Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    242 KK Telah Menempati Kawasan Hunian Baru di Rempang Eco-City
    7 jam lalu
    Terlibat Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur, WNA Malaysia Ditangkap Polisi
    11 jam lalu
    UPTD PPA Batam Berikan Konseling Pada Anak Terindikasi Jaringan Terosrisme
    12 jam lalu
    Sabu 1.315,4 gram Ditemukan di Area Terminal Keberangkatan Bandara RHF
    18 jam lalu
    Polisi di Tanjungpinang Amankan 4 Operator Live Chat Judi Online Berjejaring Internasional
    18 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
    18 jam lalu
    Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
    18 jam lalu
    Disdik Batam Mau Rehab Sekolah dan Bangun Ruang Kelas Baru Tahun Ini
    1 hari lalu
    Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
    2 hari lalu
    FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    1 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    2 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    2 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Resiko Penyakit Jantung Untuk si “Kurus”

Editor Redaksi 10 tahun lalu 1.2k disimak
Ilustrasi

BANYAK yang mengira penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyakit yang hanya dialami oleh orang dengan kelebihan berat badan.

Daftar Isi
PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA ORANG YANG TERLALU KURUS LEBIH BERISIKO KEMATIANKENAPA INDIVIDU DENGAN BERAT BADAN KURANG MASIH BISA TERJANGKIT PENYAKIT KARDIOVASKULER?1. PENYAKIT JANTUNG KONGENITAL2. KURANG AKTIVITAS FISIK3. BERBADAN KURUS DENGAN POLA MAKAN TIDAK SEHAT4. LEMAK DI SEKITAR PERUT5. KURANGNYA KADAR SERUM HB

Pada kenyataannya, penyakit kardiovaskuler dipengaruhi oleh banyak penyebab selain kegemukan. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan orang dengan berat badan kurang juga rentan mengalaminya.

Berat badan kurang atau yang dikenal dengan underweight adalah istilah untuk berat badan individu yang tidak sesuai dengan tinggi badan individu.  Individu dikatakan memiliki berat badan kurang apabila nilai indeks masa tubuh (IMT) dibawah 18,5 kg/m2.  Individu dengan berat badan kurang bisa disebabkan oleh faktor nutrisi, infeksi penyakit, atau genetik.

Seperti dikutip dari laman hellosehat.com, berat badan lebih dan obesitas bukanlah satu-satunya penyakit kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler pada umumnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kurang beraktivitas fisik, konsumsi lemak, dan tinggi garam. Akibatnya, menimbulkan tekanan darah tinggi dan penimbunan lemak di sekitar pembuluh darah dan jantung.

PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA ORANG YANG TERLALU KURUS LEBIH BERISIKO KEMATIAN

Banyak penelitian terbaru yang menunjukan bahwa penyakit kardiovaskuler juga dialami individu yang memiliki berat badan kurang bahkan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan nilai IMT normal. Salah satunya  penelitian di Bali yang menunjukan individu dengan berat badan kurang berisiko 3,6 kali lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibandingkan individu dengan berat badan normal.

Pada kasus penyakit arteri koroner, individu dengan berat badan kurang memiliki risiko kematian yang lebih awal dibandingkan berat badan normal dan lebih. Penelitian pada tahun 2013 menunjukan perempuan dengan penyakit arteri koroner mengalami peningkatan kematian dini sebesar dua kali lipat.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa individu dengan berat badan lebih dan tidak mengalami kenaikan berat badan, risikonya mengalami kematian arteri koroner menurun sebesar 64%. Sedangkan individu dengan berat badan kurang dan mengalami penurunan berat badan, justru risiko kematiannya akan meningkat sebanyak dua kali lipat.

KENAPA INDIVIDU DENGAN BERAT BADAN KURANG MASIH BISA TERJANGKIT PENYAKIT KARDIOVASKULER?

Berikut beberapa penyebab yang memungkinkan seseorang tetap berisiko mengalami kardiovaskuler dengan berat badan kurang:

1. PENYAKIT JANTUNG KONGENITAL

Merupakan penyakit bawaan sejak lahir yaitu ditandai dengan lemahnya fungsi jantung akibat terdapat gangguan pada dinding, katup, maupun pembuluh darah arteri jantung. Berdasarkan hasil penelitian, individu dengan penyakit jantung kongenital berat dan badan kurang meningkatkan risiko 12 kali untuk mengalami penyakit kardiovaskuler. Hal ini menunjukkan pengaruh penyakit jantung kongenital akan lebih besar individu yang memiliki berat badan kurang.

2. KURANG AKTIVITAS FISIK

Terdapat kecenderungan tidak beraktivitas fisik pada individu yang memiliki badan  kurus atau berat badan rendah. Aktivitas fisik merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit kardiovaskuler dengan menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler hingga 40%. Sebaliknya, kurang beraktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan lemak dalam darah yang akhirnya dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

3. BERBADAN KURUS DENGAN POLA MAKAN TIDAK SEHAT

Sangat mudah untuk memiliki berat badan kurang dan memiliki kebiasaan makanan yang tidak sehat. Individu dengan badan kurus cenderung tidak khawatir untuk memakan makanan cepat saji dan tidak melakukan upaya untuk mengimbanginya. Padahal dengan berat badan yang termasuk kurang, kadar gula dan LDL darah masih dapat meningkat.

4. LEMAK DI SEKITAR PERUT

Hal ini dikenal juga sebagai obesitas sentral dan dapat dialami individu dengan berat badan kurang. Dibandingkan dengan akumulasi lemak yang menyebar, lemak di sekitar perut lebih berisiko menimbulkan penyakit kardiovaskuler lebih dini dibandingkan obesitas biasa.

5. KURANGNYA KADAR SERUM HB

Salah satu kondisi yang menyebabkan penyakit jantung adalah kurang serum hemoglobin (Hb). Kondisi ini juga lebih besar pada orang mengalami berat badan kurang. Hal ini dibuktikan oleh penelitian pada tahun 2015 di Ethiopia yang  menunjukan kadar Hb secara signifikan berpengaruh dengan gagal jantung dan kondisi serum Hb normal menurunkan risiko gagal jantung sebesar 23%.

Berat badan bukanlah penyebab satu-satunya terhadap terjadinya penyakit kardiovaskuler. Kondisi kesehatan tubuh serta keseimbangan asupan dan aktivitas fisik adalah hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah baik individu yang kekurangan berat badan, berat normal, ataupun kelebihan berat badan. ***

Kaitan kurus, obesitas, penyakit jantung, resiko
Redaksi 21 September 2016 21 September 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya BARU! Fitur Mention di Whatsapp Mini
Artikel Selanjutnya Antara DEPRESI Dan JUNK FOOD

APA YANG BARU?

242 KK Telah Menempati Kawasan Hunian Baru di Rempang Eco-City
Artikel 7 jam lalu 78 disimak
Terlibat Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur, WNA Malaysia Ditangkap Polisi
Artikel 11 jam lalu 74 disimak
UPTD PPA Batam Berikan Konseling Pada Anak Terindikasi Jaringan Terosrisme
Artikel 12 jam lalu 91 disimak
Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
Lingkungan 18 jam lalu 215 disimak
Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
Catatan Netizen 18 jam lalu 242 disimak

POPULER PEKAN INI

Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
Pendidikan 6 hari lalu 708 disimak
Cuaca Batam Berawan, Potensi Hujan Petir (10–11 Mei 2026)
Artikel 5 hari lalu 687 disimak
“Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
Histori 4 hari lalu 641 disimak
MAN Insan Cendekia Batam Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kepri
Pendidikan 5 hari lalu 603 disimak
KJRI Johor Bahru Pulangkan 232 WNI dan PMI via Batam
Artikel 6 hari lalu 557 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?