Hubungi kami di

Ini Batam

Menunggu Museum Batam

nien bagaskara

Terbit

|

Astaka Batam yang akan difungsikan sebagai museum : © worldnomads

 

PEMBANGUNAN Museum Sejarah Batam tak kunjung kelar.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah merencanakan hal tersebut sejak 2016 lalu dengan memanfaatkan Astaka Musabaqah Tilawatil Quran Nasional 2014 di Engkuputri Batam.

Sejatinya lokasi astaka yang cukup strategis cukup menarik, tak heran museum tersebut digadang-gadang menambah daya tarik ikon gedung astaka yang sudah ada. Tetapi hal tersebut tak dijemput percepatan pembangunan museum.

“Katanya ada mau bangun museum, tapi belum ada saya lihat. Saya sering olahraga di Engkuputri ini,” kata seorang warga, Farhan, kemarin.

Rekan Farhan, Nira mengungkapkan informasi soal museum tak sebatas diketahui warga lokal, wisatawan mancanegara baik Singapura maupun Malaysia juga pernah mempertanyakan keberadaan museum tersebut.

“Saya pernah ditanya mereka (turis), tapi kami bilang tak pernah dibuka ruangannya. Jadinya mereka hanya foto-foto di luar astaka ini,” ucap Nira.

Di lokasi bakal museum tersebut, beberapa etalase sudah dipasang. Beberapa ruang disesuaikan dengan sejarah perkembangan Batam, misal ada bagian yang khsusus menampilkan transkrip sejarah saat penjajahan, Belanda. Lalu ada bagian yang khusus akan menampilakn keadaan Batam zaman Kerajaan Riau Lingga, sewaktu Batam masih Kabupaten Kepulauan Riau, hingga kini Batam sudah menjadi daerah otonom.

BACA JUGA :  Polda Kepri Gelar FGD Antisipasi Paham Terorisme dan Separatisme di Kepri

Dikonfirmasi, Kepala Disbudpar Batam Pebrialin mengaku koleksi untuk museum belum di masukkan. Namun demikian, ruangan ia pastikan siap digunakan untuk di sisi koleksi museum. “Interior sudah, tengah kami persiapkan konten atau isian untuk museum tersebut,” kata Pebrialin.

Ia berjanji pihaknya akan menyegerakan agar museum tersebut, hingga kelak akan jadi salah satu ikon baru bagi wisata Batam. “Kami usahakan secepatnya (museum diadakan). Saya akan bicara dulu dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) nya,” imbuhnya.

Soal persiapan barang koleksi museum, sejatinya Pebrialin sudah sampaikan Juli 2017 lalu. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan Museum Batam sudah bisa dikunjungi 2018 ini.

Menurut Pebrialin, Batam yang notabenenya daerah melayu yang kaya akan sejarah, cukup sayang jika tak memiliki museum sejarah. Keberadaanmuseum diharapkan memberi sumbangsih bagi kunjungan wisatawan ke Batam.

¡°Ini akan jadi ikon baru di Batam, wisatawan yang ingin tahu Batam bisa mendapat informasi di museum ini, ujarnya.

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook