Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Urai Kepadatan di Rute Buton dan Punggur, ASDP Alihkan Sementara KMP Teluk Singkil
    21 jam lalu
    Tiga Hari Hilang di Hutan Bukit Belah, Nenek Nurhayati Ditemukan Selamat
    22 jam lalu
    Mandiri Pangan, Batam Tak Lagi Pasok Ikan Air Tawar dari Luar Daerah
    1 hari lalu
    BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif TPK Batu Ampar hingga Agustus 2026
    1 hari lalu
    Harga Minyak Dunia Merosot Dekati 8% Sepekan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Timah 55 Kaki di Bawah Singkep, Kebaikan Sultan Riau Lingga”
    2 jam lalu
    Sinergi Budaya dan Sport Tourism, Dragon Boat Race 2026 Resmi Digelar di Tanjungpinang
    23 jam lalu
    Akomodasi Keluhan Warga, Pemko Batam Alihkan Proyek TPS ke 140 Bin Kontainer
    1 hari lalu
    Prancis Juara Grup I Piala Dunia 2026, Senegal Jaga Asa Lewat Pesta Gol
    1 hari lalu
    Piala Dunia 2026, Brace Vinicius Jr Pastikan Tim Samba Brasil Lolos Babak 32 Besar
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
    21 jam lalu
    Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
    1 hari lalu
    Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
    3 hari lalu
    Ikan Lepu (Lion Fish)
    4 hari lalu
    Pohon Bakau Api Api
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    5 hari lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    7 hari lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Serial

“Penunjuk Utara – Selatan; Subang Mas – Daik Lingga”

Cerita Subang Mas dan Pulau Tunjuk (Bagian 3)

Editor Admin 1 tahun lalu 843 disimak

KOMPLEK makam itu terletak di sebuah lereng bukit. Rumah warga terdekat berjarak 200 hingga 300 meter dari lokasi. Suasana benar-benar sepi. Persis di hadapannya, tak jauh dari pulau ini, ada pulau lain yang lebih kecil, bentuknya memanjang seperti ruas telunjuk manusia. Itu pulau Tunjuk.

Oleh: Bintoro Suryo


“Nah, naiklah. Dah lumayan lama juga saya tak bersih-bersih makam puteri”, kata pak Senin sambil terus melangkahkan kaki, menapak anak-anak tangga.

“Tadi pak Senin bilang, Subang Mas itu adalah Subangnya (Giwang, pen) Puteri yang terbuat dari emas. Berarti nama pulau ini berhubungan dengan Puteri Dahlia?” tanya saya.

“Ya, begitulah”, jawabnya.

“Jadi, nama pulau ini disebut begitu sejak komplek makam ini ditemukan?” kejar saya lagi.

“Ya, begitulah. Dulu orang menyebutnya dengan nama lain. Tapi karena ada puteri, kita sekarang menyebut pulau ni sebagai Subang Mas”, lanjutnya.

Pak Senin kemudian melanjutkan ceritanya tentang hikayat puteri Dahlia di pulau ini, dari cerita yang diperolehnya.

Puteri Dahlia menurutnya adalah seorang puteri dari kerajaan Daik di Lingga pada masa lalu. Sang Puteri nekad melarikan diri dari kehidupan istana karena enggan dinikahkan dengan seorang pemuda yang dijodohkan padanya.

Bersama dayang pengasuh, panglima dan beberapa orang punggawa, mereka melarikan diri menggunakan sebuah kapal. Namun naas, kapal yang berlayar, diterpa cuaca buruk dan mengalami kebocoran. Di sekitar perairan pulau yang kini dikenal sebagai Subang Mas, kapal yang membawa rombongan puteri raja itu akhirnya karam. Sebagian penumpang meninggal, termasuk sang Puteri.

Pak Senin sedang membersihkan komplek makam Puteri Dahlia di pulau Subang Mas. © F. Yodha KN.

“Sebelum meninggal, Subang (giwang, pen) emas yang dipakai puteri terjatuh. Ia mengatakan bahwa itulah pertanda bahwa di pulau inilah jasadnya harus dimakamkan jika meninggal”, terang pak Senin yang mengaku mendapat hikayat cerita ini dari sang Puteri Dahlia sendiri yang mendatanginya secara gaib. Wallahualam.


“Tak banyak yang tahu hubungan pulau Tunjuk tu dengan Subang Mas. Sebenarnya berhubungan”, cerita pak Senin.

Selain masyarakatnya yang masih terkait hubungan saudara, menurut pak Senin, hikayat tentang puteri Dahlia di sini juga berhubungan dengan pulau Tunjuk yang sering diceritakan bisa berubah-ubah arah topografi permukaannya.

Pulau Tunjuk terletak di sebelah tenggara pulau Batam. Secara tata pemerintahan masuk ke dalam wilayah Kelurahan Subang Mas, Kecamatan Galang, Kota Batam. Letaknya persis berhadapan dengan pulau Subang Mas di gugus kepulauan Batam – Rempang – Galang (Barelang).

Dalam hikayatnya, pulau Tunjuk yang berbentuk seperti ruas jari telunjuk manusia itu, merupakan bahtera yang membawa rombongan puteri raja dari kerajaan Daik.

Pantai di pulau itu terkenal dengan pasirnya yang bisa bergerak hilang dan timbul akibat arus laut dan arah mata angin. 

“Orang bilang, pulau itu sering berubah-ubah arahnya pada bagian ujung. Kalau orang tanda (jeli, pen), musim angin Utara, ujungnya itu mengarah ke Subang Mas, musim selatan ke arah pulau Lingga”, katanya.

Menurut pak Senin, hal itu bermaksud sebagai penunjuk tentang asal Puteri Dahlia.

Secara teknis, pergerakan hilang timbul pantai di ujung pulau Tunjuk dikarenakan pasir pantai di sana ikut terbawa air laut, sebelum kemudian terempas kembali ke tempat semula. Pergerakannya sesuai dengan arah atau musim angin berhembus. Secara letak, pulau itu berada pada posisi yang terbuka dari terpaan angin.

Pulau Tunjuk dengan menara suaranya, terlihat dari Subang Mas. © F. Pardomuan

Saat ini pulau Tunjuk hanya dihuni beberapa Kepala Keluarga (KK) saja. Ada pelabuhan untuk akses ke Pulau ini. Dua instalasi menara suar, bahkan sudah ada di pulau ini sejak zaman kolonial Belanda. Warga mengenalnya sebagai menara suar putih dan menara suar merah. Saat ini, instalasi navigasi itu dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Distrik Tanjung pinang.

Sumber tenaga listrik yang ada di pulau telunjuk berupa tenaga surya. Sementara untuk kebutuhan operasi menara suar di sana, pengelola mengaktifkan listrik bertenaga diesel.


Pulau Subang Mas bersama beberapa pulau kecil di sekitarnya, masuk dalam wilayah pemerintah kota Batam sejak tahun 1999, seiring terbitnya Undang-Undang RI Nomor 53 Tahun 1999 yang menyetujui pemekaran 3 kabupaten baru dari Kabupaten Kepulauan Riau. 

Tiga kabupaten hasil pemekaran tersebut adalah Kabupaten Karimun yang terdiri dari Kecamatan Karimun, Kecamatan Moro dan Kecamatan Kundur. Kedua, Kabupaten Natuna yang terdiri dari Kecamatan Kecamatan Jemaja, Kecamatan Siantan, Kecamatan Bunguran Barat, Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Serasan dan Kecamatan Midai atau dulu dikenal dengan nama Kecamatan Pulau Tujuh. Terakhir, Kotamadya Batam (definitif) yang terdiri dari Kecamatan Belakang Padang, Kecamatan Batam Barat dan Kecamatan Batam Timur yang juga memasukkan sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Riau. Seperti sebagian wilayah Kecamatan Galang, yang meliputi Desa Rempang Cate, Desa Sembulang, Desa Sijantung, Desa Karas dan Desa Pulau Abang. Selain itu, wilayah pemerintah Kotamadya Batam juga mengambil sebagian wilayah Kecamatan Bintan Utara, yang meliputi sebagian wilayah Desa Galang Baru, yaitu Pulau Air Raja dan Pulau Mencaras dan Desa Subang Mas.

Rumah warga di pulau Subang Mas. © F. Bintoro Suryo

Data dari pemerintah kota Batam, penduduk di Kelurahan Subang Mas yang meliputi pulau Subang Mas, pulau Labung Baru, pulau Jemare dan pulau Tunjuk berjumlah 220 KK.

60 KK di antaranya menetap di Pulau Subang Mas. Di pulau Labung Baru ada sekitar 70 KK, pulau Jemare 50 KK serta pulau Tunjuk saat ini sekitar 20 KK.

(*)

Bersambung, Selanjutnya : “Warga yang Misterius dan dua Menara Suar Peninggalan Belanda” (Cerita Subang Mas dan Pulau Tunjuk Bagian 4)
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini pertama kali terbit di : bintorosuryo.com
Video : Beplus Indonesia 

Kaitan batam, cerita, History, Mata angin, Mercusuar, pulau, sejarah, SUBANG MAS, Tunjuk
Admin 23 Maret 2025 23 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Hakim PN Batam Vonis Mati Terdakwa Pembunuhan Mantan Direktur RSUD
Artikel Selanjutnya Kebakaran di Tanjung Sengkuang, Kios Barang Seken Depan Warung Bakso Ludes

APA YANG BARU?

“Timah 55 Kaki di Bawah Singkep, Kebaikan Sultan Riau Lingga”
Histori 2 jam lalu 79 disimak
Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
Rupa 21 jam lalu 201 disimak
Urai Kepadatan di Rute Buton dan Punggur, ASDP Alihkan Sementara KMP Teluk Singkil
Artikel 21 jam lalu 151 disimak
Tiga Hari Hilang di Hutan Bukit Belah, Nenek Nurhayati Ditemukan Selamat
Artikel 22 jam lalu 150 disimak
Sinergi Budaya dan Sport Tourism, Dragon Boat Race 2026 Resmi Digelar di Tanjungpinang
Budaya 23 jam lalu 143 disimak

POPULER PEKAN INI

Pohon Bakau Api Api
Rupa 6 hari lalu 537 disimak
HarbourFront Centre Singapura Tutup Mulai 27 Juli 2026
Artikel 6 hari lalu 441 disimak
Kunang-Kunang Kian Sulit Ditemui: Bioindikator Lingkungan yang Terancam
Lingkungan 6 hari lalu 433 disimak
Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
Statistik 6 hari lalu 425 disimak
Kemenko Perekonomian Tinjau Karimun untuk Optimalisasi Kawasan FTZ
Artikel 7 hari lalu 418 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?