Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Ribuan Massa Bubar, Tapi Ancam Geruduk Istana

Zilfia Sarah

Terbit

|

RIBUAN Massa aksi unjuk rasa mendesak Polri memproses dan menangkap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait dugaan penistaan agama telah membubarkan diri pada Jumat (14/10) sore.

Namun pengunjuk rasa mengancam akan melakukan aksi lebih besar ke Istana Negara jika penegak hukum tak mengabulkan tuntutan mereka.

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab menegaskan jika tuntutan tidak dipenuhi maka umat dan Ormas Islam akan kembali menggelar unjuk rasa.

“Tiga minggu lagi, kalau tuntutan tidak dipenuhi, kita ke Istana,” tegasnya, Jumat (14/10).

Seperti diketahui, ribuan massa aksi yang mengikuti demo tersebut menuntut agar para penegak hukum memenjarakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait penistaan agama yang dilakukan di Pulau Seribu beberapa waktu lalu.

Karena itu, Habib Rizieq dan tokoh agama dari berbagai ormas Islam lainnya tersebut, ke depannya akan memantau perkembangan kasus ini melalui sosial media maupun pemberitaan. Jika tak ada langkah positif yang dilakukan polri, maka pihaknya akan kembali menjalani aksi demo dengan massa yang lebih banyak.

“Kami siap membuat revolusi di negeri ini,” ucapnya, dilansir REPUBLIKA.

Selain itu, dalam rangkaian unjuk rasa tersebut, kehadiran Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan juga sempat menarik perhatian ribuan peserta unjuk rasa. Kapolda datang bersama Panglima Kodam (Pangdam) Jaya, Mayjen Teddy Lhaksmana dengan mengendarai sepeda motor trail.

BACA JUGA :  Kepala Satpol PP Ini Bantah Ada Anggota Razia Hotel Ketemu Anak Sendiri

Setelah sebelumnya mengelilingi lokasi unjuk rasa dengan berboncengan, keduanya kemudian menaiki mobil orasi massa aksi. “Terima kasih ternyata saudara kita dapat menjalankan apa yang diinginkan dengan tertib dan damai. Allahu Akbar!,” ujar Iriawan dari atas mobil itu.

Iriawan mengatakan bahwa Bareskrim Mabes Polri juga telah berjanji akan mengawal terus laporan beberapa pihak terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. “Jadi Pak Kabareskrim Mabes Polri mengatakan bahwa akan terus diproses,” kata dia.

Sementara, Teddy meminta massa untuk menunggu proses dari pihak kepolisian yang sudah berjanji untuk melanjutkan proses hukum. “Saya kira saya tidak akan memperpanjang pembicaraan, kita tunggu waktunya, Allahu Akbar!,” ujar Teddy.

Mendengar pernyataan Iriawan dan Teddy itu, massa pun berteriak meminta pernyataan itu untuk dibuktikan. “Buktikan, buktikan!” teriak massa aksi. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook