Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Batam Dilanda Panas Terik, BMKG: Musim Kemarau Puncak Agustus – September
    11 jam lalu
    7 Titik Jalan Dilebarkan di Batam Sepanjang 2026
    20 jam lalu
    3.558 WNI Dipulangkan Lewat Program M Malaysia, 307 Orang Tiba di Batam Sekaligus
    20 jam lalu
    Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
    21 jam lalu
    Bareskrim Sita 14 Mobil Mewah, 2 Kapal dan Puluhan Properti Milik DPO Kasus Narkoba THM Batam
    21 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    14 jam lalu
    Gerakan Kesultanan Riau Lingga di Awal Kemerdekaan RI
    1 hari lalu
    Manajemen Tua Vs Muda: di Dua Toko Grosir Battery
    2 hari lalu
    14 Tim Berlaga dalam Lomba Sampan Naga di Desa Kuala Sempang
    2 hari lalu
    Nindy, Siswi SMAN 2 Tanjungpinang yang Jadi Paskibraka Kepri
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    20 jam lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    2 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    4 hari lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    4 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Pesantren Alam Attaqi Modern, Fokus Membangun Pendidikan di Pesisir Batam

Editor Redaksi 7 tahun lalu 4.8k disimak

KALAU tidak ada aral, proses belajar mengajar di Pesantren Alam Attaqi Modern akan dimulai pada bulan Juli 2020 mendatang, sesuai dengan tahun ajaran baru berdasarkan kalender pendidikan tahun 2020.

Daftar Isi
Tantangan sosialisasi ke masyarakatHadirkan pendidikan berkualitas, biaya terjangkau ke semua kalangan

Pesantren Alam Attaqi Modern adalah pesantren dengan konsep alam, para siswa akan belajar bersama alam, membaur dengan alam namun tetap tidak meninggalkan aspek modern sesuai dengan zaman dan nilai akhlak kehidupan sesuai dengan alquran dan sunnah.

Diharapkan murid menjadi pribadi sesuai dengan kebutuhan zaman dan tetap mengutamakan aspek ketaatan beragama.

Bagi masyarakat pesisir Batam, kehadiran pesantren dengan konsep sekolah alam yang terletak di Kampung Setokok, Klurahan Setokok Kecamatan Bulang, Jembatan 3 Barelang ini seharusnya menjadi kabar yang sangat baik.

Bagaimana tidak, sekolah yang fokus pada pendidikan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini tidak membebani para calon siswanya dengan biaya. Para siswa justru akan ditata agar memperoleh penghasilan selama menjalani proses belajar mengajar di sekolah yang dibangun oleh Sejati Yayasan Sahabat Semesta ini.

Ketua Yayasan Sahabat Semesta, Rusyono saat ditemui di lokasi sekolah pada Minggu (9/2) menuturkan, pembangunan infrastruktur utama sekolah telah berjalan sekitar tiga bulan lamanya.

Dalam kurun waktu tersebut, di lahan wakaf dari warga kampong Setokok ini telah terbangun rumah penjaga pesantren, gazebo sebagai tempat belajar siswa, toilet, dan musola yang tengah dalam tahap penyelesaian.

Setelah pembangunan musola selesai, akan dilanjutkan dengan pembangunan asrama siswa, rumah untuk guru dan fasilitas pendukung sekolah alam ini.

Progres pembangunan Pesantren, Foto : © GoWest Indonesia

“Setelah musola kami siapkan asrama dengan konsep panggung, sesuai dengan ciri khas Melayu. Di bagian bawahnya kita optimalkan untuk fasilitas kegiatan ekonomi, sementara di atasnya untuk tempat tinggal siswa. Tempat belajarnya di gazebo, tidak menutup kemungkinan juga belajar di bawah pohon dan lingkungan alami, agar bisa lebih menyatu dengan alam,” kata Rusyono.

Untuk tahun pertama ini, pihaknya menergetkan ada minimal 40 siswa laki-laki yang bisa tertampung mengikuti belajar mengajar secara gratis ini. Mereka akan fokus menggaet siswa yang berasal dari kawasan pesisir Batam. Namun juga tetap memberikan ruang bagi calon siswa di wilayah kota yang mau belajar di Pesantren Alam Attaqi Modern.

Rusyono menjelaskan, sekolah ini sudah terdaftar di akta notaris, juga sudah terdaftarkan domisili dan kejelasan dari wakaf pemilik tanah.

Lima syarat utama pendirian sekolah seperti bangunan fisik sekolah, santri minimal 15 orang, administrasi yayasan, kurikulum juga sudah ada yang terpenuhi dan berprogres dengan baik.

Uniknya, sekolah ini membolehkan siswanya belajar di mana saja.

Memberdayakan ahli-ahli yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa dan masyarakat. Seperti tenaga industri perkapalan, seni, literasi. Setiap santri bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi terbaik mereka.

Tantangan sosialisasi ke masyarakat

MENSOSIALISASIKAN atau memperkenalkan sekolah alam ini menjadi tantangan besar, utamanya kepada masyarakat pesisir, karena mainset semua orang tentang teknis belajar itu seperti sekolah formal biasa.

Progres pembangunan Pesantren, Foto : © GoWest Indonesia

Rusyono sendiri telah memiliki formula untuk itu, yakni dengan berkolaborasi bersama komunitas dan yayasan terkait yang sebelumnya telah hadir, melakukan sosialisasi bersama-sama kepada masyarakat pesisir.

“Kami hadirkan pemahaman baru, mengabarkan bagaimana pola pendidikan di tempat kita sesuai dengan kebutuhan zaman, menghadirkan potensi terbaik dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama,” kata alumni Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur ini.

Hadirkan pendidikan berkualitas, biaya terjangkau ke semua kalangan

ALASAN mendasar Rusyono dan lima sahabatnya mendirikan sekolah ini, berangkat dari keinginan menghadirkan proses optimalisasi kemampuan anak-anak sebagai standard terbaik yang diyakini mereka.

Mengajak siswa belajar sesuai dengan bakat minatnya. Rusyono menjelaskan, keadaan seseorang di masa depan memang tidak bisa diprediksi, namun bisa direncanakan.

Progres pembangunan Pesantren, Foto : © GoWest Indonesia

Dengan program yang dijalankan, pihakya meyakini akan muncul bakat dan potensi terbaik siswa. Untuk bersaing dengan kemajuan zaman, nilai-nilai modern yang memang tetap harus disesuaikkan dengan kebutuhan zaman.

“Life skillnya akan disesuaikan dengan kebutuhan di Batam. Santri kita ini mainsetnya bukan sebagai

Pekerja atau karyawan, kita tekankan pada aspek leadership, nanti mereka menjalankan apa yang sudah didapat dalam pelajaran di sekolah alam,” kata Rusyono lagi.

Selain itu, pesantren ini juga mandiri dalam arti yang luas. Secara finansial bisa menghidupi sekolah dengan sluruh programnya dan bisa memberi manfaat bagi warga di lingkungannya.

Empat program utama di sekolah ini yakni leadership; entrepreneurship; akhlak; dan da’i.

Leadership , mengharapkan para siswanya memiliki karakter kepemimpinan, menguasai solusi atas masalah-masalah yang dihadapi sesuai dengan karakter wilayah dimana tempat tinggal mereka.

Pada sisi entrepreneurship, akan disesuaikan dengan contoh rosul yang sudah menjadi pebisnis sejak muda. Bagi mereka yang memiliki kecenderungan entrepreneurship, di sini akan dibangun peternakan kambing, lahan untuk berkebun, dan mini kebun binatang juga, sesuai dengan arah minat murid.

Sementara untuk akhlak dan da’i sendiri, pengenalan terhadap pelajaran ilmu agama tetap menjadi hal utama bagi para siswa.

Untuk mewujudkan keinginan menghadirkan pendidikan berkualitas, bisa menjangkau semua orang, dan memperlakukan para murid secara adil apapun latar belakangnya, Yayasan Sahabat Sejati Semesta telah membuat unit usaha untuk setiap programnya.

Utamanya untuk program entrepreneurship. Tidak itu saja, kawasan ini juga akan dibangun fasilitas untuk kegiatan out bond dan menjadi lokasi wisata edukasi bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum. masyarakat

“Di sini bagi yang tidak mampu tetap bisa bersekolah di sini karena semua gratis, pendidikan untuk semuanya gratis untuk semuanya,” kata Rusyono.

Progres pembangunan Pesantren, Foto : © GoWest Indonesia

Lebih jauh, Rusyono menuturkan, pembangunan sekolah ini dimulai dari pribadi masing-masing mereka, menginfakkan tenaga dan harta dalam proses pembangunan pesantren ini. Seiring berjalannya waktu, masyarakat, donatur, dan siapa saja yang mau juga dilibatkan.

Untuk pembangunan mushola dan asrama sendiri, pihaknya membutuhkan dana Rp 300 juta, dimana dibuat paket donasi senilai 20 ribu per paketnya.

“Jadi sekitar 15 ribu paket dibutuhkan untuk pembangunan musola dan asrama santri, alhamdulilah mushola tinggal finishing dan akan dilanjutkan dengan asrama santri,” kata dia.

*(bob/GoWestId)

Kaitan Attaqi, Pendidikan Pesisir, Pesantren Modern, top
Redaksi 11 Februari 2020 11 Februari 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Masjid Agung Batam Mulai Dipugar
Artikel Selanjutnya Waka BP Batam Buka Entry Meeting Laporan Keuangan BP Batam 2019

APA YANG BARU?

Batam Dilanda Panas Terik, BMKG: Musim Kemarau Puncak Agustus – September
Artikel 11 jam lalu 84 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 14 jam lalu 182 disimak
Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
Statistik 20 jam lalu 176 disimak
7 Titik Jalan Dilebarkan di Batam Sepanjang 2026
Artikel 20 jam lalu 153 disimak
3.558 WNI Dipulangkan Lewat Program M Malaysia, 307 Orang Tiba di Batam Sekaligus
Artikel 20 jam lalu 153 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 2 hari lalu 511 disimak
Barelang Jadi Prioritas Pusat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Program Transmigrasi Patriot
Artikel 5 hari lalu 364 disimak
Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
In Depth 4 hari lalu 343 disimak
Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
Histori 4 hari lalu 322 disimak
Jelang HUT RI Ke-18 Cuaca Batam dan Kepri Diselimuti Awan Tebal dan Hujan Tipis
Artikel 4 hari lalu 293 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?