Hubungi kami di

Ini Batam

Menelusur Produk dengan Logo Halal Tempelan

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi

TIM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam turun ke sebuah supermarket di kawasan Bengkong, Rabu (21/2).

Kepala Disperindag, Zarefriadi mengatakan tim turun menindaklanjuti laporan masyarakat tentang barang dalam keadaan terbungkus (BDKT).

“Kita mendapat informasi produk yang logo Halal-nya berupa tempelan. Menurut aturan itu seharusnya dicetak langsung pada kemasan,” kata Zarefriadi dikutip dari Media Center Batam.

Hasil dari pengawasan BDKT ini memang ditemukan produk seperti laporan warga.

Dan tim sudah memperingatkan pengelola supermarket agar tidak lagi menjual produk tersebut.

“Kita sudah peringatkan yang bersangkutan agar produk itu tidak diedarkan,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan terhadap BDKT, sehari sebelumnya Disperindag Batam juga melakukan tera ulang timbangan di Pasar Pujabahari/Avava Jodoh. Tera dilakukan terhadap seluruh alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP).

“Tera ulangnya dilakukan satu tahun sekali. Jadi ini memang kegiatan rutin kita,” kata dia.

Tera dan tera ulang wajib bagi para pedagang. Sedangkan mengenai biaya berbeda-beda sesuai kapasitas UTTP. Adapun besaran biayanya diatur dalam Peraturan Walikota Batam nomor 49 tahun 2014 tentang Perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Tera atau Tera Ulang.

BACA JUGA :  Wali Kota Batam: Seremonial Nanti Dulu

“Sanksi ada, tapi tidak diatur dalam Perwako. Namun kembali pada Undang-undang nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal pasal 23 ayat 1 dengan ancaman pidana kurungan 1 tahun atau denda Rp 1 juta,” paparnya.

(*)

 

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook