Hubungi kami di

Khas

Ratusan Pekerja Batam Alami KIPI Usai Divaksin Covid-19

Terbit

|

Ilustrasi, vaksin Covid-19. Ist.

RATUSAN pekerja di Kawasan Industri Batamindo, Batam mengalami Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) setelah disuntik vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. Komisi Nasional (Komnas) KIPI pun akan mengaudit ratusan pekerja yang sakit tersebut.

“Sedang dilakukan investigasi oleh Komda (Komisi Daerah) Kepulauan Riau untuk dilaporkan dan diaudit bersama dengan Komnas apabila data sudah lengkap,” kata Ketua Komisi Nasional KIPI Hindra Irawan Satari dilansir dari Katadata, Kamis (18/6).

Menurutnya, penggunaan vaksin AstraZeneca bisa dikaji ulang apabila terdapat kajian yang menunjukkan adanya kematian yang berkaitan dengan vaksinasi, bukan oleh penyebab lain.

“Harus dilakukan kajian causal untuk memastikan apabila ada kematian,” ujar dia.

Dikutip dari sejumlah pemberitaan, ratusan pekerja di Kawasan Industri Batamindo Kepulauan Riau mengalami KIPI. Mereka merupakan pekerja PT Schneider yang divaskinasi AstraZeneca pada 15 Juni lalu.

BACA JUGA :  Pasir Laut Kepri dan Bui untuk Seorang Menteri

Pada Rabu (16/6), para pekerja itu memadati sejumlah klinik dan rumah sakit di Batam. Antrean panjang juga terjadi di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Awal Bros. Salah satu pegawai mengatakan, perusahaan tidak memberi istirahat kepada para pekerja yang mengikuti vaksinasi. Sementara itu, kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca dari batch CTMAV547. Total ada 448.480 dosis yang ditunda penggunaannya lantaran ada warga yang meninggal setelah mendapatkan suntikan kedua vaksin tersebut.

BACA JUGA :  Melihat Rencana FTZ Batam-Bintan-Karimun Yang Akan Disatukan

Selama penghentian itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengujian toksisitas dan sterilitas untuk memastikan keamanan vaksin. Otoritas pengawas obat dan makanan itu menyimpulkan vaksin AstraZeneca batch CTMAV 547 aman digunakan lantaran tidak ada keterkaitan antara mutu vaksin dengan KIPI yang dilaporkan.

Sementara, Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Zubairi Djoerban mengatakan, vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca ampuh mencegah penularan virus corona varian Delta dari India.

“Memang benar AstraZeneca terbukti ampuh melawan mutasi baru Covid-19 yang disebut varian Delta,” kata Zubairi dikutip dari Katadata.co.id, Kamis (17/6). 

Ia mengatakan, AstraZeneca efektif mencegah virus corona varian India hingga 92%.

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook