ANGGOTA DPRD Kepulauan Riau, Rudi Chua, mendorong pembangunan pembangkit listrik mandiri di Pulau Bintan. Wacana ini menguat setelah pemadaman listrik besar pada 12 Oktober 2026 melumpuhkan Tanjungpinang dan Bintan.
Menurut Rudi, selama hampir 10 tahun terakhir, pasokan listrik untuk Pulau Bintan dan Tanjungpinang sangat bergantung pada interkoneksi kabel bawah laut dari Batam.
Meski efisien secara infrastruktur, sistem ini rentan. Sekali Batam terganggu, Bintan dan Tanjungpinang ikut padam.
“Permasalahan ini yang harus kita selesaikan adalah kita harus mandiri, sumber daya listrik di sini harus mandiri,” tegas Rudi Chua, Kamis (22/10/2026) seperti dikutip dari rri.co.id.
Ia menyebut, pemadaman 12 Oktober lalu dirasakan lebih lama di beberapa wilayah Bintan dibanding Tanjungpinang, karena Bintan sepenuhnya menunggu suplai dari Batam.
Menurut politisi partai Hanura ini, keberadaan pembangkit sendiri di Bintan akan menjadi solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang.
“Paling tidak kita harus mengupayakan adanya pembangkit yang mandiri di Pulau Bintan untuk jangka panjang,” ujarnya.
Rudi berharap rencana ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan stakeholder kelistrikan. Pembangkit mandiri di Bintan tidak harus mematikan sistem yang ada, tetapi bisa berjalan berdampingan dengan interkoneksi Batam-Bintan sebagai backup dan penguat pasokan.
(*)


