TINGGINYA antusiasme masyarakat Pulau Bintan terhadap anggur hasil budidaya lokal belum sebanding dengan pasokan yang ada di pasaran. Kelangkaan suplai ini dipicu oleh minimnya jumlah petani yang terjun mendalami budidaya buah manis tersebut, sehingga menciptakan celah bisnis dan peluang investasi pertanian yang amat menjanjikan di daerah.
Kondisi ketimpangan antara permintaan dan jumlah produksi ini dirasakan langsung oleh pengelola Bintan Farmland, Choery Jayadi (Adi). Lonjakan kunjungan masyarakat ke perkebunannya menjadi bukti nyata tingginya minat pasar, namun kapasitas produksi yang ada saat ini belum sanggup memenuhi seluruh kebutuhan konsumen lokal.
Jumlah petani anggur di Bintan masih sangat terbatas, tidak sebanding dengan pesatnya lonjakan peminat. Untuk saat ini, seluruh hasil panen masih diprioritaskan penuh untuk memenuhi pasar domestik Pulau Bintan.

Guna menekan risiko kegagalan budidaya, Bintan Farmland saat ini membudidayakan sekitar 100 batang tanaman anggur yang mayoritas telah aktif berproduksi. Pemilihan varietas dilakukan secara terukur dengan berfokus pada lima jenis anggur yang sudah teruji adaptif terhadap iklim Indonesia.
| Parameter Kebun | Keterangan / Status |
| Lokasi Perkebunan | Bintan Farmland, Pulau Bintan |
| Jumlah Varietas | 5 jenis (dipilih yang adaptif iklim Indonesia & berisiko rendah) |
| Populasi Tanaman | ± 100 batang (sebagian besar sudah fase produksi) |
| Cita-cita Jangka Panjang | Riset penciptaan varietas anggur khas Bintan |
Penyusunan varietas khas lokal memang menjadi target jangka panjang, namun memerlukan ketelatenan, riset mendalam, serta waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, sinergi dan dukungan nyata dari pemerintah daerah serta pihak terkait sangat diharapkan. Intervensi kebijakan dan pendampingan bagi calon petani baru dinilai menjadi kunci utama untuk menggairahkan industri budidaya anggur sekaligus mengoptimalkan potensi pasar di Bintan.
(nes/rri)


