Hubungi kami di

Ini Batam

Menghidupkan Permainan Gasing di Engku Puteri

iqbal fadillah

Terbit

|

KENDURI Seni Melayu (KSM) kembali digelar di Batam sejak 2 November hingga – 4 November 2018 ini. ,Banyak kesenian yang digelar.

Salah satunya adalah jenis permainan tempo dulu, gasing.

Permainan berbahan kayu yang berbentuk seperti bengkoang ini dimainkan dengan cara diputar menggunakan tali.

Pada KSM kali ini, permainan gasing kembali dihidupkan. Para pelajar tingkat SD, SMP se-Batam memadati ruas jalan Engku Putri.

Ruas kalan itu jadi arena adu ketangkasan memainkan gasing. Para pemain berseru heboh. Demikian pula dengan penonton.

“Kami semua senang bermain gasing. Seru. Kami sudah latihan selama satu bulan di halaman sekolah untuk tampil di acara ini ,” ungkap seorang siswa asal Belakang Padang Abdi Rey.

Permainan gasing bukan sekadar hiburan. Ada sebuah makna filosofi yang terkandung di dalamnya. Putaran gasing diibaratkan dengan keseimbangan, konsentrasi, ketahanan dan seni. Empat elemen yang bila diserap kedalam jiwa akan berdampak pada hidup yang berkualitas.

 

Gasing di Masyarakat Melayu

GASING merupakan permainan tradisional orang-orang Melayu sejak dahulu. Biasanya dimainkan setelah musim menuai.

Salah satu jenis gasing : © wikipedia

Zaman dahulu, permainan ini biasa dipertandingkan antara kampung. Pemenangnya ditetapkan berdasarkan tempo masa gasing mampu berputar.

Gasing atau gangsing diyakini sebagai salah satu permainan tradisional masyarakat Melayu tua, dan menyebar di beberapa daerah di belahan Nusantara, bahkan Asia Tenggara.

Buku Gasing Indonesia menyebut, data sejarah tentang naskah-naskah kuno maupun data arkeologi, baik artefak maupun non artefak tentang permainan ini belum ditemukan. Sehingga, sulit untuk mengungkap kronologis atau sejarah penyebaran permainan ini di wilayah Nusantara secara pasti.

Permainan ini terbuat dari kayu. Hampir di setiap pulau dan daerah di Indonesia memiliki permainan ini. Namun, di beberapa daerah gasing memiliki bentuk dan nama yang berbeda-beda.

Yang biasa digunakan kayu bebaru, kemuning, merbau, rambai, durian atau kundang.

Kayu tersebut akan ditakik-takik dan dikikis sehingga menjadi bentuk gasing.

Tali gasing dibuat daripada kulit pokok bebaru. Tapi sekarang tali gasing dibuat daripada tali nilon. Panjang tali gasing biasanya bergantung kepada panjang tangan seseorang. Biasanya 1 meter panjang. Minyak kelapa digunakan untuk melicinkan pergerakan gasing.

 

(GoWestID/ beritahati / wikipedia / batam tv)

 

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook