Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Presiden Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru di Kabinet Merah Putih
    8 jam lalu
    Baznas Kota Batam Perkuat Syiar Islam di Hinterland Melalui Pembinaan Dai
    10 jam lalu
    Uni Eropa Berikan Sanksi ke Terminal Minyak di Karimun
    14 jam lalu
    Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkoba di Tanjungbalai Karimun
    15 jam lalu
    Pemko Batam Berikan Perlindungan Jamsos Naker Kepada RT/ RW
    17 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Italia Menolak Mentah-mentah Gagasan Pengganti Iran di Piala Dunia 2026
    1 hari lalu
    Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Benahi Status Guru Honorer di Kab. Karimun
    2 hari lalu
    Peringati Hari Bumi, Satgas Gema Batam ASRI Lakukan Penghijauan di Tg Banon
    4 hari lalu
    Bersih Pantai dan Laut Dalam Rangka Hari Bumi di Nirwana Gardens Bintan
    4 hari lalu
    “Etalase Publik”: Yang Lahir dari Transportasi Publik
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Pecong, Batam
    4 hari lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Memperingati Satu Tahun Tragedi Penggusuran Paksa di Pulau Rempang

Pemerintah Tetap Lanjutkan PSN Rempang

Editor Admin 2 tahun lalu 739 disimak
Peringatan satu tahun pengusuran masyarakat Rempang, Sabtu (7/9/2024).Disediakan GoWest.ID

SABTU, 7 September 2024, genap satu tahun sejak tragedi penggusuran paksa di Pulau Rempang, Batam terjadi. Dalam rangka memperingati peristiwa tersebut, sejumlah warga melakukan berbagai kegiatan, termasuk ziarah ke makam-makam tua di Lubuk Lanjut, Kampung Pasir Panjang.

Daftar Isi
Tragedi Setahun LaluSikap Pemerintah Soal PSN di Rempang

WARGA Pulau Rempang menggelar kegiatan tabur bunga, orasi dan atraksi budaya untuk memperingati setahun tragedi bentrokan yang terjadi, pada tanggal 7 September 2023 lalu.

Tabur bunga dilaksanakan tepat di lokasi bentrok antara masyarakat Pulau Rempang dengan 1.010 aparat gabungan di Kampung Tanjungkertang, Sabtu (7/9/2024) kemarin.

Sebelum itu, masyarakat Rempang menggelar pawai. Iring-iringan kendaraan dilakukan mulai dari Simpang Dapur Enam, sampai ke Tanjungkertang.

Prosesi tabur bunga dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB. Ibu-ibu yang hadir langsung turun dari kendaraan sambil membawa bunga, menaburkan di jalan persis di Jembatan 4 Barelang.

Sesudah prosesi tabur bunga, warga kemudian duduk melingkar, memanjatkan doa, berharap agar perjuangan mempertahankan kampung, membuahkan hasil yang berpihak pada masyarakat.

“Di sinilah, kami mengingat setahun yang lalu, sakitnya hati kami atas perlakuan aparat,” kata Miswadi, warga Pulau Rempang yang ambil bagian dalam kegiatan tabur bunga ini.

“Kami sudah satu tahun berjuang. Dan kami akan terus berjuang.”

Konvoi warga kemudian bergeser ke lapangan Sepakbola Kampung Sembulang. Di sana warga Rempang menggelar salat Hajat seusai bersama-sama menunaikan ibadah salat Magrib.

Warga memgirimkan doa, agar diberikan kekuatan untuk tegar berjuang menjaga eksistensi kampung-kampung di pulau Rempang. Mereka juga iringkan doa untuk leluhur mereka.

Orang-orang yang sebelumnya lebih dulu berjuang menjaga ruang hidup yang kini ditempati warga.

Tragedi Setahun Lalu

PERISTIWA bentrokan antara warga dan aparat gabungan yang terjadi satu tahun lalu melibatkan seribu lebih petugas keamanan. Warga, yang berjuang melawan peluru karet, gas air mata, dan tindakan keras aparat, mengalami kerugian besar, dengan beberapa anak di sekolah juga menjadi korban gas air mata. Beberapa orang terluka, dan delapan lainnya ditangkap.

Ridwan, salah seorang yang terkena peluru karet dalam bentrokan tersebut dan sempat viral karena video yang menunjukkan kepalanya berdarah, hadir dalam ziarah tersebut. Ia mengingat pengalaman traumatis tersebut dengan perasaan campur aduk namun tetap teguh untuk melawan penggusuran. Ridwan meminta agar warga Pulau Rempang tetap bertahan dan melawan, menegaskan bahwa perjuangan mereka adalah untuk melindungi tanah leluhur dari ancaman pihak asing.

Siti Hawa, warga lainnya, menyebut tragedi 7 September sebagai tindakan zalim pemerintah yang akan mereka peringati setiap tahun. Ia membandingkan situasi saat ini dengan perlawanan nenek moyang melawan penjajah Belanda, menekankan bahwa perjuangan melawan proyek Rempang Eco City, sebuah proyek strategis nasional, adalah untuk melindungi tanah leluhur mereka.

Miswadi, seorang warga lain, menegaskan penolakannya terhadap relokasi dan proyek investasi yang dianggap merugikan masyarakat. Ziarah kubur yang dilaksanakan kemarin diikuti dengan penuh khidmat, dengan Muhammad Sani, tetua masyarakat adat Pulau Rempang, memimpin doa untuk keselamatan dan perlindungan kampung mereka. Beberapa warga tidak bisa menahan isak tanggis saat doa dibacakan, dan mereka juga menyirami makam-makam tua di bawah pohon Ara yang tinggi, menegaskan bahwa mereka sudah menjadi bagian dari Pulau Rempang selama delapan generasi. Sani menyatakan bahwa Pulau Rempang bukanlah pulau kosong, melainkan tanah leluhur yang harus dilindungi.

Tragedi yang terjadi setahun lalu di Pulau Rempang, pada 7 September 2023, melibatkan bentrokan antara warga setempat dan aparat keamanan. Konflik ini berawal dari upaya penggusuran paksa oleh pihak berwenang untuk memfasilitasi proyek strategis nasional, yaitu Rempang Eco City, yang direncanakan akan dibangun di kawasan tersebut.

Warga setempat, yang berjuang mempertahankan tanah leluhur mereka, berhadapan dengan tindakan keras aparat, termasuk penggunaan gas air mata, peluru karet, dan pemukulan. Bentrokan ini menyebabkan beberapa warga terluka, beberapa anak di sekolah sekitar terkena gas air mata, dan delapan orang ditangkap. Video dan laporan menunjukkan bahwa situasi ini sangat brutal dan menimbulkan banyak korban di pihak warga.

Tragedi ini menjadi simbol perlawanan terhadap penggusuran dan proyek besar yang dianggap merugikan komunitas lokal. Peringatan setahun setelah kejadian tersebut diisi dengan kegiatan ziarah dan doa oleh warga sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka yang terdampak serta sebagai upaya untuk terus menegakkan hak mereka atas tanah leluhur.

Sikap Pemerintah Soal PSN di Rempang

SAAT ini, sikap pemerintah terhadap proyek strategis nasional di Pulau Rempang tetap pada rencana semula meskipun ada penolakan dan perlawanan dari warga. Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Rempang Eco City, yang merupakan bagian dari inisiatif pengembangan kawasan strategis nasional.

Warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City mengaku bahagia karena akan segera menempati rumah baru di Tanjung Banon. © F. BP Batam

Proyek ini dirancang untuk mengubah Pulau Rempang menjadi pusat ekonomi dan lingkungan yang modern, namun menghadapi resistensi dari masyarakat setempat yang khawatir akan dampaknya terhadap tanah dan kehidupan mereka.

Pemerintah telah melakukan beberapa langkah untuk menyelesaikan konflik, termasuk menawarkan kompensasi kepada warga yang terdampak dan berusaha melakukan negosiasi.

Namun, ketegangan masih tinggi karena warga merasa bahwa upaya kompensasi tidak cukup untuk mengganti kerugian kehilangan tanah leluhur mereka. Sehingga, meskipun ada usaha untuk mencari solusi, perlawanan dan protes dari masyarakat lokal masih berlanjut.

Dalam rilisnya, BP Batam sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam proyek strategis nasional di pulau Rempang ini menyebut warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City mengaku bahagia karena akan segera menempati rumah baru di Tanjung Banon.

Hal ini tentu tak terlepas dari rencana BP Batam yang dalam waktu dekat akan memindahkan mereka ke bangunan dengan tipe 45 dan memiliki luas tanah 500 meter persegi tersebut.

“Kita masyarakat asli Rempang sangat menginginkan kesejahteraan. Makanya kita mendukung relokasi oleh pemerintah. Kami semua juga sangat bahagia karena sebentar lagi kita semua akan menempati rumah yang baru di Tanjung Banon,” kata tokoh masyarakat Sembulang, Samsudin Bujur, Sabtu (7/9/2024).

Ia berharap, BP Batam bersama kementerian terkait juga langsung memberikan sertifikat hak milik (SHM) seiring kepindahan warga ke sana.

Bukan tanpa alasan, warga yang saat ini menempati hunian sementara sejak awal telah berkomitmen untuk mendukung penuh rencana investasi di Kawasan Rempang.

“Kami semua hingga saat ini sangat mendukung PSN Rempang Eco-City. Untuk itu, kami ingin menerima sertifikat langsung saat penyerahan kunci,” harapnya.

Ia juga menyayangkan kondisi Rempang yang saat ini kembali bergejolak akibat provokasi sejumlah pihak.

“Kita mengetahui siapa saja masyarakat Rempang yang asli. Misalkan 50 orang yang ikut serta menolak direlokasi, hanya 10 orang yang merupakan masyarakat Rempang asli. Selebihnya merupakan masyarakat pendatang yang menetap di Rempang,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengaku senang dengan dukungan dari warga serta tokoh masyarakat Rempang.

Ia berharap, dukungan ini dapat mengetuk pintu hati masyarakat yang masih bersikeras menolak rencana investasi di Rempang.

“Kita bersyukur karena warga mulai membuka diri dan pikirannya terhadap rencana pembangunan Rempang Eco-City. Semoga saja dukungan terus bertambah sehingga ini bisa terealisasi dengan baik,” ujarnya.

Di samping itu, Ariastuty mengaku bahwa BP Batam juga terus berkoordinasi dengan Kementerian ATR-BPN terkait penyerahan SHM kepada warga Rempang yang akan segera menempati hunian baru di Tanjung Banon.

Dengan harapan, rencana penyerahan SHM saat perpindahan warga ke rumah baru bisa terealisasi.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak yang berkompeten. Semoga seluruh prosesnya bisa berjalan sesuai harapan,” tambahnya.

(ham/dha)

Kaitan batam, PSN, Rempang
Admin 8 September 2024 8 September 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kepergian Puput Novel: Dunia Hiburan Indonesia Kehilangan Ikon Serba Bisa
Artikel Selanjutnya BP Batam Segera Pindahkan Warga Terdampak Rempang Eco-City ke Hunian Tetap di Tanjung Banon

APA YANG BARU?

Presiden Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru di Kabinet Merah Putih
Artikel 8 jam lalu 83 disimak
Baznas Kota Batam Perkuat Syiar Islam di Hinterland Melalui Pembinaan Dai
Artikel 10 jam lalu 83 disimak
Uni Eropa Berikan Sanksi ke Terminal Minyak di Karimun
Artikel 14 jam lalu 149 disimak
Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkoba di Tanjungbalai Karimun
Artikel 15 jam lalu 156 disimak
Pemko Batam Berikan Perlindungan Jamsos Naker Kepada RT/ RW
Artikel 17 jam lalu 175 disimak

POPULER PEKAN INI

Peringati Hari Bumi, Satgas Gema Batam ASRI Lakukan Penghijauan di Tg Banon
Lingkungan 4 hari lalu 543 disimak
Berlaku Setiap Jum’at, ASN Kabupaten Bintan Mulai Laksanakan Kerja WFH
Artikel 6 hari lalu 512 disimak
Mayat Pria Ditemukan Dalam Kolam Bekas Galian di Kawasan Imperium
Artikel 4 hari lalu 510 disimak
TBM Kepulauan Riau Lolos Kurasi Nasional
Budaya 4 hari lalu 485 disimak
Ditjen Imigrasi Amankan WNA Asal Tiongkok di Proyek Opus Bay Marina City
Artikel 4 hari lalu 451 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?