Hubungi kami di

Ini Batam

Puluhan Kambing untuk Kurban Ditemukan Mati Saat Tiba di Batam

Terbit

|

Ilustrasi: Kambing untuk hewan kurban. F. Dok. CNN Indonesia/Hesti Rika

PERJALANAN jauh membuat banyak kambing untuk keburuhan kurban ditemukan dalam kondisi lemas dan mati. Hal ini disampaikan Kakan Sriagung,, seorang pedagang hewan kurban di Batam Kepulauan Riau (Kepri), Senin (4/7/2022).

Kakan mengatakan, kambing-kambing tersebut dalam kondisi lemas dan mati setibanya di Batam. “Angka kematian kambing luar biasa, mungkin akibat perjalanan lebih jauh,” kata Kakan, dikutip dari Antara, Senin (4/7/2022).

Dia menyebutkan, perjalanan hewan kurban itu biasanya hanya melalui Kuala Tungkal, Jambi, jadi tingkat kematian hanya 1 sampai 2 ekor saja. “Sekarang ini karena lebih jauh dari Lampung Tengah, angka kematian hewan kurban lebih tinggi,” ujarnya.

Kakan menjelaskan pada pengiriman terakhir beberapa hari lalu dari Lampung Tengah, angka kematian kambing bahkan lebih dari setengah dari jumlah kambing yang dikirimkan.

BACA JUGA :  Gubernur Kepri Punya 16 Anggota Timsus, Gajinya Rp 10 Juta per Bulan

“Kambing kemarin ada masuk juga sekitar 70 ekor dan matinya sekitar 40 ekor, angka kematiannya luar biasa,” sebutnya.

Kambing-kambing yang mati itu terpaksa harus dikuburkan agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. “Dua hari lalu, sampai nangis kami, Bang, baru sampai, belum masuk kandang sudah mati,” ucapnya.

Ia menilai aturan pemerintah yang mengharuskan hewan kurban itu dikirim dengan sistem port to port (pelabuhan ke pelabuhan) yang terlalu jauh tidak cocok untuk hewan kurban jenis kambing.

“Fisik kambing dan sapi itu kan berbeda, kalau sapi mungkin masih kuat dari Lampung, tapi kalau kambing fisiknya tidak seperti sapi,” ucapnya.

BACA JUGA :  Hewan Kurban Dilarang Masuk Batam, Imbas Kekhawatiran Penyakit Menular

Dengan adanya kejadian itu dia mengaku mengalami kerugian yang cukup besar. Ia juga memastikan kebutuhan hewan kurban untuk Iduladha di Batam tidak akan tercukupi jika keadaan tidak segera membaik. Apalagi sekarang pemerintah daerah sudah memberhentikan pengiriman hewan kurban dari Lampung Tengah.

“Tadi malam saja kami mengembalikan DP (uang muka) pembeli yang sudah kasih ke kami. Mereka sudah kasih ke kami DP sebesar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, jadi tadi malam kami mengembalikan DP untuk 50 ekor. Kambing itu harganya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta, dikalikan saja dengan 50 ekor yang tidak jadi dibeli, sudah berapa kerugian kami,” ungkapnya.

(*)

Gowest.id

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid