Hubungi kami di

Ini Batam

Pembuang Bayi di Bengkong Dibekuk Polisi, Motifnya Malu Ketahuan Keluarga

Terbit

|

Polsek Bengkong menggelar konferensi pers kasus pembuangan bayi di Bengkong, Rabu (21/9). F. dok Polsek Bengkong

KASUS pembuangan bayi kembali terjadi lagi di Batam. Kali ini di Perum Cipta Permata, Kelurahan Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam. Adapun tersangka yakni ibu kandung bayi berinisial M (18) dan kakak dari pelaku berinisial ME (30).

“Kejadian bermula saat saksi H mau membuang tikus mati ke tong sampah di Perum Cipta Permata, 28 Agustus lalu. Tiba-tiba saksi mendengar tangisan bayi di dalam karung yang berada di semak-semak dekat tong sampah. Kemudian saksi lainnya, N langsung mendekati dan memeriksa isi karung, ternyata ditemukan seorang bayi laki-laki yang menangis dalam kondisi masih ada tali pusarnya dan berlumuran darah,” kata Kapolsek Bengkong, Iptu Mardalis, Rabu (21/9).

BACA JUGA :  Momen Singapura Buka Perbatasan, Petugas PCR di Batam Dikeluhkan Belum Siap

Setelah itu, bayi dibawa ke bidang terdekat. Dan selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Bengkong. “Setelah itu, Kamis, 8 September lalu sekitar pukul 17.30 WIB, Polsek Bengkong turun menyelidiki kejadian tersebut dan mendapatkan informasi dari masyarakat ada seseorang yang sebelumnya hamil dan sudah melahirkan, tapi tidak tahu dimana keberadaan bayinya. Dan setelah mengumpulkan bukti, pelaku yang dimaksud ternyata M,” jelasnya lagi.

Setelah diinterogasi, pelaku pun mengakui telah membuang bayi tersebut dibantu oleh kakaknya. “Motif pelaku ini karena pelaku malu ketahuan dengan keluarga besar dan warga setempat karena bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan sejumlah laki-laki. Saat ini bayi tersebut diasuh oleh anggota Polsek Bengkong,” jelasnya.

BACA JUGA :  BPS: "Meski Deflasi, Tetap Diminta Waspada Terhadap Inflasi"

Atas Perbuatannya Terhadap pelaku M di Persangkakan melanggar Pasal 77B Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dan Atau Pasal 308 K.U.H.Pidana Dengan ancaman Hukuman 5 Tahun 6 Bulan.

Sedangkan pada Pelaku ME juga di persangkakan pasal yang sama dan Jo Pasal 55 dan 56 K.U.H.Pidana dengan ancaman hukuman 5 Tahun 6 bulan Ungkap Kapolsek Bengkong IPTU Mardalis, SH (leo).

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid