Hubungi kami di

Tanah Air

Penghormatan Untuk JB Sumarlin, Jenazah Diserahterimakan Kepada Negara

ilham kurnia

Terbit

|

Foto : © Kemenkeu RI

JENAZAH Prof. Dr. Johannes Baptista (JB) Sumarlin diserahterimakan dari keluarga kepada Pemerintah di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan pada Senin (10/02).

Mantan Menteri Keuangan ini menjadi penerima penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana III (1973), Grootkruis de Orde van Leopold II dari Belgia (1975), Euromoney Finance Minister of The Year Award (1989), Asia Money Finance Minister of The Year Award (1990). Beliau meninggal dalam usia 87 tahun di Jakarta.

“Beliau telah banyak memberikan kontribusi terhadap negara kesatuan Republik Indonesia yang patut kita teladani. Jasa beliau tidak hanya berarti bagi Kementerian Keuangan sebagai salah satu lembaga yang menjalankan fungsi sebagai bendahara negara Indonesia yang pernah dipimpin oleh beliau,” ujar Menkeu.

Dalam sambutannya sebagai inspektur upacara,  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kepergian JB Sumarlin sebagai tokoh ekonomi tidak hanya meninggalkan rasa duka yang mendalam untuk keluarga namun juga bagi keluarga besar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan seluruh bangsa Indonesia.

Saat menjabat sebagai kepala Bappenas 1983-1988 dan sekaligus ditunjuk menjadi Menteri Keuangan interim, JB Sumarlin melalui gebrakan Sumarlin satu dan pengetatan moneter karena kenaikan dari penerimaan negara yang sangat drastis, berhasil menstabilkan ekonomi Indonesia dan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi bahkan melebihi target pada tahun 1988. 

BACA JUGA :  Sosialisasi PP 41 Th. 2021 | Sesmenko : "Ekonomi Indonesia Pulih di Tahun 2021"

“Beliau telah banyak memberikan kontribusi terhadap negara kesatuan Republik Indonesia yang patut kita teladani. Jasa beliau tidak hanya berarti bagi Kementerian Keuangan sebagai salah satu lembaga yang menjalankan fungsi sebagai bendahara negara Indonesia yang pernah dipimpin oleh beliau,” ujar Menkeu.

Pada tahun 1988 hingga tahun 1993, pengelolaan keuangan negara pada masa harga minyak mengalami penurunan drastis, beliau berani mengeluarkan berbagai paket kebijakan yang tidak populer untuk deregulasi. Ia juga meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dikenal sebagai Gerakan Sumarlin kedua yang mampu terus menahan inflasi dan menjaga momentum pertumbuhan.

Selain sebagai menteri di beberapa bidang, almarhum JB Zumarlin diketahui juga sempat menjadi Ketua Otorita Batam pada periode 1976 – 1978 sebelum berganti kepada almarhum BJ Habibie.

(*/yum)

—————–

Sumber : KEMENKEU RI

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook