Hubungi kami di

Khas

“Merangkul” Miangas di Ujung Utara Indonesia

Mike Wibisono

Terbit

|

SEBUAH Bandara kecil di pulau Miangas, Kabupaten Talaud Sulawesi Utara, resmi dioperasikan, rabu (19/10). Bandara kecil ini terletak di pinggir laut dan menjadi salah satu bandara terluar Indonesia.


PULAU Miangas adalah pulau yang terletak di ujung paling utara Indonesia, dan merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Mindanao-Filipina. Jaraknya hanya sekitar 92 kilometer. Luas pulau ini sekitar 210 hektar.

Dalam administrasi Pemerintah Republik Indonesia, Pulau Miangas hanya mempunyai 1 Desa (Desa Miangas) dan Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut data BPS tahun 2010 lalu, ada sekitar 700 warga atau sekitar 300 Kepala Keluarga yang mendiaminya. Terdiri dari laki-laki 409 jiwa dan perempuan sebanyak 388 jiwa. Mayoritasnya adalah dari Suku Talaud.

Karena faktor jarak, perkawinan dengan warga Filipina tidak bisa dihindarkan. Mata uang yang sering digunakan di sana justru Peso. Masyarakat Pulau Miangas pada umumnya mengandalkan hidup dari penjualan hasil perkebunan dan hasil laut.

Peta Pulau Miangas yang berbatasan dengan Philipina

Peta Pulau Miangas yang berbatasan dengan Philipina

Sebagai pulau terluar, Pulau Miangas juga berfungsi sebagai Pos Lintas Batas Indonesia-philipina sesuai per Border Crossing Agreement (BCA) kedua negara.

Untuk terhubung dengan pusat pemerintahan terdekat di Sulawesi Utara, Manado, akses menuju Pulau Miangas dapat dilakukan dengan menggunakan kapal angkutan dari Pelabuhan Karatung yang melayani trayek Bitung-Karatung dengan lama perjalanan 15 hari (2 kali sebulan). Rutenya melewati beberapa pelabuhan seperti Tahuna, Siau dan Lirung.

Sedang untuk ke Pelabuhan Karatung dapat dicapai melalui rute dari Manado (Bandara Sam Ratulangi) ke Melonguane (Bandara Melonguane) dengan pesawat dengan lama perjalanan sekitar 3 jam.

Letak geografis pulau Miangas terbilang unik. Awalnya pulau ini menjadi salah satu pulau yang sangat terisolir karena  hanya dapat diakses dengan kapal laut yang sangat bergantung pada kondisi cuaca perairan, angin, dan gelombang tinggi.

Akibatnya distribusi logistik ke pulau terluar di ujung utara Indonesia ini sering terhambat. Harga barang kebutuhan pokok menjadi relatif mahal di sana.

Kondisi masyarakat di Pulau Miangas yang rata-rata masih di bawah standar hidup layak, tidak jarang memicu protes masyarakat terhadap pemerintah Indonesia. Salah satu bentuk protes yang dilakukan oleh masyarakat Miangas adalah dengan beberapa kali mengibarkan bendera Philipina.

Sejarah pulau ini juga sempat diwarnai sengketa kepemilikan. Pada tahun 1928, Amerika Serikat (yang menguasai Philipina saat ini, pen) berseteru dengan Kerajaan Belanda (yang juga menjajah kepulauan Nusantara atau Hindia Belanda). Status kepemilikan Pulau Miangas ini berakhir di Mahkamah Arbitrase Internasional.

Pada tanggal 4 april 1928, Hakim Dr. Max Hubert, arbitrator tunggal Mahkamah Arbitrase Internasional, menyatakan bahwa Miangas adalah bagian dari wilayah Hindia Belanda. Seiring penyerahan kekuasaan Belanda, kini pulau Miangas masuk wilayah Indonesia. Namun, masyarakat Philipina sampai saat ini lebih mengenal pulau Miangas dengan sebutan Las Palmas dalam bahasa mereka.

Pembangunan Bandara Miangas sebagai alternatif baru menghubungkan pulau ini dengan daerah sekitarnya, menjadi angin segar membuka isolasi daerah ini setelah sekian lama. Rintisan pembangunannya sudah dilakukan sejak tahun 2012 lalu. Target pertama, bandara Miangas bisa disinggahi pesawat jenis ATR 72.

_______________

KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Bambang S. Ervan mengatakan, pembangunan bandara Miangas sudah dilakukan sejak tahun 2012 lalu. Saat ini Bandar Udara Miangas memiliki panjang landasan pacu (runway) sepanjang 1.400 m x 30 m dan dapat didarati pesawat sejenis ATR-72. Selain itu, bandar udara tersebut dilengkapi runway strip 1.400 m x 150 m dan apron 130 m x 65 m yang mampu menampung 3 unit pesawat.

Foto Bandar Udara Miangas : setkab.go.id

Foto Bandar Udara Miangas : setkab.go.id

“Pada sisi darat, Bandar Udara Miangas memiliki gedung terminal seluas 356 m2 serta beragam fasilitas penunjang umum lainnya,” ujar Bambang.

Selama ini Pulau Miangas dihubungkan dengan Manado melalui pelayanan kapal laut. Terdapat pelabuhan di Pulau Miangas untuk distribusi orang dan barang. Namun karena kondisi cuaca yang ada, terkadang pelayanan angkutan laut harus berhenti dalam kurun waktu yang cukup lama. Beroperasinya Bandara Miangas bisa memberi dampak bagi penambahan rute dari dan menuju Manado, melewati Bandara Sam Ratulangi.

“Bandara Miangas ini merupakan satu mata rantai yang penting dalam jalur logistik di Sulawesi Utara. Komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan dan pengembangan daerah sebagai upaya pemerataan pertumbuhan ekonomi telah terbukti dengan peresmian operasi Bandara Miangas ini sebagai bagian dari NKRI,” ujar Nugroho Jati General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado.

Bandara Miangas merupakan bandara domestik yang penggunaannya sebagai bandara pengumpan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sebagai pulau terluar, teritorial wilayah ini perlu diperhatikan.

Foto Terminal Penumpang Bandara Miangas

Foto Terminal Penumpang Bandara Miangas

“Miangas itu pulau terluar, penting untuk kita jaga teritorialnya dan kita perhatikan. Makanya kita adakan penerbangan perintis ke sana. Untuk investasinya, kita akan tambah investasi sekitar 100 M untuk perbaikan Bandara Miangas,” ujar Budi Karya Sumadi.

Keberadaan bandara ini juga diharapkan bisa ikut mengembangkan perekonomian daerah setempat. Pulau Miangas mempunyai produk-produk potensial dari bidang perkebunan dan perikanan. Dari bidang perkebunan misalnya adalah kopra. Sedangkan dari bidang perikanan, adalah berbagai jenis ikan seperti ikan layar dan cakalang, juga lobster, teripang dan ketam kenari yang berharga sangat mahal.

Diresmikan Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari rabu (19/10) meresmikan beroperasinya Bandara Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

“Kita tunjukkan kepada negara tetangga bahwa beranda depan Indonesia itu daerah yang dirawat dan dibangun,” ucap Jokowi dalam siaran pers, Rabu, 19 Oktober 2016. Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya ingin pulau-pulau terdepan mendapat perhatian dan terus dilakukan pembangunan.

Foto Joko Widodo Meresmikan bandara Miangas, Rabu (19/10) : setkab.go.id

Foto Joko Widodo Meresmikan bandara Miangas, Rabu (19/10) : setkab.go.id

Menurut Jokowi, Miangas bukan sebuah pulau kecil, melainkan wajah terdepan Indonesia.

Sebagai pulau terdepan Indonesia di sisi bagian utara, Jarak Miangas ke Philipina memang jauh lebih dekat, yaitu 48 mil laut. Sementara jarak pulau ini ke Melonguane, Ibu Kota Kepulauan Talaud berjarak 129 mil laut.

Saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bandara Miangas, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, beroperasinya bandara yang pembangunannya menelan biaya Rp 205 miliar ini punya arti penting bagi masyarakat Miangas yang selama ini sangat terisolir. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook