kata dia.

Sebuah video YouTube menunjukkan beberapa orang muda Korea yang membicarakan anak-anak SMA yang bahkan rela tidak makan siang karena mereka tidak ingin melepas masker. Sementara, beberapa dari mereka hanya makan dengan mengangkat masker sedikit di atas dagu.

Survei terbaru yang menerima tanggapan dari 435 remaja Korea Selatan juga mendukung hal ini. Hasil survei itu menunjukkan bahwa masker tidak hanya digunakan untuk mencegah penyebaran Covid-19, tetapi juga untuk “menutupi muka“.

Survei itu juga menunjukkan bahwa semakin sering orang menutup wajah mereka, semakin rendah harga diri sosial mereka sebenarnya.

Video-video Tiktok kreasi Sooyeun Park, yang membuat lelucon seputar pemakaian masker, menjadi cukup populer di kalangan orang muda.

“Karena anak-anak sudah memakai masker sejak usia dini dan lama sekali, beberapa tidak merasa nyaman untuk menunjukkan ‘wajah asli mereka‘. Terutama mereka yang pernah disebut-sebut oleh orang lain sebagai ‘magikkun’. Mereka tidak mau melepas masker,“ kata dia.

“Karena kita hidup dalam masyarakat yang sangat peduli dengan penampilan, saya pikir anak-anak terpengaruh oleh itu.”

Melarang ‘Foto Bermasker’ di Aplikasi Kencan

Stiker sudah divaksin Covid muncul pada profil Tinder, sebuah aplikasi kencan.

Banyak aplikasi yang sepertinya memanfaatkan fenomena magikkun. Ada beberapa aplikasi yang mengeklaim bisa mengukur ‘kekuatan magikkun’ dengan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dapat menganalisa muka ‘bermasker’-mu dan menebak muka aslimu.

Sebagian besar dari aplikasi kencan di Korea Selatan pun sudah melarang penggunanya mengunggah foto-foto mereka yang menggunakan masker setelah menerima banyak keluhan tentang muka orang yang mereka temui terlihat berbeda dari foto dengan masker.

Tekanan sosial

Banyak orang muda Korea Selatan di Tiktok mengatakan penampilan sangat penting bagi mereka

Faktor penting lain yang membuat orang Korea enggan melepas masker adalah tekanan sosial. Meskipun mereka sudah boleh melepas masker di ruang terbuka sejak Mei lalu, banyak yang terus menggunakan masker.

Berdasarkan hasil survei terbaru oleh Kamar Dagang dan Industri Korea (KCCI), yang diterbitkan sebelum pemerintah mencabut kebijakan bermasker di ruang tertutup, tiga dari empat orang Korea ingin peraturan itu dihilangkan.

Sebanyak 40 persen dari responden menyatakan alasan utama adalah ‘memulihkan hak untuk bernapas’.

Tetapi video-video di media sosial yang menggambarkan situasi di mana orang-orang merasa lebih nyaman secara sosial, bukan secara fisik, ketika menggunakan masker sudah ditonton jutaan kali.

Maka, dapat disimpulkan bahwa alasan utama orang memakai masker di Korea Selatan adalah tekanan sosial yang muncul dari melihat semua orang sekitar memakai masker.

Dalam salah satu video Tiktoknya, Sooyeun Park berpura-pura membuang maskernya ketika kebijakan memakai masker di luar dicabut. Namun, ia memakai masker itu lagi ketika ia menyadari tak ada seorang pun yang ikut melepas maskernya.

Dia mengatakan dirinya akan tetap menggunakan masker meskipun kebijakannya sudah dicabut. “Ketika rasanya aneh menggunakan masker karena orang lain tidak memakainya, baru saya akan melepas maskerku.”

Dalam negara yang cara berkomunikasinya tidak hanya terpatok pada kata-kata, tetapi juga konteks yang mendasari dan isyarat halus, ini sangat penting.

Berbeda dengan budaya Barat, yang mengaitkan pemakaian masker dengan pelaku kejahatan atau konotasi negatif lainnya, kebanyakan negara-negara Asia memandangnya sebagai hal netral, atau bahkan positif.

Sebab, menggunakan masker adalah salah satu cara untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit dan memberikan kesan bahwa Anda adalah ‘masyarakat patuh’.

Ada juga banyak alasan lain yang melatarbelakangi penggunaan masker di Korea Selatan. Bahkan sebelum muncul wabah Covid, masker tipe KF94 sudah banyak digunakan karena butiran debu yang bertebaran. Kini, alasannya karena udara dingin.

Suhu di Korea Selatan mulai turun hingga di bawah minus 17C dan pemerintah sudah mengeluarkan peringatan gelombang dingin.

“Kebanyakan orang sekarang menggunakan masker karena dingin. Anda harus menutupi diri dari udara dingin sebisa mungkin,” kata salah satu penduduk kota Seoul.

Ada juga istilah “mahaeja“ yang populer di kalangan orang muda Korea, yang artinya kebalikan dari “magikkun“ dan ketika diartikan menjadi “korban masker“.

Istilah itu digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang penampilan indahnya disembunyikan oleh masker.

Sooyeun Park setuju dan percaya bahwa situasi akan perlahan berubah seiring berjalannya waktu.

“Karena membutuhkan waktu yang lama untuk terbiasa menggunakan masker, masuk akal jika perlu waktu lebih untuk menyesuaikan diri dengan era baru tanpa masker,“ kata dia.

(*)

Sumber : BBC | Kumparan 

Kaitan korea, Masker, tren
Admin 6 Februari 2023 6 Februari 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya City Takluk 0-1 Lawan Spurs
Artikel Selanjutnya Go Live Together, Bisa Live Streaming Bersama di Youtube

APA YANG BARU?

Anakronisme Gambar Raja Ali Haji
Catatan Netizen 3 jam lalu 102 disimak
Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
Peristiwa 3 jam lalu 134 disimak
KSOP Batam Evakuasi Sembilan Awak Kapal MV Golden Star 1 yang Tenggelam di Selat Malaka–Singapura
Artikel 3 jam lalu 142 disimak
Kapal Kargo MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura
Artikel 4 jam lalu 127 disimak
Berawal dari Keinginan Melapor, Terduga Penusuk di Batam Justru Dibekuk Polisi
Artikel 4 jam lalu 113 disimak

POPULER PEKAN INI

8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 3 hari lalu 820 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 6 hari lalu 775 disimak
Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
Statistik 6 hari lalu 756 disimak
Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 740 disimak
Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
Tokoh 6 hari lalu 728 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?