Hubungi kami di

Histori

Mengenang SMI Ekspressa, ‘Ayam Jago’ Nasional Yang Terlupakan

Mike Wibisono

Terbit

|

Presiden Soeharto saat mencoba salah satu prototype SMI, Foto & Grafis : ist.

IDE dan realisasi kendaraan produksi nasional sudah dilakukan puluhan tahun lalu. Di zaman orde baru, realisasi kendaraan nasional juga sudah dilakukan. Contohnya seperti sepeda motor bermerk SMI Expressa.

SMI Expressa atau Ekspressa tentu menjadi kendaraan yang jarang terdengar oleh masyarakat umum saat ini. Padahal kendaraan tersebut dulunya digadang sebagai produk dalam negeri yang akan mampu bersaing dengan luar.

Proyek SMI sendiri diawali pada tahun 1995 dan 1996 dengan dibuat hanya beberapa unit saja dalam bentuk prototype.

SMI sendiri merupakan kepanjangan dari Sepeda Motor Indonesia.

Proyek sepeda motor nasional ini dilakukan dengan kerjasama Jepang sebagai bentuk transfer teknologi. Makanya, mesin yang digunakan adalah mesin 1 silinder 4 tak dari Honda.

Pihak Honda melalui Federal Motor (ATPM Honda saat itu, sekarang jadi Astra Honda Motor, pen) mengirimkan mesin tipe MCB 100 untuk SMI. Kapasitasnya 97 cc.

Kapasitasnya sama persis dengan motor produk motor bebek Honda kala itu.

Kemudian di bawah PT. Federal Motor (sekarang AHM, pen), para insinyur Indonesia di bawah Ir. Suwandhi membuat 19 jenis prototype lagi kendaraan ini.

Presiden Soeharto menambahkan SMI dengan nama Ekspressa. Kepanjangannya adalah Ekspresi Anak Bangsa.

Desain SMI terbilang unik pada zamannya. Tidak benar-benar mirip motor bebek yang feminin. Tapi juga tidak persis seperti motor “laki” yang memiliki tangki bbm di bagian depan.

Orang kala itu menyebut SMI sebagai motor ayam jago. Desain serupa SMI beberapa tahun ke depan setelah diluncurkan, bisa dibilang mirip dengan Satria Fu. Motor bebek gagah besutan pabrikan Jepang, Suzuki.

Akibat krisis tahun 98 dan 99 membuat pengerjaan motor ini harus dihentikan. Sebelum benar-benar bisa dinikmati masyarakat. Sama halnya dengan proyek pesawat terbang nasional IPTN kala itu.

Lalu bagaimanakah motor SMI Ekspressa ini? Simak ulasannya berikut.

Modelnya mirip dengan motor Satria FU 150

Perbandingan SMI Ekspressa dan Suzuki Satria FU, ist

Membicarakan bentuk, wujud motor SMI Ekspressa ini terlihat unik dengan tidak menyerupai motor sport atau bebek. Ia mirip macam Suzuki Satria FU 150 terutama pada bagian depannya sampai agak turun ke bawah.

SMI ini memakai kopling ganda seperti motor sport dan seinnya terpisah dari lampu utama. Hal ini makin membuatnya mirip si FU. Bentuk ini dipilih karena dinilai mampu menarik konsumen apabila motor ini nantinya dirilis.

Menggunakan mesin sama halnya dengan Supra

Mesin SMI Ekspressa, ist

Untuk bagian mesin motor SMI ini menggunakan MCB 100 hasil dari bantuan PT Federal Motor. Kedatangan mesin ini semakin menyempurnakan kendaraan tersebut karena dilengkapi dengan spesifikasi 1 silinder dan 4 tak.

Hal tersebut menjadikannya bermesin sama dengan berbagi motor Supra. Meskipun belum sempurna tapi kendaraan ini digadang mampu menyaingi si motor massal pada waktu itu. Kalau saja motor ini masih ada tentu menjadi salah satu kendaraan favorit ya sob.

Krisis pada tahun 1998 mengubur kejayaannya

Krisis ekonomi 1998 yang membuat produksi SMI Ekspressa terhenti, ist.

Meski sempat menjadi harapan tapi motor ini layu sebelum mekar bahkan bisa dikatakan belum sempat berjaya. Krisis moneter pada tahun 1998 menguburnya dalam-dalam, serta ketidakstabilan politik di Indonesia membuatnya terbengkalai saat itu.

Kejadian 98 tersebut memang melumpuhkan semua aktivitas di Indonesia, selain menyerang proyek ini keadaan waktu juga membuat presiden Suharto mundur dari jabatannya. Sungguh suatu yang sangat disayangkan padahal apabila terus berlanjut akan semakin berkembang motor ini.

Merupakan peninggalan Pak Harto sebelum lengser

Presiden Soeharto saat mencoba mengendarai SMI Ekspressa, ist

Produk ini tentu menjadi peninggalan Pak Harto sebelum mundur.

Karena kemunculannya merupakan ide dari beliau dan tentunya dibarengi dengan masukan para pejabatnya.

Pada tahun 1997 sempat diresmikan di depan Istana Negara dengan peluncurannya dinaiki langsung oleh presiden ke 2, dengan diikuti oleh pengawalnya. Apabila melihat sejarahnya nama motor ini merupakan singkatan dari ekspressa (ekspresi bangsa) meskipun pada akhirnya belum muncul tapi sejarahnya patut untuk dikenang.

Bahkan boleh untuk dimunculkan kembali untuk para sobat boombastis pencinta otomotif.

Tidak sepenuhnya hilang, saat ini dikembangkan oleh Kanzen Motor

SMI Ekspressa, ist

Motor ini ternyata belum sepenuhnya mati atau lenyap. Pasalnya oleh salah satu menteri Jokowi saat ini yakni Bu Rini Soemarno yang juga pemilik Kanzen Motor, SMI diambil alih dan dikembangkannya.

Bahkan motor-motor dari produksi Kanzen sendiri teknologinya berasal dari pengembangan SMI Ekspressa.

Hal ini dapat dilihat dari Kanzen Ultima yang memiliki clue desain dari SMI Ekspressa namun telah dimodifikasi ala motor trail. Meskipun berbeda rupa tapi mendengarnya tetap dipakai menjadi kegembiraan sendiri. Besar harapan model orisinilnya dimunculkan kembali.

Kegagalan program kendaraan dalam negeri tentunya mengikuti program lainya seperti Esemka, dan mobil listrik Dahlan Iskan. Meskipun begitu, hal ini dapat menggambarkan bagaimana orang Indonesia selalu melakukan inovasi positif.

Dan semoga ke depannya program seperti ini dapat terus dimunculkan. Agar nantinya kita mampu untuk mengekspor motor dan tidak hanya mengimpor saja.

(*/dha)

Sumber : MotorPlus / Motor Retro Klasik

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *