Hubungi kami di

Khas

Opsi Regulasi Penggunaan Skuter Listrik

Terbit

|

Ilustrasi : © uzone

PENGGUNAAN skuter lisrik termasuk di Jakarta akhir-akhir ini semakin marak. Terlebih di kalangan anak muda.

Karena itu, Komisi III DPR meminta Polri melakukan kajian regulasi terkait penggunaan skuter listrik di tempat umum.

“Mumpung belum berkembang terlalu masif, Polri harus menginisiasi regulasi terkait penggunaan skuter listrik di tempat umum,” ujar Anggota Komisi III DPR Luqman Hakim Luqman saat Rapat Kerja Komisi III dengan Kapolri Idham Aziz di Jakarta.

Penggunaan skuter listrik sangat mungkin menjadi tren seiring semakin padatnya lalu lintas jalan raya Ibu Kota. Pekan lalu terjadi kecelakaan antara pengguna skuter listrik dengan mobil, yang menyebabkan dua pengendara skuter meninggal.

Politisi Fraksi PKB ini mengingatkan pemerintah untuk cepat merespon perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat. Selain itu, sosialisasi penggunaan alat keselamatan saat berkendara juga harus diintensifkan.

BACA JUGA :  Wadirlantas Pimpin Bhaksos Polda Kepri Sambut Hari Bhayangkara

Menurut Luqman dilansir situs DPR, skuter berbasis mesin listrik masuk kategori kendaraan bermotor. Sehingga, penggunaannya harus di jalan raya. Dia menyayangkan ada yang menggunakannya di trotoar, jalur pejalan kaki, bahkan di jembatan penyeberangan orang (JPO).

Dia menyarankan, skuter listrik teregristasi ke Kepolisian. Karena itu, Luqman meminta Kepolisian untuk melakukan register penggunaannya, termasuk mendata seluruh skuter yang disewakan jasa penyedia seperti Grab.

Luqman mencontohkan regulasi pembanding untuk penggunaan skuter listrik di beberapa negara, seperti Singapura dan Inggris. Di kedua negara itu, skuter listrik dilarang melaju di jalan raya, trotoar, dan wajib menggunakan alat keselamatan.

BACA JUGA :  Ada Bahaya Krisis Ekonomi Lanjutan Akibat Defisit Fiskal

Sementara di Singapura, skuter listrik didaftarkan kepada otoritas terkait berbeda dengan di Inggris yang tidak ada kewajiban seperti itu. Di Jepang, skuter listrik boleh digunakan di jalan raya, namun juga wajib didaftarkan.

Menanggapi itu, Kapolri Jenderal Idham Aziz mengatakan jajarannya telah melakukan tindakan secara profesional. Terkait regulasi, dia akan membicarakannya dengan stakeholders bidang tersebut.

“Terkait kecelakaan skuter listrik, Polda Metro Jaya telah menahan tersangka. Ke depan, Polri akan mendiskusikannya dengan stakeholders yang membidangi,” katanya.

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook