Hubungi kami di

Khas

“Mengubah Tanjungpinang Menjadi Kota Hongkong”

iqbal fadillah

Terbit

|

Gubernur Kepulaun Riau, Ansar Ahmad, saat memimpin rapat rencana penataan ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Kamis (25/3). Photo : @Ist.

DENYUT keseharian Hongkong yang dipenuhi gemerlap lampu aneka warna, menjadi inspirasi pembangunan desain ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang.

Eksotiknya penataan kota, aneka hiasan lampu di pinggir jalan dan bangunan serta penataan lingkungannya yang bersih, indah dan tertata rapi mencerminkan Hongkong berhasil dalam hal manajemen kota.

Keberhasilan tersebut menjadikan Hongkong sebagai contoh pengelolaan Kota Tanjungpinang yang oleh Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, akan diredesain dan mulai direalisasikan pembangunannya pada tahun 2022.

Harapan Gubernur, sebagai ibu kota provinsi, dalam tiga hingga lima tahun mendatang, Tanjungpinang bisa tampil menjadi kawasan yang nyaman dan mengesankan.

Di kawasan ini juga direncanakan ada pertunjukkan seni serta hiburan budaya Melayu sebagai ruh utama dari detak jantung Tanjungpinang sebagai kota pusat peradaban Melayu.

“Detail Engineering Design (DED) akan mulai dikerjakan tahun 2021 ini. Setidaknya di APBD Perubahan tahun 2021 sudah selesai. Sehingga tahun 2022 tinggal kita realisasikan,” kata Ansar Ahmad, saat memimpin rapat rencana penataan ibu kota Provinsi Kepri Tanjungpinang, di ruang kerja Gubernur Kepri di Dompak, Kamis (25/3).

Dalam rapat yang dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri Abu Bakar, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Mahyudin, Kepala BPKAD Reni Yusneli, Asisten III DR. Syamsul Bahrum, dan beberapa pejabat dari Pemko Tanjungpinang tersebut, Gubernur berkeinginan Tanjungpinang harus didesain seeksotis mungkin.

“Selain ibu kota Provinsi, Tanjungpinang akan kita jadikan kota wisata. Tidak hanya wisata sejarah tetapi juga kota yang punya daya dukung infrastruktur wisata yang indah, cantik, eksotik, nyaman dan menawan,” jelas Ansar.

Panorama cahaya lampu saat malam di jembatan Dompak Tanjungpinang. Photo : @Ist.

Pulau Penyengat sebagai ikon Tanjungpinang, jelas Ansar, sudah disiapkan desain dengan tidak meninggalkan nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu. Mulai dari pelabuhan sebagai pintu masuk ke Pulau Penyengat, Masjid Raya Sultan Riau, beberapa situs sejarah peninggalan Kerajaan Riau Lingga, jalan-jalan di Penyengat dan berbagai hal tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat Melayu yang dikemas dalam paket wisata.

BACA JUGA :  Mendag RI Keluarkan Aturan Baru Terkait Impor Sepeda dan Barang Konsumsi Lainnya

Kala malam tiba, aneka lampu warna warni menghias Pulau Penyengat. “Saya bermimpi, suatu saat Pulau Penyengat ketika malam tiba seperti Hongkong. Bermandikan cahaya aneka warna,” ujar Ansar Ahmad.

Obyek-obyek wisata lainnya seperti patung seribu wajah, gereja ayam, revitalisasi vihara Senggarang, kawasan jalan Merdeka, jalan Bintan dan Jalan Teuku Umar juga sudah disiapkan desain khusus. Daerah sekitar pelantar I dan pelantar Laut Jaya akan ditata sedemikian rupa sehingga bersih dengan kapal-kapal dan perahu nelayan yang tambat di pelantar tersebut terlihat rapi, indah dan tertib.

Patung Seribu Wajah salahsatu andalan Destinasi wisata di kota Tanjungpinang. Photo : @Ist.

Dengan demikian, maka Tanjungpinang bisa
menjadi destinasi wisata yang bakal mengundang daya tarik para pelancong. Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkapkan, perlu adanya kesungguhan menjadikan Kota Tanjungpinang sebagai kawasan wisata konservasi unggulan.

“Kita ingin Tanjungpinang nantinya mampu diorientasikan sebagai ekspresi eksotis sejarah yang dikemas secara modern dengan tatanan lingkungan yang menawan,” ungkap Ansar Ahmad.

Untuk menunjang daya dukung kota wisata, jelas Ansar, dua flyover juga akan disiapkan di Tanjungpinang pada tahun 2022. Untuk itu Ansar Ahmad secara serius terus meloby pemerintah pusat agar membantu merealisasikan mimpinya tentang Tanjungpinang yang indah dan menawan.

“Saya tetap optimistis. Dengan segala keseriusan usaha dan upaya kita, Tanjungpinang bisa menjadi “Hongkong Kecil” dengan segala keunggulan faktor pembedanya,” pungkasnya. (*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook