Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
    16 jam lalu
    Coba Curi Kotak Infaq Masjid, Seorang Pria Diamankan Petugas dari Polsek Lubuk Baja
    18 jam lalu
    Perketat Pengawasan, Imigrasi Batam Sidak 2 Kapal Asing di Sekupang dan Batu Ampar
    19 jam lalu
    Hari ini, Jum’at (24/07) Kota Batam Diperkirakan di Guyur Hujan Ringan
    21 jam lalu
    Polsek Bengkong Tetapkan Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka Untuk Kasus yang Lain
    21 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental
    1 hari lalu
    31 Tim Basket 3×3 Internasional Mulai Berlaga di Batam Hari ini
    2 hari lalu
    KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
    3 hari lalu
    “Tersesat di Labirin Pulau-Pulau; Di Wilayah Kuasa Hamet dari Pulau Buluh”
    5 hari lalu
    Spanyol Juara Piala Dunia 2026
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 hari lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    3 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    3 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Prioritas Awal ‘Rapid Test’ Kontak Dekat dan Petugas Kesehatan

Editor Admin 6 tahun lalu 895 disimak

JURU Bicara (Jubir) Penanganan Wabah Virus Korona (Covid-19), Achmad Yurianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan rapid test atau tes cepat yang dilaksanakan sekarang diprioritaskan bagi kontak dekat seperti keluarga korban dan petugas kesehatan.

“Beberapa hari yang lalu sudah kita laksanakan, sekarang dan berikutnya masih kita laksanakan, menggunakan metode pemeriksaan antibodi. Jadi bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya,” kata Yuri, Selasa (24/3) di Graha BNPB, Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Yuri, kalau memeriksa langsung terhadap virusnya maka digunakan pemeriksaan yang disebut berbasis pada antigen. Ia menambahkan saat ini yang digunakan adalah melakukan pemeriksaan dengan swab, dengan apusan, usapan yang dilaksanakan di dinding belakang rongga hidung atau di dinding belakang rongga mulut.

“Nah kalau ini maka kita akan melakukan pemeriksaan terhadap virusnya, antigennya. Artinya kalau ditemukan positif maka diyakini di penderita tersebut ada virusnya,” jelas Yuri.

Untuk metode rapid test, lanjut Yuri, yang digunakan adalah sebenarnya screening, penapisan secara pendahuluan terhadap adanya kasus positif di masyarakat.

“Oleh karena itu, yang kita periksa untuk cara cepat ini adalah melakukan pemeriksaan antibodinya yang ada di dalam darah sehingga spesimen yang diambil adalah darah, bukan apusan tenggorokan. Diharapkan dengan adanya pemeriksaan ini maka kita bisa menjaring dengan kasar tentunya secara cepat tentang keberadaan kasus positif,” urai Yuri.

Pemeriksaan rapid test dengan menggunakan basis pemeriksaan antibodi, menurut Yuri, tentunya kalau hasilnya negatif belum bisa memberikan jaminan bahwa yang bersangkutan tidak terinfeksi.

“Bisa saja terinfeksi tetapi pada tahap-tahap awal karena antibodinya belum terbentuk, dibutuhkan waktu antara 6-7 hari untuk terbentuknya antibodi yang kemudian bisa kita identifikasi sebagai positif di dalam pemeriksaan rapid ini,” katanya.

Yang kemudian harus dilakukan manakala pemeriksaan pertama negatif, tambah Yuri, adalah mengulang kembali dan sudah disepakati bahwa akan mengulang kembali setelah 10 hari, harapannya antibodi itu sudah terbentuk dan bisa diidentifikasi.

“Kalau hasilnya positif maka kita yakini sedang terinfeksi oleh virus, tetapi kalau hasilnya negatif 2 kali maka kita bisa meyakini bahwa tidak terinfeksi oleh virus. Tetapi juga dimaknai tidak adanya antibodi di dalam tubuhnya, artinya sangat mungkin bisa terinfeksi apabila kemudian mengabaikan upaya-upaya untuk melakukan pencegahan terhadap penularan,” ujarnya.

Jika hasilnya positif, Yuri menyarankan tentunya akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigennya melalui pemeriksaan swab dan kemudian akan mencoba mulai menggunakan PCR untuk melihat ini.

“Oleh karena itu, ini harus penting untuk kita interpretasikan bersama. Sehingga sekalipun pada pemeriksaan pertama negatif maka kita akan tetap meminta melaksanakan pengaturan jarak, menjaga jarak fisik dalam berkomunikasi sosial supaya tidak ada proses penularan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Yuri menyampaikan dalam konteks pemeriksaan rapid test ini, sudah ditentukan kebijakan.

Ia menyampaikan bahwa yang pertama, rapid test akan dilaksanakan kepada kontak dekat kasus positif yang sudah terkonfirmasi dan dirawat di rumah sakit, atau kasus konfirmasi positif yang harus dilaksanakan isolasi rumah.

“Maka bagian dari penelusuran terhadap kontak keluarga yang tinggal serumah dengan pasien itu harus kita periksa semuanya. Kalau kemudian di dalam perjalanan kontaknya selama sebelum sakit ternyata juga ada riwayat dia sempat bekerja di tempat pekerjaannya dan ada lingkungan kerja yang juga memiliki kemungkinan kontak dekat, maka kita juga akan melaksanakan pemeriksaan di tempat dia bekerja. Ini prioritas yang pertama,” imbuhnya.

Prioritas yang kedua, menurut Yuri, adalah melakukan pemeriksaan kepada semua tenaga kesehatan yang kemudian terkait dengan layanan terhadap pasien Covid-19.

“Ini harus kita periksa. Termasuk front office rumah sakit juga kita lakukan pemeriksaan, karena kita tahu bahwa mereka adalah kelompok yang sensitif untuk rentan terinfeksi Covid-19. Ini prioritas yang kita laksanakan untuk pemeriksaan rapid pada tahapan pertama,” jelas Yuri.

Sudah barang tentu kalau nanti cartridge kit yang didatangkan semakin banyak, tambah Yuri, nanti pemeriksaan akan berbasis pada wilayah.

“Sementara ini kita masih tracing pada kelompok yang memiliki kerentanan tinggi, yaitu kontak dekat dan petugas kesehatan. Ini yang menjadi prioritas pertama,” sambungnya.

Kemudian setelah kemudian kit–kit didatangkan kembali sudah cukup banyak, Yuri mengatakan akan melakukan pemeriksaan berbasis pada kewilayahan.

Sebagai contoh, lanjut Yuri, di Jakarta ini adalah wilayah Jakarta Selatan, yang sudah diidentifikasi dan dipetakan, maka ini akan menjadi prioritas.

Pelaksanaan tes, tambah Yuri, tentunya nanti akan didesentralisasikan di semua fasilitas kesehatan yang ada di wilayah itu, misalnya puskesmas, kemudian laboratorium kesehatan daerah, rumah sakit yang ada di wilayah tersebut, baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta.

“Ini yang harus kita lakukan di tahapan berikutnya. Oleh karena itu, inilah yang menjadi urut-urutan tahapannya kita di dalam kaitan dengan layanan kesehatan,” jelasnya.

Saat ini, Yuri mengatakan bahwa Pemerintah sudah mendistribusikan 125 ribu kit untuk pemeriksaan cepat yang didistribusikan di 34 provinsi dan nantinya provinsilah yang akan bisa menentukan, pertama untuk contact tracing, kedua adalah untuk petugas kesehatan yang dilibatkan dalam layanan langsung terkait dengan Covid-19 ini.

“Dan pada pengiriman berikutnya dengan jumlah yang lebih besar nanti akan berbasis pada daerah di mana kasus ini ditemukan dan kemudian kita anggap sebagai daerah yang berpotensi untuk munculnya penularan,” tutup Yuri akhiri penjelasan.

Kaitan Covid-19, Rapid test, top, Virus Corona
Admin 26 Maret 2020 26 Maret 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Plt Gubernur Kepri Serahkan Bantuan Untuk Batam Tangani Covid-19
Artikel Selanjutnya SE Mendikbud Antisipasi COVID-19 : “UN Batal Hingga PPDB Sistem Daring”

APA YANG BARU?

Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
Artikel 16 jam lalu 116 disimak
Coba Curi Kotak Infaq Masjid, Seorang Pria Diamankan Petugas dari Polsek Lubuk Baja
Artikel 18 jam lalu 141 disimak
Perketat Pengawasan, Imigrasi Batam Sidak 2 Kapal Asing di Sekupang dan Batu Ampar
Artikel 19 jam lalu 144 disimak
Hari ini, Jum’at (24/07) Kota Batam Diperkirakan di Guyur Hujan Ringan
Artikel 21 jam lalu 143 disimak
Polsek Bengkong Tetapkan Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka Untuk Kasus yang Lain
Artikel 21 jam lalu 145 disimak

POPULER PEKAN INI

ABH Lakukan Penyambungan Pipa Air, Berikut Wilayah yang Akan Terdampak
Artikel 4 hari lalu 784 disimak
Angka Kecelakaan Lalulintas di Batam Meningkat, Kematian di Jalan Turun
Artikel 7 hari lalu 391 disimak
Banjir dan Pengangguran di Batam Jadi Sorotan Komisi VI DPR
Artikel 7 hari lalu 325 disimak
Krisis Sampah Batam: Armada Minim dan TPA Telaga Punggur Kian Over Kapasitas
In Depth 5 hari lalu 301 disimak
“Tersesat di Labirin Pulau-Pulau; Di Wilayah Kuasa Hamet dari Pulau Buluh”
Histori 5 hari lalu 289 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?